Minggu, 24 November 2019

Sejarah Bendungan Nglangon SMS1


SEJARAH DANAU TOBA-NYA GROBOGGAN
(BENDUNGAN NGLANGON)
Tulisan Ini Di Buat Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Gasal Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu: Bapak Khoirul Anwar, M. Ag.






Disusun Oleh:
Aufa Nuha Ikhsani                 33010190128

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM
KELAS D
FAKULTAS SYARIAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2019




Pendahuluan
               Bendungan Nglangon adalah salah satu bendungan yang berada di kabupaten Grobogan. Bendungan ini diresmikan oleh bupati Grobogan yaitu Bu Sumarni tahun 2018 menjadi salah satu wisata di kabupaten Grobogan. Lebih tepatnya bendungan ini berada di dusun Nglangon, desa Kradenan, kecamatan Kradenan, kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Selain meresmikan bendungan Nglangon, Bu Bupati juga mengenalkan Pasar Kalangon dan Lestari Nglangon Camp ( taman yang berada di dekat bendungan Nglangon).
               Apakah benar bendungan ini dibangun pada zaman penjajah dulu ?, dan apakah benar bendungan ini dibangun memakan banyak korban?. Patut kita tunggu uraian selanjutnya dari penulis ini.
Sejarah Bendungan Nglangon (danau tobanya kabupaten Grobogan)
               Kenapa danau toba-nya Grogogan ?
               Karena bendungan Nglangon memiliki punya kecil yang berada di tengah-tengah air. Seperti yang dimiliki danau toba di Sumatra, yaitu pulau samosir.
               Bendungan Nglangon salah satu bendungan terlama di kabupaten Grobogan, jawa tengah. Dan bendungan lainnya buatan Belanda yang ada di Grobogn antara lain; Bendungan Simo (desa Simo kecamatan Kradenan), Waduk Botak, Waduk Dumpul ( kecamatan Ngaringan), waduk Sanggeh (di Purwodadi). Bendungan ini dibangun dari tahun 1911-1914 masehi. Dari tahun pembangunan yang sudah lama sekali, sekitar 105 tahun yang lalu. Itu jauh lebih tua dari kemerdekaan kita yang baru 74 tahun ini. Bisa kita simpulkan bahwa bendungan Nglangon adalah salah satu infrastruktur yang di buat oleh pemerintah Belanda dulu. Belanda membangun bendungan Nglangon bertujuan agar masyarakat Nglangon dulu mudah mendapatkan pengaliran air dari bendungan tersebut. Sebenarnya bendungan ini tidak memeliki sumber mata air sendiri (sumber air hanya sekitar 0,8 liter), melainkan air yang ditampung bendungan itu aliran dari gunung-gunung disekitarnya yang dialirkan ke bendungan Nglangon. Yang nantinya air-air itu akan di alirkan ke sawah-sawah petani untuk membantu perairan tanaman mereka. Belanda selalu meliciki Indonesia untuk kepentingan negaranya sendiri. Yang awalnya berniat baik untuk mengairi sawah-sawah petani. Tapi hasil dari panen petani nanti akan di ambil oleh Belanda dan para petani tidak di kasih apa-apa (tanam paksa). Perairan bendungan ini lebih khusus kedalam desa Kradenan, tapi juga mencakup desa Banjardowo, desa sambongbangi (utara desa Kradenan) dan desa Pandan Harum (sebelah timur desa Kradenan) yang itupun hanya sebagian kecil.
               Pembangunannya pun tidak menggunakan alat-alat berat pada zaman sekarang, melainkan secara manual menggunakan tenaga manusia semua, seperti menggunakan cangkul, sekop bambu, linggis dan lain sebagainya. Pembangunan ini memakan banyak korban (apakah korban tersebut dikubur hidup-hidup didalam bendungan? Itu masih menjadi pertanyaan) karena pemerintah Belanda memberlakukan simtem kerja rodi.
               Dahulu bendungan ini hanya gundukan tanah homogen saja.
Bendungan ini memiliki tinggi 14,80 meter diatas dasar sungai. 21 meter diatas galiannya. Panjangnya 440 meter. Volume airnya pun berbeda-beda, saat musim hujan 2,50 juta meter3 Dan normalnya volume air bendungan itu adalah 2,104 juta meter3. Bendungan ini mampu mengairi 750,00 Ha.
Renovasi Bendungan Nglangon
Bendungan Nglangon sudah mengalami dua kali perenovasian. Pertama di renovasi di tahun 1978, dilakukan reparasi terhadap bendungan dan itu mengalami kegagalan. Sehingga membuat bendungan reparasi itu di bongkar lagi. Kemudian tahun 1995 baru di kasih batu-batu sebagai penguat bendungan agar tidak terjadi kelongsoran tanah akibat air waduk.
Tahun 2012 baru dikasih penerangan lambu jalan di sekeling bendungan Nglangon. Pengaspalan jalan di sekitar bendungan juga. Dan sebelum diresmikan tahun 2019 oleh Bu Bupati Grobogan, Bu Sumarni, bendungan Nglangon mengalami perubahan yang luar biasa. Yang awalnya hanya menjadi tempat pemancingan, kini menjadi tempat salah satu wisata di kabupaten Grobogan.
Pembatas jalan dan bendungan diwarnai warna-warna agar lebih menarik. Ada juga Nglangon Lestari Camp, yaitu taman yang dibuat oleh pemuda desa Kradenan untuk lebih menarik pengunjung. Ada juga pasar kalangon, yaitu pasar yang ada di dekat bendungan Nglangon yang menjual aneka makanan-makanan tradisional.
Pasar Kalangon
Pasar Kalangon adalah pasar yang menjual makanan-makanan tradisional. Dimana pembayarannya di situ berbeda dari pasar-pasar lainnya. Sebab di pasar Kalangon itu, jika kita ingin membeli makanan kita harus menukar uang kita dulu dengan bambu belahan yang sudah di siapkan oleh pengelola pasar Kalangon. Satu bambu belah dihargai dua ribu rupiah. Pasar Kalangon buka sebulan dua kali, setiap minggu pertama, dan minggu ketiga di setiap bulannya.
Pasar ini berdiri atas inisiatif para pemuda kreatif di desa Kradenan. Mereka merancang pasar sedemikian menariknya yang mungkin baru ada di Grobongan. Karena pasar itu menjual makanan tradisional, yang mungkin sudah terlupakan oleh masyarakat digital era milenial ini.
Nglangon Lestari Camp
Nglangon Lestari Camp adalah sebuah taman atau wahana main yang ada di sekitaran bendungan Nglangon. Banyak sekali bunga-bunga yang menjadi hiasan di Lestari Camp. Gubug-gubug unik yang menjadi singgahan melihat keindahan Nglangon. Menikmati udara sejuk di sekitaran Nglangon.
Kesimpulan
Selain memiliki sejarah yang menarik dari bendungan Nglangon itu sendiri. Ada perjuangan dalam pembuatannya, memakan banyak korban dari para pahlawan bangsa. Tapi sekarang bendungan Nglangon di sulap menjadi wahana wisata yang banyak diminati oleh warga Grobogan khususnya, dan adapula yang dari Blora. Ada pesona indah danau tobanya Grobogan (yaitu bendungan Nglangon itu sendiri), ada pasar Kalangon dengan khas makanan tradisionalnya, Nglangon Lestari Camp yang menjadi persinggahan para wisatawan untuk menikmati keindahan dari bendungan Nglangon itu sendiri. (aufanuha/red).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar