EKSISTENSI MAKHLUK GAIB
MAKALAH
Disusun
dalam rangka memenuhi salah satu Tugas kelompok pada
Mata
Kuliah Ilmu Tauhid
Dosen
Pengampu : Ishlachuddin Almubarrok, L.C., M.H.
DI
SUSUN OLEH :
1. Azizah
Inyatun Nurrohman (33010190139)
2. Muhammad
Ova L.B.H (33010190142)
3. Muhamad
Ilham
(33010190153)
FAKULTAS SYARI’AH
PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM
KELAS D
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SALATIGA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah
S.W.T yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga kami masih
tetap bisa menikmati indahnya alam semesta-Nya. Sholawat serta salam tak lupa
kami curahkan kepada baginda Nabi Muhammad S.A.W yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang
lurus berupa ajaran agama yang sempurna.
Dengan rahmat dan pertolongannya
Alhamdulillah makalah yang berjudul “EKSISTENSI
MAKHLUK GAIB” dapat kami selesaikan dengan baik. Kami menyadari bahwa masih
banyak kekurangan yang terdapat di makalah ini. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar makalah ini bisa menjadi
lebih baik lagi kedepannya. Kami selaku penyusun makalah ini memohon maaf yang
sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak
kesalahan.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak khususnya, dosen mata kuliah Ilmu Tauhid yang senantiasa memberikan
ilmunya kepada kami.
Demikian semoga makalah ini dapat bermanfaat
dengan baik.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR...................................................................................................... 2
DAFTAR ISI...................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 4
A. Latar
Belakang......................................................................................................... 4
B. Rumusan
Masalah.................................................................................................... 4
C. Tujuan...................................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................... 5
A. Beriman
Kepada Alam Gaib.................................................................................... 5
B. Definisi
Setan, Jin, Iblis, dan Malaikat.................................................................... 6
C. Eksistensi
Makhluk Gaib......................................................................................... 8
BAB III PENUTUP......................................................................................................... 10
A. Kesimpulan............................................................................................................ 10
B. Kritik
dan Saran..................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dunia dimana kita tinggali ini biasa
disebut dengan alam fisik atau alam materi. Dikatakan demikian karena dunia ini
dapat ditangkap oleh panca indra. Namun, disisi lain terdapat pula dunia dimana
tidak bisa ditangkap oleh panca indra atau biasa yang disebut alam gaib.
Sedangkan, agama yang dianggap sebagai sistem nilai dan pola perilaku, identik
dengan tradisi atau ekspresi budaya tentang keyakinan seseorang terhadap unsur
kepercayaan gaib.
Kehidupan manusia tidak bisa terpisahkan
dari kehidupan makhluk-makhluk gaib. Diantara mereka ada yang bertugas
menyesatkan manusia dan adapula makhluk gaib yang berperilakuan baik dan taat
kepada Allah S.W.T . Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita mempelajari tentang
mereka agar terhindar dari rayuan yang menyesatkan.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
definisi dari makhluk gaib?
2. Bagaimanakah
cara kita mengimani tentang keberadaan makhluk gaib?
3. Apa
sajakah jenis-jenis dari makhluk gaib?
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui apa itu makhluk gaib.
2. Untuk
mengetahui bagaimana cara kita mengimani tentang keberadaannya.
3. Untuk
mengetahui jenis-jenis dari makhluk gaib.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Beriman
Kepada Alam Gaib
Di antara asas aqidah
Islam adalah beriman kepada
perkara/makhlik yang gaib, bahkan keimanan terhadap
perkara perkara yang gaib merupakan sifat/ciri pertama yang disebutkan Allah
dalam firmannya
(Al-Baqoroh Ayat 1-3)
Atas dasar itu, setiap orang mukmin
wajib mengimani perkara/makhluk yang ghoib. Sebuah keimanan yang tidak boleh
ternodai keraguan(syak). Gaib adalah segala sesuatu yang tidak bisa kita
saksikan dengan kasat mata”mata
telanjang”
Dan Jin termasuk makhluk gaib yang harus
kita yakini keberadaannya. Berikut dalil alquran dan hadist yang menerangkan
keberadaanya.
·
(Q.S Al-Ahghof Ayat 29)
Dari
Abu Said al Khudri R.A berkata : Rosulullah SAW bersabda . Kulihat kamu
menyukai kambing dan lembah, jika sedang menggembala kambingmu di lembah, lalu
kamu kumandangkan adzan untuk sholat, maka tinggikanlah suaramu, sebab
jin(makhluk ghoib) dan manusia akan menjadi saksi baginya di hari kiamat kelak
Kemudian terdapat juga contoh
logika.
·
Tidak terlihatnya jin bukan bukti,
banyak hal yang tidak bisa kita lihat secara kasat mata,tetapi ada. Sebagai
contoh arus listrik, kita tidak bisa melihat arus listrik, tetapi kberadaan
arus listik bisa kita rasakan keberadannya. Contoh lain Udara, udara menjadi
bagian dari hidup kita dan membuat kita tetap bisa bernafas, meskipun kita
tidak bisa melihatnya tetapi kita bisa merasakan keberadaannya.[1]
B.
Definisi
Setan, Jin, Iblis dan, Malaikat
Kita seringkali
mendengar nama-nama setan, jin dan, iblis di sebut, dan manakala mereka
menampakkan diri, kita sebagai manusia akan ketakutan, sebab bentuk mereka yang
menakutkan. Begitulah pemahaman umum yang banyak merebak di masyarakat, pendek
kata segala sesuatu yamg jahat dan menakutkan serta tidak terlihat dengan kasat
mata manusia di sebut setan, jin dan, iblis.
Akan tetapi benarkah sama sekali tidak
ada perbadaan di antara mereka semua “setan, jin dan, iblis”?
·
Setan
Menurut islam setan”syaithon” adalah sebutan untuk mkhluk hidup yang ingkar kepada
allah SWT. Jadi setan itu bisa di katakan tidak hanya berasal dari makhluk
ghoib, melainkan juga beraasal dari bangsa manusia. Dalam al-qur’an Surat
An-Nas ditegas kan bahwasanya setan juga berasal dari golongan manusia.
(An-Nas
Ayat 1-6)
Kata Setan dalam
bahasa arab berasal dari kata
“as-syaithonu”, kata “as-syaithonu” ini berarti ba’uda”arab” berarti jauh,
yakni yang selalu menjatuhkan manusia dari kebenaran. Kemudian kata setan
digunakan untuk setiap makhluk yang durhaka dan membangkang
Pada dasarnya gelar setan “syaithon”
di berikan kepada salah satu golongan jin, yaitu iblis”Azazil” tatkala dia
ingkar tehadap perintah Allah SWT. Al-kisah iblis tersebut mulanya taat
beribadah kepada Allah, bahkan tinggal bersama malaikat di Surga. Akan tetapi,
ketika iblis menolak untuk bersujud ke pada adam, yang berarti membangkang
perintah Allah, sebab merasa lebih baik atau mulya daripada adam, maka di
usirlah iblis dari surga dan diperintah oleh Allah untuk pindah ke neraka.
·
Jin
Kita sudah tahu bahwa
setan hanyalah julukan atau sebutan saja, bukan menunjuk ke satu jenis makhluk
tertentu. Adapun jin merupakan bagian yang di sebut jin, namun setan dari
kalangan jin tidak tampak dengan kasat mata, sebab jin adalah makhluk gaib.
Makhluk ini di sebut jin karena secara
bahasa jin berarti “yang tersembunyi,
terhalang, tertutup” artinya tidak bisa di lihat dengan kasat mata, persis
dengan kata janin ”arab”, karena keduanya berasal dari kata jann”arab” dengan
persamaan arti keduanya memang tidak bisa dilihat dengan kasat mata[2]
Alam jin adalah alam yang berdiri
sendiri, terpisah dan berbeda dengan alam manusia, tetapi keduanya hidup
didunia yang sama. Sekalipun berbeda alam dan bentuk, jin dan manusia mempunyai
kesamaan, yakni berkewajiban beribadah kepada Allah SWT.
Firman Allah:
(Q.S Ad-Dzariyat
Ayat 56)
Namun juga halnya manusia, ada sebagian
jin yang kafir”setan” , dan sebagian ada pula yang mukmin, tidak semua jin
adalah setan dan tidak semua setan adalah jin.
·
Iblis
Iblis adalah salah satu golongan jin
yang durhaka kepada Allah SWT. Pada mulanya iblis sama dengan malaikat dalam
ketaatannya, perbadaannya terletak di malaikat di ciptakan dari cahaya
sedangkan iblis dari api.
Iblis berasal dari kata “ablasa” yamh merupakan kata
sifatdalm bahasa arab, yang berarti
membangkang, mengingkari, menolak dan, membantah terhadap segala bentuk
perintah Allah. Iblis adalah bangsa jin yang membangkang terhadap perintah
Allah, iblis merupakan bagian dari setan.
Suatu ketika Nabi Adam telah selesai di
ciptakan oleh Allah SWT, setelah itu allah memerintahkan
seluruh makhluk hidup untuk bersujud kepada Adam,, dan seketika itu iblis untuk
pertama kalinya menentang perintah Allah, kemudian perisiwalah itulah yang
menjadikan ibis di usir dan menjadi cikal bakal permusuhan abadi antara manusia
dan jin.
·
Malaikat
Malaikat adalah makhluk gaib yang di ciptakan
allah dari cahaya, para malaikat adalah makhluk yang senantiasa melakukan
apapun yang di perintahkan Allah kepada mereka dan tidak pernah membangkangnya`
Ada banyak ayat yang menyebutkan tentang
keberadaan mereka “para malaikat”, menurut ayat berikut, bisa di ketahui bahwa
Allah SWT menciptakan malaikat sebagai makhluk yang kuat, istimewa, elok di pandang,
besar fisiknya, serta dapat beruba wujud
(Q.S Hud Ayat
69-70)
Keberadaan malaikat dari dahulu kala
tidak pernah terjadi perselisihan, akan tetapi cara penetapannya kaum
jahiliyyah berbeda-beda antara kaum nabi yang satu dengan yang lainnya.
Iman kepada malaikat adalah rukun iman
yang ke dua, yakni menyakini dengan pasti bahwa Allah mempunyai malaikat yang
di ciptakan dari cahaya “nur”, dan tidak pernah mendurhakai apa yang Allah
perintahkan.
C.
Eksistensi
Makhluk Gaib
pun masih ada hal-hal
eksistensi yng membikin manusia penasaran, terlebih dengan di tambahi bumbu
tambahan, dan konon katanya eksistensi
makhluk gaib dikaitkan melalui tanda tanda yang lumayan khusus.
·
Lolongan Anjing
·
Mencium Bau Wangi
·
Mencium Aroma Singkong Bakar
·
Hembusan Angin yang Datang Tiba-Tiba
·
Suara Ketawa Perempuan
·
Tangisan Bayi
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pada dasarnya manusia diperintahkan untuk percaya terhadap hal-hal yang
ghaib, dan manusia tidak akan percaya terhadap hal tersebut jika ia tidak
mengenal dan mengetahui tentang hal itu. Percaya tentang hal ghaib adalah suatu
keharusan, karena tanpa manusia sadari ada makhluk Allah yang hidup dan berada
di sekitarnya.
B. Kritik
dan Saran
Demikian makalah ini kami buat, semoga
bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca. Apabila ada kesalahan dalam
penyusunan makalah ini, kami sebagai penulis memohon maaf sebesar-besarnya.
Kami juga mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Bali,
Wahid Abdus Salam. 2006. Membentengi Diri
dari Gangguan Jin dan Setan. Yogyakarta: Mitra Pustaka.
Dawud,
Muhamad Isa. 1996. Dialog Dengan Jin
Muslim. Bandung: Pustaka Hidayah.
Darusmanwiati,
Aep Saepulloh. 2014. Mengintip Alam Gaib.
Jakarta: Zaman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar