Sabtu, 23 November 2019

Makalah Eksistensi Makhluk Gaib SMS1


EKSISTENSI MAKHLUK GAIB
MAKALAH
Disusun dalam rangka memenuhi salah satu Tugas kelompok pada
Mata Kuliah Ilmu Tauhid
Dosen Pengampu : Ishlachuddin Almubarrok, L.C., M.H.
DI SUSUN OLEH :
1.      Azizah Inyatun Nurrohman          (33010190139)
2.      Muhammad Ova L.B.H                (33010190142)
3.      Muhamad Ilham                           (33010190153)  

FAKULTAS SYARI’AH
PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM
KELAS D
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2019
KATA PENGANTAR

     Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga kami masih tetap bisa menikmati indahnya alam semesta-Nya. Sholawat serta salam tak lupa kami curahkan kepada baginda Nabi Muhammad S.A.W  yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama yang sempurna.
     Dengan rahmat dan pertolongannya Alhamdulillah makalah yang berjudul “EKSISTENSI MAKHLUK GAIB” dapat kami selesaikan dengan baik. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat di makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar makalah ini bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya. Kami selaku penyusun makalah ini memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan.
     Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya, dosen mata kuliah Ilmu Tauhid yang senantiasa memberikan ilmunya kepada kami.
     Demikian semoga makalah ini dapat bermanfaat dengan baik.










DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR...................................................................................................... 2
DAFTAR ISI...................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 4
A.    Latar Belakang......................................................................................................... 4
B.     Rumusan Masalah.................................................................................................... 4
C.     Tujuan...................................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................... 5
A.    Beriman Kepada Alam Gaib.................................................................................... 5
B.     Definisi Setan, Jin, Iblis, dan Malaikat.................................................................... 6
C.     Eksistensi Makhluk Gaib......................................................................................... 8
BAB III PENUTUP......................................................................................................... 10
A.    Kesimpulan............................................................................................................ 10
B.     Kritik dan Saran..................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 11







BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
     Dunia dimana kita tinggali ini biasa disebut dengan alam fisik atau alam materi. Dikatakan demikian karena dunia ini dapat ditangkap oleh panca indra. Namun, disisi lain terdapat pula dunia dimana tidak bisa ditangkap oleh panca indra atau biasa yang disebut alam gaib. Sedangkan, agama yang dianggap sebagai sistem nilai dan pola perilaku, identik dengan tradisi atau ekspresi budaya tentang keyakinan seseorang terhadap unsur kepercayaan gaib.
     Kehidupan manusia tidak bisa terpisahkan dari kehidupan makhluk-makhluk gaib. Diantara mereka ada yang bertugas menyesatkan manusia dan adapula makhluk gaib yang berperilakuan baik dan taat kepada Allah S.W.T . Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita mempelajari tentang mereka agar terhindar dari rayuan yang menyesatkan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa definisi dari makhluk gaib?
2.      Bagaimanakah cara kita mengimani tentang keberadaan makhluk gaib?
3.      Apa sajakah jenis-jenis dari makhluk gaib?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa itu makhluk gaib.
2.      Untuk mengetahui bagaimana cara kita mengimani tentang keberadaannya.
3.      Untuk mengetahui jenis-jenis dari makhluk gaib.




BAB II
PEMBAHASAN

A.   Beriman Kepada Alam Gaib
      Di antara asas aqidah Islam adalah  beriman kepada perkara/makhlik yang gaib,                             bahkan keimanan terhadap perkara perkara yang gaib merupakan sifat/ciri pertama yang disebutkan Allah dalam firmannya
(Al-Baqoroh Ayat 1-3)
        Atas dasar itu, setiap orang mukmin wajib mengimani perkara/makhluk yang ghoib. Sebuah keimanan yang tidak boleh ternodai keraguan(syak). Gaib adalah segala sesuatu yang tidak bisa kita saksikan dengan kasat mata”mata telanjang”
        Dan Jin termasuk makhluk gaib yang harus kita yakini keberadaannya. Berikut dalil alquran dan hadist yang menerangkan keberadaanya.
·         (Q.S Al-Ahghof Ayat 29)
Dari Abu Said al Khudri R.A berkata : Rosulullah SAW bersabda . Kulihat kamu menyukai kambing dan lembah, jika sedang menggembala kambingmu di lembah, lalu kamu kumandangkan adzan untuk sholat, maka tinggikanlah suaramu, sebab jin(makhluk ghoib) dan manusia akan menjadi saksi baginya di hari kiamat kelak
            Kemudian terdapat juga contoh logika.
·         Tidak terlihatnya jin bukan bukti, banyak hal yang tidak bisa kita lihat secara kasat mata,tetapi ada. Sebagai contoh arus listrik, kita tidak bisa melihat arus listrik, tetapi kberadaan arus listik bisa kita rasakan keberadannya. Contoh lain Udara, udara menjadi bagian dari hidup kita dan membuat kita tetap bisa bernafas, meskipun kita tidak bisa melihatnya tetapi kita bisa merasakan keberadaannya.[1]

B.   Definisi Setan, Jin, Iblis dan, Malaikat
       Kita seringkali mendengar nama-nama setan, jin dan, iblis di sebut, dan manakala mereka menampakkan diri, kita sebagai manusia akan ketakutan, sebab bentuk mereka yang menakutkan. Begitulah pemahaman umum yang banyak merebak di masyarakat, pendek kata segala sesuatu yamg jahat dan menakutkan serta tidak terlihat dengan kasat mata manusia di sebut setan, jin dan, iblis.
        Akan tetapi benarkah sama sekali tidak ada perbadaan di antara mereka semua “setan, jin dan, iblis”?

·        Setan
        Menurut islam setan”syaithon” adalah sebutan untuk mkhluk hidup yang ingkar kepada allah SWT. Jadi setan itu bisa di katakan tidak hanya berasal dari makhluk ghoib, melainkan juga beraasal dari bangsa manusia. Dalam al-qur’an Surat An-Nas ditegas kan bahwasanya setan juga berasal dari golongan manusia.
(An-Nas Ayat 1-6)
         Kata Setan dalam bahasa arab  berasal dari kata “as-syaithonu”, kata “as-syaithonu” ini berarti ba’uda”arab” berarti jauh, yakni yang selalu menjatuhkan manusia dari kebenaran. Kemudian kata setan digunakan untuk setiap makhluk yang durhaka dan membangkang
         Pada dasarnya gelar setan “syaithon” di berikan kepada salah satu golongan jin, yaitu iblis”Azazil” tatkala dia ingkar tehadap perintah Allah SWT. Al-kisah iblis tersebut mulanya taat beribadah kepada Allah, bahkan tinggal bersama malaikat di Surga. Akan tetapi, ketika iblis menolak untuk bersujud ke pada adam, yang berarti membangkang perintah Allah, sebab merasa lebih baik atau mulya daripada adam, maka di usirlah iblis dari surga dan diperintah oleh Allah untuk pindah ke neraka.





·        Jin
       Kita sudah tahu bahwa setan hanyalah julukan atau sebutan saja, bukan menunjuk ke satu jenis makhluk tertentu. Adapun jin merupakan bagian yang di sebut jin, namun setan dari kalangan jin tidak tampak dengan kasat mata, sebab jin adalah makhluk gaib.
       Makhluk ini di sebut jin karena secara bahasa jin berarti “yang tersembunyi, terhalang, tertutup” artinya tidak bisa di lihat dengan kasat mata, persis dengan kata janin ”arab”, karena keduanya berasal dari kata jann”arab” dengan persamaan arti keduanya memang tidak bisa dilihat dengan kasat mata[2]
       Alam jin adalah alam yang berdiri sendiri, terpisah dan berbeda dengan alam manusia, tetapi keduanya hidup didunia yang sama. Sekalipun berbeda alam dan bentuk, jin dan manusia mempunyai kesamaan, yakni berkewajiban beribadah kepada Allah SWT.
Firman Allah:
(Q.S Ad-Dzariyat Ayat 56)
        Namun juga halnya manusia, ada sebagian jin yang kafir”setan” , dan sebagian ada pula yang mukmin, tidak semua jin adalah setan dan tidak semua setan adalah jin.

·        Iblis
        Iblis adalah salah satu golongan jin yang durhaka kepada Allah SWT. Pada mulanya iblis sama dengan malaikat dalam ketaatannya, perbadaannya terletak di malaikat di ciptakan dari cahaya sedangkan iblis dari api.
        Iblis berasal dari kata “ablasa” yamh merupakan kata sifatdalm  bahasa arab, yang berarti membangkang, mengingkari, menolak dan, membantah terhadap segala bentuk perintah Allah. Iblis adalah bangsa jin yang membangkang terhadap perintah Allah, iblis merupakan bagian dari setan.
       Suatu ketika Nabi Adam telah selesai di ciptakan oleh Allah SWT, setelah itu allah memerintahkan seluruh makhluk hidup untuk bersujud kepada Adam,, dan seketika itu iblis untuk pertama kalinya menentang perintah Allah, kemudian perisiwalah itulah yang menjadikan ibis di usir dan menjadi cikal bakal permusuhan abadi antara manusia dan jin.

·        Malaikat
       Malaikat adalah makhluk gaib yang di ciptakan allah dari cahaya, para malaikat adalah makhluk yang senantiasa melakukan apapun yang di perintahkan Allah kepada mereka dan tidak pernah membangkangnya`
       Ada banyak ayat yang menyebutkan tentang keberadaan mereka “para malaikat”, menurut ayat berikut, bisa di ketahui bahwa Allah SWT menciptakan malaikat sebagai makhluk yang kuat, istimewa, elok di pandang, besar fisiknya, serta dapat beruba wujud
(Q.S Hud Ayat 69-70)
        Keberadaan malaikat dari dahulu kala tidak pernah terjadi perselisihan, akan tetapi cara penetapannya kaum jahiliyyah berbeda-beda antara kaum nabi yang satu dengan yang lainnya.
        Iman kepada malaikat adalah rukun iman yang ke dua, yakni menyakini dengan pasti bahwa Allah mempunyai malaikat yang di ciptakan dari cahaya “nur”, dan tidak pernah mendurhakai apa yang Allah perintahkan.


C.   Eksistensi Makhluk Gaib
      Berbucara tentang eksistensi mitos makhlik gaib, terkadang memang menimbulkan suatu rasa ingin menggali lebih dalam dan dalam lagi, dan terkadang hal seperti itu mejadikan eksistensi mitos makhluk gaib tersebut terhadap lingkungan masyarakat entah dari zamannya Rosulullah sampai sekarang
pun masih ada hal-hal eksistensi yng membikin manusia penasaran, terlebih dengan di tambahi bumbu tambahan, dan konon katanya  eksistensi makhluk gaib dikaitkan melalui tanda tanda yang lumayan khusus.
·        Lolongan Anjing
·        Mencium Bau Wangi
·        Mencium Aroma Singkong Bakar
·        Hembusan Angin yang Datang Tiba-Tiba
·        Suara Ketawa Perempuan
·        Tangisan Bayi




















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
      Pada dasarnya manusia diperintahkan untuk percaya terhadap hal-hal yang ghaib, dan manusia tidak akan percaya terhadap hal tersebut jika ia tidak mengenal dan mengetahui tentang hal itu. Percaya tentang hal ghaib adalah suatu keharusan, karena tanpa manusia sadari ada makhluk Allah yang hidup dan berada di sekitarnya.

B.     Kritik dan Saran
     Demikian makalah ini kami buat, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca. Apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini, kami sebagai penulis memohon maaf sebesar-besarnya. Kami juga mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


















DAFTAR PUSTAKA

Bali, Wahid Abdus Salam. 2006. Membentengi Diri dari Gangguan Jin dan Setan. Yogyakarta: Mitra Pustaka.

Dawud, Muhamad Isa. 1996. Dialog Dengan Jin Muslim. Bandung: Pustaka Hidayah.

Darusmanwiati, Aep Saepulloh. 2014. Mengintip Alam Gaib. Jakarta: Zaman.














[1] Wahid Abdus Salam Bali, Membentengi Diri dari Gangguan Jin dan Setan, MITRA PUSTAKA, Celeban Timur UH III/548 YOGYAKARTA 55167, Desember 2006, hal 1-6

[2] Muhamad Isa Dawud, Dialog Dengan Jin Muslim, PUSTAKA HIDAYAH, Jl. Rereng Adumanis 31, Bandung 40123, November 1996 hal 19-20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar