Sabtu, 23 November 2019

Makalah tentang Puasa SMS1


PUASA
MAKALAH
Disusun dalam rangka memenuhi salah satu Tugas kelompok pada
Mata Kuliah Fiqh Ibadah
Dosen Pengampu : Kholifatun Nur Mustofa, M.H.
DI SUSUN OLEH :
1.      Muhammad Ova L.B.H                (33010190142)
2.      Halimatul Muna                            (33010190144)
3.      Devi Rahma Cahya                       (33010190150)  

FAKULTAS SYARI’AH
PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM
KELAS D
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2019
KATA PENGANTAR

     Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga kami masih tetap bisa menikmati indahnya alam semesta-Nya. Sholawat serta salam tak lupa kami curahkan kepada baginda Nabi Muhammad S.A.W  yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama yang sempurna.
     Dengan rahmat dan pertolongannya Alhamdulillah makalah yang berjudul “PUASA” dapat kami selesaikan dengan baik. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat di makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar makalah ini bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya. Kami selaku penyusun makalah ini memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan.
     Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya, dosen mata kuliah Fiqh Ibadah yang senantiasa memberikan ilmunya kepada kami.
     Demikian semoga makalah ini dapat bermanfaat dengan baik.









ii
DAFTAR ISI

1.      HALAMAN JUDUL......................................................................... i
2.      KATA PENGANTAR..................................................................... ii
3.      DAFTAR ISI................................................................................... iii
4.      BAB I PENDAHULUAN................................................................ 1
A.    Latar Belakang............................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah......................................................................... 1
C.     Tujuan........................................................................................... 2
5.      BAB II PEMBAHASAN................................................................. 3
A.    Pengertian Puasa........................................................................... 3
B.     Macam-macam Puasa................................................................... 3
C.     Syarat-syarat Puasa....................................................................... 5
D.    Rukun Puasa................................................................................. 6
E.     Sunnah Puasa................................................................................ 6
F.      Hal Yang Membatalkan Puasa..................................................... 7
G.    Hal Yang Tidak Membatalkan Puasa........................................... 7
H.    Orang Yang Boleh Tidak Berpuasa.............................................. 8
I.       Manfaat Puasa.............................................................................. 8
6.      BAB III PENUTUP......................................................................... 9
A.    Kesimpulan................................................................................... 9
B.     Kritik dan Saran........................................................................... 9
7.      DAFTAR PUSTAKA.................................................................... 10






iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
     Konsepsi puasa dalam pemaknaan istilah sering kali dimaknai dalam pengertian sebagai suatu profesi menahan lapar dan haus. Padahal hakekat puasa yang sebenarnya adalah menahan diri untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama. Selain itu, puasa juga memberikan ilustrasi solidaritas muslim terhadap umat lain yang berada pada kondisi kemiskinan. Dalam hal ini, memungkinkan untuk memunculkan dampak berupa tenggang rasa umat manusia.
     Pengkajian tentang hakekat puasa ini, dapat dikatakan bersifat universal dan meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan dan sebagai perisai diri dari nafsu atau amarah, interaksi sosial keagamaan. Melihat begitu universal dan kompleksnya makna puasa hendaknya menjadi acuan bagi umat muslim dalam mengimplementasikannya pada kehidupan sehari-hari. Atau dalam pengertian lain puasa dapat dijadikan pedoman hidup.

2.      Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian atau definisi puasa?
2.      Sebutkan macam-macam puasa.
3.      Apa sajakah rukun dan syaratnya puasa?
4.      Apa sajakah sunnah saat berpuasa?
5.      Sebutkan hal-hal yang membatalkan puasa dan yang tidak membatalkan puasa.
6.      Sebutkan orang-orang yang boleh tidak berpuasa.
7.      Apa sajakah hikmah berpuasa?


\
1
3.      Tujuan
1.      Mengetahui definisi puasa.
2.      Mengetahui macam-macam puasa.
3.      Mengetahui rukun dan syaratnya puasa.
4.      Mengetahui sunnah-sunnah saat berpuasa.
5.      Mengetahui hal-hal yang membatalkan dan tidak membatalkan puasa.
6.      Mengetahui orang-orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
7.      Mengetahui hikmah atau manfaat dari puasa.

















2
BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Puasa
     Secara etimologi atau bahasa puasa atau siyam bermakna menahan diri dari sesuatu. Sedangkan secara terminologi atau istilah syara’ puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dengan disertai niat berpuasa bagi orang yang telah diwajibkan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan syarat-syarat tertentu.(1)

2.      Macam-macam Puasa
1.      Puasa Wajib
   Puasa wajib adalah puasa yang dilakukan untuk memenuhi kewajiban perintah Allah SWT. Apabila ditinggalkan akan mendapat dosa.
Puasa wajib ada tiga macam. Yaitu :
a.       Puasa wajib karena waktunya
Seperti contoh puasa di bulan Ramadhan.
b.      Puasa wajib karena alasan tertentu
Yaitu puasa untuk kufarat (puasa dalam rangka menebus suatu pelanggaran) sebagai contoh menqada puasa bulan Ramadhan.
c.       Puasa wajib karena seseorang mewajibkan dirinya sendiri untuk berpuasa
Sebagai contoh puasa nadzar.(2)

2.      Puasa Sunnah
   Puasa sunnah adalah puasa yang bila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapat dosa.

_______________________________________3
1. Gus Arifin, Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2009), hlm 112-113.
2.Abu Habib Zain, Menggapai Pahala Puasa Wajib & Sunnah Setahun (Solo: Taqwa Media, 2011), hlm 23-24.

Macam-macam puasa sunnah diantaranya yaitu :
a.       Berpuasa di bulan Sya’ban.
b.      Berpuasa pada tanggal satu sampai sepuluh di bulan Dzulhijjah.
c.       Berpuasa pada hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah).
d.      Berpuasa pada tanggal 10 Muharram (‘Asyura).
e.       Berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a).
f.       Berpuasa pada hari Senin dan Kamis.
g.      Berpuasa tiga hari setiap bulan, lebuh utama jika pada hari-hari putih (ayyamu bidh), yaitu tanggal 13, 14, dan 15.
h.      Berpuasa pada asyhurul hurum (bulan-bulan haram), yaitu bulan Muharram, Rajab, Dzulhijjah, dan Dzulqa’dah.
i.        Berpuasa pada hari Rabu sebagai bentuk rasa syukur bahwa umat ini tidak dihancurkan seperti umat terdahulu.
j.        Puasa Dawud, yaitu sehari puasa sehari berbuka secara terus-menerus.(3)

3.      Puasa Makruh
   Puasa dikhususkan hari Jum’at, satu atau dua hari sebelum Ramadhan pada tahun baru Masehi karena ada pesta.(4)

4.      Puasa Haram
   Puasa haram adalah hari dimana pada saat itu memang diharamkan untuk berpuasa. Dalam hal ini ada rinciannya menurut berbagai mazhab. Yaitu :
a.       Malikiyah
“Haram berpuasa pada hari ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha dan dua hari setelah ‘Idul Adha, kecuali dalam pelaksanaan ibadah haji bagi orang yang melaksanakan haji tamattu’ dan qiran. Keduanya boleh berpuasa pada kedua hari tersebut. Adapun puasa hari keempat setelah ‘Idul Adha hukumnya makruh.”


_______________________________________4        
3.Jamal Ma’mur Asmani, Kedahsyatan Puasa Dawud (Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2007), hlm 43-46.
4.Gus Arifin, Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2009), hlm 119.
b.      Syafi’iyah
“Puasa pada hari ‘Idul Fitri, ‘Idul Adha, dan tiga hari setelah hari ‘Idul Adha hukumnya haram dan tidak sah secara mutlak, meski dalam pelaksanaan haji.”
c.       Hanabilah
“Haram hukumnya berpuasa pada hari ‘Idul Fitri, ‘Idul Adha, dan tiga hari setelah hari raya ‘Idul Adha, kecuali dalam pelaksanaan ibadah haji bagi orang yang melaksanakan haji tamattu’ dan qiran.”
d.      Hanafiyah
“Puasa pada dua hari raya dan tiga hari tasyriq hukumnya makruh tahrim, kecuali dalam pelaksanaan haji.”(5)

3.      Syarat-syarat Puasa
Syarat-syarat puasa dibedakan menjadi dua macam. Yaitu :
A.    Syarat wajib puasa
a.       Islam
Dengan demikian orang kafir tidak wajib berpuasa dan tidak wajib mengqada (mengganti) begitulah menurut jumhur (mayoritas) ulama, bahkan kalaupun mereka melakukannya tetap dianggap tidak sah.
b.      Aqil
Bukan orang gila (tidak berakal) atau orang mabuk.
c.       Balig
Tidak wajib puasa bagi anak kecil (belum balig) karena mereka tidak termasuk orang mukallaf (orang yang sudah masuk konstitusi hukum).
d.      Mampu
Puasa tidak diwajibkan atas orang sakit.
e.       Menetap
Mukim atau tidak dalam perjalanan (musafir).(6)


____________________________________________________5
5. Abdul Wahhab Khallaf, Fikih Empat Mazhab [Jilid 2] (Jakarta Timur: Ummul Qura, 2018), hlm 339-340.
6. Gus Arifin, Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2009), hlm 124-125.
B.     Syarat sah puasa
a)      Menurut mazhab Hanafi
a.       Niat.
b.      Tidak ada yang menghalanginya (seperti haid dan nifas).
c.       Tidak ada yang membatalkannya.
b)      Menurut mazhab Maliki
a.       Niat.
b.      Suci dari haid dan nifas.
c.       Islam.
d.      Pada waktunya dan juga disyaratkan orang yang berpuasa berakal.
c)      Menurut mazhab Syafi’i
a.       Islam.
b.      Berakal.
c.       Suci dari haid dan nifas sepanjang hari.
d.      Dilaksanakan pada waktunya.
d)     Menurut mazhab Hanbali
a.       Niat.
b.      Suci dari haid dan nifas.(7)

4.      Rukun Puasa
   Puasa memiliki satu rukun, yaitu ; menahan diri dari apa saja yang membatalkan.
Sedangkan menurut mazhab Syafi’iyah “Rukun puasa ada tiga ; menahan diri dari apa saja yang membatalkan, niat, dan orang yang berpuasa.”(8)

5.      Sunnah Puasa
a)      Sahur.
b)      Mengakhirkan makan sahur.
c)      Menyegerakan berbuka.

_______________________________________6
7 . Ibid, hlm 126-127.
8. Abdul Wahhab Khallaf, Fikih Empat Mazhab [Jilid 2] (Jakarta Timur: Ummul Qura, 2018), hlm 312.
d)     Berbuka dengan kurma basah (ruthab), kurma kering (tamr), atau air.
e)      Berdoa ketika berbuka puasa.
f)       Dermawan, membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya.
g)      Menghindarkan diri dari kemaksiatan zhahir maupun batin yang menghilangkan pahala puasa.
h)      Hendaknya mengatakan “Saya Puasa” pada saat ada orang yang mencacinya.(9)

6.      Hal Yang Membatalkan Puasa
a)      Masuknya benda kedalam tubuh dengan sengaja melalui lubang yang terbuka.
b)      Melalui jalan yang tertutup (bahwa orang yang berpuasa mencegah sesuatu yang bisa  masuk kedalam anggota tubuh).
c)      Mengobati orang sakit melalui dua jalan (qubul dan dzubur).
d)     Muntah dengan sengaja.
e)      Bersetubuh dengan sengaja.
f)       Keluar mani karena bertemunya dua kulit walaupun tanpa berjima’.
g)      Haid.
h)      Nifas.
i)        Majnun (gila).
j)        Murtad.(10)


7.      Hal Yang Tidak Membatalkan Puasa
a)      Pagi hari dalam keadaan junub.
b)      Mencium istri dan bercumbu jika diprediksi aman dari keluar mani.
c)      Mandi dan mengguyur kepala agar terasa dingin.
d)     Berkumur dan istinsyaq tanpa berlebihan.


______________________________________7
9.Abu Habib Zain, Menggapai Pahala Puasa Wajib & Sunnah Setahun (Solo: Taqwa Media, 2011), hlm 46-51.
10.Muhammad Ibnu Qosim Al-Ghozi, Kitab Fathul Qorib (Semarang: Pustaka Alawiyyah), hlm 25.

e)      Mencicipi makanan selama tidak ditelan kedalam kerongkongan, dan diperlukan.
f)       Bekam dan donor darah bagi orang yang tidak khawatir staminanya melemah.
g)      Memakai celak mata, suntik (injeksi), obat tetes mata, dan mencium keharuman minyak wangi.
h)      Bersiwak (menggosok gigi).
i)        Menelan nakhamah (dahak).
j)        Menelan sesuatu yang tidak bisa dihindari.(11)

8.      Orang Yang Boleh Tidak Berpuasa
a)      Bepergian (musafir).
b)      Sakit.
c)      Hamil dan menyusui.
d)     Lansia (lanjut usia).
e)      Dalam keadaan terpaksa atau dipaksa.(12)

9.      Hikmah Berpuasa
a)      Dapat menyehatkan tubuh.
b)      Menghindarkan dari dosa.
c)      Kedekatan kepada Allah SWT meningkat.
d)     Meningkatkan kualitas iman.
e)      Menghapus kesalahan.
f)       Menyempurnakan ketaatan.
g)      Meningkatkan rasa syukur.
h)      Mencegah diri dari perbuatan maksiat.



______________________________________8
11. Abu Habib Zain, Menggapai Pahala Puasa Wajib & Sunnah Setahun (Solo: Taqwa Media, 2011), hlm 67-80.
12. Gus Arifin, Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2009), hlm 169-180.
BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan
   Puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dengan disertai niat berpuasa bagi orang yang telah diwajibkan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan syarat-syarat tertentu dan tiga rukun yaitu; menahan diri dari apa saja yang membatalkan, niat, dan orang yang berpuasa. Puasa sangat baik bagi kesehatan tubuh dan juga dapat mendekatkan diri kita kepada Sang Pencipta Allah SWT.


2.      Kritik dan Saran
   Demikian makalah ini kami buat, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca. Apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini, kami sebagai penulis memohon maaf sebesar-besarnya. Kami juga mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.













9
DAFTAR PUSTAKA




1.      Arifin, Gus. 2009. Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
2.      Zain, Abu Habib. 2011. Menggapai Pahala Puasa Wajib & Sunnah Setahun. Solo: Taqwa Media.
3.      Asmani, Jamal Ma’mur. 2007. Kedahsyatan Puasa Dawud. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
4.      Khallaf, Abdul Wahhab. 2018. Fikih Empat Mazhab [Jilid 2]. Jakarta Timur: Ummul Qura.
5.      Al-Ghozi, Muhammad Ibnu Qosim. Kitab Fathul Qorib. Semarang: Pustaka Alawiyyah.



























10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar