Minggu, 24 November 2019

Sejarah desa Tambakselo SMS1


Nama : Arditia Widia Putra
NIM : 33010190132
Prodi : HKI
Desa Tambakselo

Desa Tambakselo berasal dari dua kata yaitu tambak yang berati bendungan dan selo yang berati batu. Menurut beberapa sumber desa ini bisa dinamakan desa tambakselo karena di daerah tersebut dulunya terdapat tambak atau bendungan yang sangat pnjang yang terdiri dari selo atau batu-batuan, yang dibangun jaman pemerintahan belanda.
Desa Tambakselo adalah desa terluas di kecamatan wirosari, dibandingkan dengan desa-desa yang lain. Desa ini mempunyai sebelas kepada dusun, empat belas nama dusun,  sebelas RW,  dan empat puluh lima RT yaitu:
Dusun Ragem.
Dusun Tumpuk.
Dusun Jatitengah.
Dusun Kenteng, Gadon, Gading.
Dusun Bangsri, Sendangwaru.
Dusun Krajan.
Dusun Wonorejo.
Dusun Tambakrejo,
Dusun Jatisari.
Dusun Jatisemen.
Dusun Welahan
Dari beberapa dusun ini, ada beberapa cerita atau sejarah, salah satunya di dusun jatisari terdapat makam syech maulana habibah atau sering dipanggil mbah habibbah.

Konon ceritanya mbah habibah adalah panglima perang dari madura, beliau datang ke tanah jawa khususnya di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari dengan dua sahabatnya yang bernama K.H. Mutamakin Pati dan Kyai Kafiludin di Desa Munduran, Kecamatan Berati.
Menurut beberapa sumber, mbah habibah adalah tokoh ulama penyebar Islam pertama kali di Desa Tambakselo dan sekarang makamnya terletak di Dusun Jatisari, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, dan disamping makamnya mbah habibah dulu pernah ada sungai tetapi sekarang menghilang.
Sementara itu baapak Sareh Joko Prasetyo kepala Desa Tambakselo bercerita, konon pernah ada tokoh penyebar Islam di Desa Tambakselo, beliau sebelum mininggal berwasiat kalau beliau meninggal  supaya dimakamkan didekat sungai tirto, namun sungai tersebut berpindah sekitar 500 meter kearah barat dalam satu malam.
Namun dari bapak yanuar beliau mengatakan bahwa perpindahan sungai tersebut dikarnakan dulu ada ulama di Desa Tambakselo yang berwasiat kalau beliau meninggal jangan kasih patok diatas makamku. Ketika beliau meninggal diatas makamnya hanya dikasih batu, namun seiring berjalannya waktu warga disana ingin tetap bisa mengenang jasah beliau, para warga mengasih patok di atas makamnya. Dari  perbuatan itu langsung ada air besar yang menabrak patok itu dan mengakibatkan Desa Tambakselo kebanjiran, dari kejadian kebanjiaran itu menurut bapak yanuar yang dulu ada sungai besar disebelah makam mbah habibah sekarang pidah haluan, dan makam seorang tokoh yang berwasiat tadi  sampai sekarang belum ada yang mengetahuinya.
Dari kedua pendapat tersebut penulis menyimpulkan tentang terjadinya sungai yang hilang di sebelah makam syech maulana habibah itu pindah haluan karena dulu ada tokoh ulamak yang berwasiat tetapi wasiat tersebut dilanggar warga sekitar.
Selain itu makam mbah Habibah  sering didatangi orang untuk berziarah, terutama pada hari jumat malam banyak sekali yang berziarah, dan setiap satu tahun sekali  juga diadakan haul Syech Maulana Habibah pada tanggal 14 rojab. Warga desa setempat mengadakan acara haul secara besa, dimana seluruh warga desa datang untuk mendoakan. Tidak haya warga Desa Tambakselo saja yang datang, tetapi ada yang dari desa, kecamatan, kabupaten yang lain juga.
Di Desa Tambakselo juga terdapat makam mbah Idris di Dusun Jatitengah dan mbah Abdul Rohman di Dusun Bangsri yang sekarang menjadi tempat wisata reliji, ada juga bendungan peninggalan Negara Belanda yaitu bernama Bendungan Tirto di Dusun Bangsri juga termaksud tempat wisata di Desa Tambakselo.
Selain terdapat tempat wisata, Desa Tambakselo juga memiliki makanan khas yaitu emping jagung, warneng, ceriping singkong, ceriping pisang, ceriping gadung, dan lain-lain. Makanan khas tersebut semuanya di buat warga Tambakselo dari hasil pertaniannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar