Sabtu, 23 November 2019

Makalah tentang akhlak tercela SMS1


AKHLAK-AKHLAK
YANG HARUS DIHINDARI
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah
Hadis
Dosen Pengampu: Eko Setyo Ary Wibowo, M.H.I.



Disusun oleh:
  Nur Shofi Hidayat                            (33010190146)
                          Anna Muntadhirotussa’adah                        (33010190147)
                          Miftakhudin                                      (33010190148)


KELAS HKI D

FAKULTAS SYARIAH
PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2019

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Swt. Atas ridho, rahmat, hidayah dan karunia-NYA kepada kita semua sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah dengan judul Akhlak-Akhlak yang Harus Dihindari tepat waktu guna memenuhi tugas Mata Kuliah Hadis.
Dan tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Eko Setyo Ary Wibowo, M.H.I.  Selaku dosen pengampu Mata Kuliah Hadis dan telah memberi bimbingan pada penulis. penulis mengucapkan terimakasih atas segala partisipasi pihak-pihak yang selama ini telah membantu penulis menyelesaikan tugas. Baik bantuan berupa moril maupun materiil. Namun, penulis menyadari bahwasanya masih terdapat banyak sekali kekurangan dalam karya ini. Oleh sebab itu, penulis memberi kesempatan kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran sehingga penulis dapat memperbaiki penulisan karya ini.
Akhirnya, penulis mengharapkan semoga dengan adanya tugas ini dapat memberi manfaat pada para pembaca dan menjadi batu loncatan penulis dalam melakukan perkembangan menuju perbaikan di masa depan.






Salatiga, 20 September 2019



Penulis



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................ i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A.    Latar Belakang Masalah........................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah.................................................................................... 1
C.     Tujuan Penulisan...................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 2
A.    Pengertian Akhlak Tercela........................................................................ 2
B.     Macam-Macam Akhlak Tercela................................................................. 3
C.     Cara Menghindari Akhlak Tercela............................................................ 6
BAB III PENUTUP............................................................................................. 10
Kesimpulan....................................................................................................... 10
Daftar Pustaka.................................................................................................. 11



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Akhlak berasal dari bahasa Arab khuluk yang berarti tingkah laku atau budi pekerti. Akhlak pada diri seseorang ada dibagi menjadi dua  yaitu akhlak baik (mahmudah) dan akhlak tercela (mazmumah). Akhlak baik adalah perbuatan baik pada diri manusia yang  diridhoi Allah SWT dan dicontohkam oleh Nabi Muhammad SAW. Sedangkan akhlak tercela yaitu perbuataan atau tingkah laku yang dilarang oleh Allah dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah.

B.       Rumusan Masalah
1.   Apa pengertian akhlak tercela ?
2.   Apa saja macam-macam akhlak tercela ?
3.      Bagaimana cara menghindari akhlak tercela ?

C.      Tujuan Penulisan
1.      Untuk mendeskripsikan pengertian akhlak tercela.
2.      Untuk mengetahui macam-macam akhlak tercela.
3.      Untuk memahami cara menghindari akhlak tercela.











BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Akhlak Tercela
[1]Definisi akhlak menurut Imam Al Ghazali adalah ungkapan tentang sikap jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan tidak memerlukan pertimbangan atau pikiran terlebih dahulu. Kata akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu khalaqa-yahluqu artinya menciptakan,  dari akar kata ini pula ada kata makhluk (yang diciptakan) dan kata khaliq (pencipta), maka akhlak berarti segala sikap dan tingkah laku manusia yang datang dari pencipta (Allah swt).
Sedangkan moral berasal dari maros (bahasa latin) yang berarti adat kebiasaan, disinilah terlihat berbeda antara moral dengan akhlak, moral berbentuk adat kebiasaan ciptaan manusia, sedangkan akhlak berbentuk aturan yang mutlak dan pasti datang dari Allah swt. Kenyataannya setiap orang yang bermoral belum tentu berakhlak, akan tetapi orang yang berakhlak sudah pasti bermoral. Dan Rasulullah saw diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia sebagaimana sabda nya dalam hadis dari Abu Hurairah, “Sesungguhnya aku diutus Allah semata-mata untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia”.
[2]Dengan demikian, akhlak buruk atau tercela merupakan suatu sikap serta perbuatan yang dilakukan jauh dari apa yang dilarang agama. Karena pada dasarnya agama mengajarkan kita untuk selalu bersikap baik terutama menjaga perilaku dan perbuatan yang akan kita lakukan. Dengan berlandaskan agama maka sifat tercela ini sebenarnya bisa dicegah karena ancaman serta sangsi yang akan didapatkan dalam waktu cepat maupun di kehidupan selanjutnya. Akhlak tercela disebut juga dengan akhlak mazmumah, kebalikan dari akhlak mahmudah (akhlak terpuji).
B.     Macam-Macam Akhlak Tercela
1.      Sombong
Pengertian mengenai sombong yaitu tertera dalam kalam Allah Q.S. an Nisaa’ 173  yaitu “...Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih...”.  Sedangkan orang-orang yang merasa besar dan tidak layak untuk menyembah Allah swt., maka Allah swt. akan siksa mereka dengan azab yang pedih. Allah swt. berfirman: “...Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh...” (Al Baqarah: 87).
[3]Janganlah engkau berjalan dengan sombong, karena Allah swt. membenci orang-orang yang sombong, yang melihat dirinya besar, bersikap sombong kepada sesama manusia, berlagak ketika jalan, dan berbnagga-bangga atas apa yang dia miliki di hadapan orang lain, juga karena akhlaknya yang tercela.Orang yang kasar, berlagak, dan sombong hanya pantas untuk menjadi penghuni neraka, karena dalam dirinya terdapat sifat yang buruk. Pennggambaran antara orang yang kasar, berlagak, serta sombong dan orang lemah, telah menjadi dalil bahwa yang dimaksud lemah disitu adalah orang yang bersikap lembut, yang berbeda dengan orang yang kasar. Bukan lemah secara hakikat, pada fisiknya atau jiwanya. Ibnu Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat penyakit kibr (sombong)meskipun hanya sebesar atom. Seseorang bertanya, ‘Bagaimana dengan orang yang senang berpakaian bagus dan beralas kaki bagus?’ Rasulullah saw. bersabda ‘Allah swt. adalah Mahaindah dan menyenangi keindahan. Sedang penyakit kibr (sombong) itu adalah mengingkari kebenaran serta menghina terhadap manusia.” (H.R. Muslim).
2.      Ghibah (Menggunjing)
Ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu disebutkan). Baik dalam keadaan soal jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, akhlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Sedangkan menurut Imam Ghazali telah menyebutkan ijma kaum muslimin  tentang ghibah adalah jika engkau menyebutkan orang lain sesuatu yang tidak ia senangi. 
[4]Faktor-faktor ghibah antara lain:
a.       Untuk menghilangkan rasa marah
b.      Mendukung teman dan berbasa-basi kepada mereka dengan membantu memperkuat perkataan mereka yang menjelek-jelekkan kehormatan orang lain.
c.       Merasa bahwa orang lain tengah memusuhi dan membicarakan dirinya atau menjelek-jelekkan keadaannya sehingga dia akan mendahuluinya sebelum keadaannya lebih buruk lagi.
d.      Melakukan suatu perbuatan, tetapi  kemudian ingin membersihkan diri dari penilaian orang lain yang buruk terhadap perbuatan tersebut.
e.       Keinginan untuk dianggap lebih tinggi, lebih megah, dan lebih mulia serta kecenderungan untuk membanggakan dan menyombongkan diri.
f.       Kedengkian
g.      Bergurau atau bermain-main, serta menghabiskan waktu untuk tertawa yang tidak ada manfaatnya sama sekali.
h.      Menganggap hina, rendah, dan lemah kepada orang lain.

3.      Adu Domba (Namimah)
Adu Domba adalah menginformasikan perkataan manusia kepada orang lain dengan tujuan “merusak” atau tujuan jahat. [5]Allah berfirman, “... Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain...” (al Hujurat: 12). Maksudnya, janganlah kalian menyebutkan suatu kejelekan seseorang kepada orang lain, ketika ia tidak hadir di sisimu, sesuatu yang tidak ia senangi. Batasan pengertian namimah adalah menyampaikan sesuatu yang tidak disukai untuk dibeberkan. Penyampaian ini bisa tidak disukai oleh orang yang dibicarakan ataupun oleh orang yang diajaknya bicara. Penyampaian ini bisa dengan perkataan, tulisan, atau isyarat. Hal yang disampaikan bisa berupa perbuatan atau perkataan, baik berupa cela, kekurangan, bahkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada pada diri seseorang.
Faktor-faktor penyebab timbulnya adu domba (namimah) sama dengan faktor-faktor timbulnya gunjingan (ghibah), hanya saja pada masalah adu domba ada kebencian dan keinginan untuk menimbulkan kejahatan di antara manusia.
4.      Ingkar Janji
Ingkar janji adalah ketika seseorang mengingkari janjinya yang bertentangan dengan ajaran agama. Melakukan perbuatan ingkar janji juga bisa berarti orang tersebut berbuat kebohongan kepada orang lain. Bagaimanapun, pihak lain yang mendengar janji kita telah memberi kepercayaan dan berharap untuk kita menepatinya. Maka, ketika kita mengingkari janji tersebut, orang tersebut pasti akan merasa dibohongi dan kecewa.  Allah swt. mengutuk keras, melaknat, serta akan menimpakan bencana kepada seseorang yang ingkar janji kepada janjinya sendiri. Bukan hanya janjinya kepada Allah, Allah juga melaknat manusia yang melanggar janjinya terhadap manusia lainnya.
Dalam berjanji kepada sesama manusia, hendaklah penuhilah semus bentuk perjanjian, baik itu dengan Allah maupun dengan sesama manusia, karena akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat. Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, dan Anas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Setiap orang yang mengingkari janji ada benderanya di harin kiamat; dikatakan kepada mereka, ‘Ini bendera pengingkaran Fulan.” (H.R. Muttafaq ‘alaih). [6]Dalam kalam Nya Allah swt juga berfirman yang artinya, “Dan setelah datang kepada mereka Kitab Al Quran dari Allah yang membernarkan apa yang ada pada mereka, sedang sebelumnya mereka selalu memohon kedatangan Nabi untuk mendapat kemenangan orang-orang kafir; maka setelah datang kepada mereka orang yang telah mereka ketahui adalah  Muhammad. Mereka lalu ingkar kepadanya, maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar.” (Q.S. Al Baqarah: 89).

C.    Cara Menghindari Akhlak Tercela
1.      Sombong
            Manusia tidak layak untuk sombong. Karena pada hakikatnya sehebat apapun manusia tidak ada apa-apanya di hadapan Allah swt. Sebab itu, jangan sampai kita sombong kepada sesama manusia, sebab tidak ada yang layak kita sombongkan. Supaya kita tidak sombong, menurut Abu Laits al-Samarqandi dalam Tanbihul Ghafilin, ada empat hal yang  perlu dilakukan:
Ø  Menganggap bahwa semua yang terjadi itu berasal dari Allah swt. tanpa ada anugerah dan taufiq dari Allah, tidak akan mungkin terjadi.
Ø  Melihat bahwa nikmat yang diberikan Allah itu sangat lah banyak dan berarti bagi kehidupan manusia.
Ø  Khawatirlah agar amalan yang dilakukan tidak diterima Allah. Kalau takut amalan tidak diterima Allah, maka sifat sombong tidak akan muncul, dan terus berharap kepada Allah.
Ø  Menganggap diri ini banyak dosa.
2.      Ghibah (Menggunjing)
            Seseorang bisa melakukan pencegahan agar tidak melakukan perbuatan ghibah, antara lain:
Ø  Bersifat zuhud. Dengan zuhud, seseorang dapat menghalau ghibah yang berhubungan dengan “kecintaan terhadap dunia”. Dengan begitu, terhindarlah dia dari bencana ghibah, bahkan terhindar pula dari setiap kenistaan.
Ø  Belajar dan Membaca. Dengan membaca, seseorang dapat menguasai jiwa dan menjauhkan diri dari menggunjing. Di sisi lain, pada diri orang-orang yang tidak mengerti baca tulis dan orang-orang yang bodoh, kita sering melihat sifst mereka yang sering terjadi dan sering dilakukan, yaitu menggunjing, kecuali yang dikasihi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih.
Ø  Bercakap-cakap dengan diri sendiri dan ber muhasabah (Introspeksi diri/Memperhitungkan untung ruginya).
Ø  Mengolah ilmu dan amal. Asy Syaikh Imam Al Ghazali mengatakan, “Ketahuilah bahwa keburukan akhlak itu dapat disembuhkan dengan mengolah ilmu dan amal, karena penyembuhan segala penyakit adalah dengan melawan penyebabnya. Maka, sudah seharusnya kita mengatasi segala penyebab tersebut.”


3.      Adu Domba (Namimah)
            Orang yang mempunyai penyakit hati namimah suka sekali menyebarkan berita yang menimbulkan kekacauan antara manusia. Ini termasuk cara setan yang paling keji untuk memisahkan dua kelompok, merusak ukhuwah (persaudaraan), dan mahabbah (rasa kasih sayang). Untuk menghindari adu domba atau namimah tersebut ada beberapa yang harus kita amalkan diantarannya adalah:
Ø  Apabila melihat/mendengar sesuatu, seandainya sesuatu itu disampaikan kepada orang lain akan menimbulkan keburukan, sebaiknya didiamkan saja.
Ø  Jauhi orang yang suka berkata bohong.
Ø  Apabila ada berita dan seseorang yang meragukan, agar diselidiki dulu kebenarannya.
Ø  Menanamkan sifat baik sangka dan menghindari sifat buruk sangka.
Ø  Membersihkan diri sendiri dari sifat dengki.
Ø  Mencegah dan menasehati orang yang berbuat namimah.
4.      Ingkar Janji
            Orang yang munafik biasanya menggunakan lisannya untuk berdusta, mengaku dirinya telah beriman padahal tidak. Mencoba tampil manis di depan orang-orang agar mereka terkecoh dengan pencitraan. Padahal pada akhirnya Allahb yang akan mengecoh kaum munafik. Oleh sebab itu, berikut ini cara agar terhindar dari sifat munafik:
Ø  Shalat berjamaah
Ø  Perbanyak sedekah.
Ø  Memperbanyak zikir.
Ø  Membiasakan akhlak terpuji.
Ø  Biasakan membantu orang lain.
Ø  Banyak membaca ilmu agama.
Ø  Menjauhi sifat kikir.
Ø  Jihad di jalan Allah
Ø  Banyak mengingat Allah.
Ø  Ikhlas atas apa yang diberikan Allah.
Ø  Mohon perlindungan dari godaan setan.


























BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
            Akhlak buruk atau tercela merupakan suatu sikap serta perbuatan yang dilakukan jauh dari apa yang dilarang agama. Di dalam agama, hendaklah kita menjauhi akhlak tercela, karena sangatlah berdampak negatif untuk diri sendiri dan orang lain. Dalam hal ini, kita harus menjauhi 4 akhlak tercela yaitu sombong, ghibah, adu domba, dan ingkar janji.






















DAFTAR PUSTAKA
.
Al Jamal, M Ibrahim. (1995). Penyakit-Penyakit Hati. Bandung: PUSTAKA INDAH
Syalabi, Yaasir. (2003). 25 Penyebab Kesulitan Hidup. Jakarta: GEMA INSANI PRESS.
Hamid, Warno. (1995). Janji & Ancaman Allah Dalam Al Quran. Surabaya: APOLLO.
Al Adnani, Abu Fatiah. (2016). 400 Hadits Akhir Zaman. Surakarta: Granada Mediatama



[1] https://www.duniapelajar.com/2014/07/06/pengertian-akhlak-tercela-menurut-bahasa-dan-istilah/
[2] https://maritugas.blogspot.com/2017/04/pengeetian-macam-macam-dan-penanggulangan.html?m=1
[3] Syalabi Yasiir, 25 Penyebab Kesulitan Hidup, (Jakarta: Gema Insani Press, 2003) hlm 62-63
[4] Al Jamal M Ibrahim, Penyakit-Penyakit Hati, (Bandung: Pustaka Hidayah, 1995) hlm 60-62
[5] Syalabi Yasiir, 25 Penyebab Kesulitan Hidup, (Jakarta: Gema Insani Press, 2003) hlm 135

[6] Sudaroji M, Janji & Ancaman Allah Dalam Al Quran, (Surabaya: APOLLO LESTARI, 1995), hlm 84

Tidak ada komentar:

Posting Komentar