AKHLAK-AKHLAK
YANG HARUS DIHINDARI
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata
Kuliah
Hadis
Dosen Pengampu: Eko Setyo Ary
Wibowo, M.H.I.
Disusun oleh:
Nur
Shofi Hidayat (33010190146)
Anna Muntadhirotussa’adah (33010190147)
Miftakhudin (33010190148)
KELAS HKI D
FAKULTAS SYARIAH
PROGRAM STUDI
HUKUM KELUARGA ISLAM
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah Swt. Atas
ridho, rahmat, hidayah dan karunia-NYA kepada kita semua sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas Makalah dengan judul Akhlak-Akhlak yang Harus Dihindari
tepat waktu guna memenuhi tugas Mata Kuliah Hadis.
Dan tak lupa penulis mengucapkan
terima kasih kepada Bapak Eko Setyo Ary Wibowo, M.H.I. Selaku dosen pengampu Mata Kuliah Hadis dan
telah memberi bimbingan pada penulis. penulis mengucapkan terimakasih atas
segala partisipasi pihak-pihak yang selama ini telah membantu penulis
menyelesaikan tugas. Baik bantuan berupa moril maupun materiil. Namun, penulis
menyadari bahwasanya masih terdapat banyak sekali kekurangan dalam karya ini.
Oleh sebab itu, penulis memberi kesempatan kepada para pembaca untuk memberikan
kritik dan saran sehingga penulis dapat memperbaiki penulisan karya ini.
Akhirnya, penulis mengharapkan
semoga dengan adanya tugas ini dapat memberi manfaat pada para pembaca dan
menjadi batu loncatan penulis dalam melakukan perkembangan menuju perbaikan di
masa depan.
Salatiga, 20 September 2019
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................ i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A.
Latar Belakang Masalah........................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah.................................................................................... 1
C.
Tujuan Penulisan...................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 2
A.
Pengertian
Akhlak Tercela........................................................................ 2
B.
Macam-Macam
Akhlak Tercela................................................................. 3
C.
Cara
Menghindari Akhlak Tercela............................................................ 6
BAB III PENUTUP............................................................................................. 10
Kesimpulan....................................................................................................... 10
Daftar Pustaka.................................................................................................. 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Akhlak berasal dari bahasa Arab khuluk yang berarti tingkah laku
atau budi pekerti. Akhlak pada diri seseorang ada dibagi menjadi dua yaitu akhlak baik (mahmudah) dan akhlak
tercela (mazmumah). Akhlak baik adalah perbuatan baik pada diri manusia
yang diridhoi Allah SWT dan dicontohkam
oleh Nabi Muhammad SAW. Sedangkan akhlak tercela yaitu perbuataan atau tingkah
laku yang dilarang oleh Allah dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian akhlak tercela ?
2.
Apa saja macam-macam akhlak tercela ?
3.
Bagaimana cara menghindari akhlak tercela ?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk mendeskripsikan pengertian akhlak
tercela.
2.
Untuk mengetahui macam-macam akhlak tercela.
3.
Untuk memahami cara menghindari akhlak tercela.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Akhlak Tercela
[1]Definisi
akhlak menurut Imam Al Ghazali adalah ungkapan tentang sikap jiwa yang
menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan tidak memerlukan pertimbangan
atau pikiran terlebih dahulu. Kata akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu
khalaqa-yahluqu artinya menciptakan,
dari akar kata ini pula ada kata makhluk (yang diciptakan) dan kata
khaliq (pencipta), maka akhlak berarti segala sikap dan tingkah laku manusia
yang datang dari pencipta (Allah swt).
Sedangkan
moral berasal dari maros (bahasa latin) yang berarti adat kebiasaan, disinilah
terlihat berbeda antara moral dengan akhlak, moral berbentuk adat kebiasaan
ciptaan manusia, sedangkan akhlak berbentuk aturan yang mutlak dan pasti datang
dari Allah swt. Kenyataannya setiap orang yang bermoral belum tentu berakhlak,
akan tetapi orang yang berakhlak sudah pasti bermoral. Dan Rasulullah saw diutus
ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia sebagaimana sabda nya dalam hadis
dari Abu Hurairah, “Sesungguhnya aku diutus
Allah semata-mata untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia”.
[2]Dengan
demikian, akhlak buruk atau tercela merupakan suatu sikap serta perbuatan yang
dilakukan jauh dari apa yang dilarang agama. Karena pada dasarnya agama
mengajarkan kita untuk selalu bersikap baik terutama menjaga perilaku dan
perbuatan yang akan kita lakukan. Dengan berlandaskan agama maka sifat tercela
ini sebenarnya bisa dicegah karena ancaman serta sangsi yang akan didapatkan
dalam waktu cepat maupun di kehidupan selanjutnya. Akhlak tercela disebut juga
dengan akhlak mazmumah, kebalikan dari akhlak mahmudah (akhlak terpuji).
B.
Macam-Macam Akhlak Tercela
1.
Sombong
Pengertian mengenai sombong yaitu
tertera dalam kalam Allah Q.S. an Nisaa’ 173
yaitu “...Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka
Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih...”. Sedangkan orang-orang yang merasa besar dan
tidak layak untuk menyembah Allah swt., maka Allah swt. akan siksa mereka dengan
azab yang pedih. Allah swt. berfirman: “...Apakah setiap datang kepadamu
seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu
lalu kamu angkuh...” (Al Baqarah: 87).
[3]Janganlah
engkau berjalan dengan sombong, karena Allah swt. membenci orang-orang yang
sombong, yang melihat dirinya besar, bersikap sombong kepada sesama manusia,
berlagak ketika jalan, dan berbnagga-bangga atas apa yang dia miliki di hadapan
orang lain, juga karena akhlaknya yang tercela.Orang yang kasar, berlagak, dan
sombong hanya pantas untuk menjadi penghuni neraka, karena dalam dirinya
terdapat sifat yang buruk. Pennggambaran antara orang yang kasar, berlagak,
serta sombong dan orang lemah, telah menjadi dalil bahwa yang dimaksud lemah
disitu adalah orang yang bersikap lembut, yang berbeda dengan orang yang kasar.
Bukan lemah secara hakikat, pada fisiknya atau jiwanya. Ibnu Mas’ud berkata
bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak masuk surga orang yang dalam hatinya
terdapat penyakit kibr (sombong)meskipun hanya sebesar atom. Seseorang
bertanya, ‘Bagaimana dengan orang yang senang berpakaian bagus dan beralas kaki
bagus?’ Rasulullah saw. bersabda ‘Allah swt. adalah Mahaindah dan menyenangi
keindahan. Sedang penyakit kibr (sombong) itu adalah mengingkari kebenaran
serta menghina terhadap manusia.” (H.R. Muslim).
2.
Ghibah
(Menggunjing)
Ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang
terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu
disebutkan). Baik dalam keadaan soal jasmaninya, agamanya, kekayaannya,
hatinya, akhlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Sedangkan menurut Imam
Ghazali telah menyebutkan ijma kaum muslimin
tentang ghibah adalah jika engkau menyebutkan orang lain sesuatu yang
tidak ia senangi.
[4]Faktor-faktor
ghibah antara lain:
a.
Untuk menghilangkan rasa marah
b.
Mendukung teman dan berbasa-basi kepada mereka
dengan membantu memperkuat perkataan mereka yang menjelek-jelekkan kehormatan
orang lain.
c.
Merasa bahwa orang lain tengah memusuhi dan
membicarakan dirinya atau menjelek-jelekkan keadaannya sehingga dia akan
mendahuluinya sebelum keadaannya lebih buruk lagi.
d.
Melakukan suatu perbuatan, tetapi kemudian ingin membersihkan diri dari
penilaian orang lain yang buruk terhadap perbuatan tersebut.
e.
Keinginan untuk dianggap lebih tinggi, lebih
megah, dan lebih mulia serta kecenderungan untuk membanggakan dan menyombongkan
diri.
f.
Kedengkian
g.
Bergurau atau bermain-main, serta menghabiskan
waktu untuk tertawa yang tidak ada manfaatnya sama sekali.
h.
Menganggap hina, rendah, dan lemah kepada
orang lain.
3.
Adu Domba
(Namimah)
Adu Domba adalah menginformasikan perkataan
manusia kepada orang lain dengan tujuan “merusak” atau tujuan jahat. [5]Allah
berfirman, “... Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang
lain...” (al Hujurat: 12). Maksudnya, janganlah kalian menyebutkan suatu
kejelekan seseorang kepada orang lain, ketika ia tidak hadir di sisimu, sesuatu
yang tidak ia senangi. Batasan pengertian namimah adalah menyampaikan sesuatu
yang tidak disukai untuk dibeberkan. Penyampaian ini bisa tidak disukai oleh
orang yang dibicarakan ataupun oleh orang yang diajaknya bicara. Penyampaian
ini bisa dengan perkataan, tulisan, atau isyarat. Hal yang disampaikan bisa
berupa perbuatan atau perkataan, baik berupa cela, kekurangan, bahkan sesuatu
yang sebenarnya tidak ada pada diri seseorang.
Faktor-faktor penyebab timbulnya adu domba (namimah)
sama dengan faktor-faktor timbulnya gunjingan (ghibah), hanya saja pada masalah
adu domba ada kebencian dan keinginan untuk menimbulkan kejahatan di antara
manusia.
4.
Ingkar Janji
Ingkar janji adalah ketika seseorang mengingkari
janjinya yang bertentangan dengan ajaran agama. Melakukan perbuatan ingkar
janji juga bisa berarti orang tersebut berbuat kebohongan kepada orang lain.
Bagaimanapun, pihak lain yang mendengar janji kita telah memberi kepercayaan
dan berharap untuk kita menepatinya. Maka, ketika kita mengingkari janji
tersebut, orang tersebut pasti akan merasa dibohongi dan kecewa. Allah swt. mengutuk keras, melaknat, serta
akan menimpakan bencana kepada seseorang yang ingkar janji kepada janjinya
sendiri. Bukan hanya janjinya kepada Allah, Allah juga melaknat manusia yang
melanggar janjinya terhadap manusia lainnya.
Dalam berjanji kepada sesama manusia,
hendaklah penuhilah semus bentuk perjanjian, baik itu dengan Allah maupun
dengan sesama manusia, karena akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat. Ibnu
Mas’ud, Ibnu Umar, dan Anas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Setiap
orang yang mengingkari janji ada benderanya di harin kiamat; dikatakan kepada
mereka, ‘Ini bendera pengingkaran Fulan.” (H.R. Muttafaq ‘alaih). [6]Dalam
kalam Nya Allah swt juga berfirman yang artinya, “Dan setelah datang kepada
mereka Kitab Al Quran dari Allah yang membernarkan apa yang ada pada mereka,
sedang sebelumnya mereka selalu memohon kedatangan Nabi untuk mendapat
kemenangan orang-orang kafir; maka setelah datang kepada mereka orang yang
telah mereka ketahui adalah Muhammad.
Mereka lalu ingkar kepadanya, maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar.”
(Q.S. Al Baqarah: 89).
C.
Cara Menghindari Akhlak Tercela
1. Sombong
Manusia tidak layak untuk sombong.
Karena pada hakikatnya sehebat apapun manusia tidak ada apa-apanya di hadapan
Allah swt. Sebab itu, jangan sampai kita sombong kepada sesama manusia, sebab
tidak ada yang layak kita sombongkan. Supaya kita tidak sombong, menurut Abu
Laits al-Samarqandi dalam Tanbihul Ghafilin, ada empat hal yang perlu dilakukan:
Ø
Menganggap
bahwa semua yang terjadi itu berasal dari Allah swt. tanpa ada anugerah dan
taufiq dari Allah, tidak akan mungkin terjadi.
Ø
Melihat bahwa
nikmat yang diberikan Allah itu sangat lah banyak dan berarti bagi kehidupan
manusia.
Ø
Khawatirlah
agar amalan yang dilakukan tidak diterima Allah. Kalau takut amalan tidak
diterima Allah, maka sifat sombong tidak akan muncul, dan terus berharap kepada
Allah.
Ø
Menganggap
diri ini banyak dosa.
2. Ghibah (Menggunjing)
Seseorang bisa melakukan pencegahan
agar tidak melakukan perbuatan ghibah, antara lain:
Ø
Bersifat
zuhud. Dengan zuhud, seseorang dapat menghalau ghibah yang berhubungan dengan
“kecintaan terhadap dunia”. Dengan begitu, terhindarlah dia dari bencana
ghibah, bahkan terhindar pula dari setiap kenistaan.
Ø
Belajar dan
Membaca. Dengan membaca, seseorang dapat menguasai jiwa dan menjauhkan diri
dari menggunjing. Di sisi lain, pada diri orang-orang yang tidak mengerti baca
tulis dan orang-orang yang bodoh, kita sering melihat sifst mereka yang sering
terjadi dan sering dilakukan, yaitu menggunjing, kecuali yang dikasihi oleh
Tuhan Yang Maha Pengasih.
Ø
Bercakap-cakap
dengan diri sendiri dan ber muhasabah (Introspeksi diri/Memperhitungkan untung
ruginya).
Ø
Mengolah ilmu
dan amal. Asy Syaikh Imam Al Ghazali mengatakan, “Ketahuilah bahwa keburukan
akhlak itu dapat disembuhkan dengan mengolah ilmu dan amal, karena penyembuhan
segala penyakit adalah dengan melawan penyebabnya. Maka, sudah seharusnya kita
mengatasi segala penyebab tersebut.”
3. Adu Domba (Namimah)
Orang yang mempunyai penyakit hati
namimah suka sekali menyebarkan berita yang menimbulkan kekacauan antara
manusia. Ini termasuk cara setan yang paling keji untuk memisahkan dua
kelompok, merusak ukhuwah (persaudaraan), dan mahabbah (rasa kasih sayang).
Untuk menghindari adu domba atau namimah tersebut ada beberapa yang harus kita
amalkan diantarannya adalah:
Ø
Apabila
melihat/mendengar sesuatu, seandainya sesuatu itu disampaikan kepada orang lain
akan menimbulkan keburukan, sebaiknya didiamkan saja.
Ø
Jauhi orang
yang suka berkata bohong.
Ø
Apabila ada
berita dan seseorang yang meragukan, agar diselidiki dulu kebenarannya.
Ø
Menanamkan
sifat baik sangka dan menghindari sifat buruk sangka.
Ø
Membersihkan
diri sendiri dari sifat dengki.
Ø
Mencegah dan
menasehati orang yang berbuat namimah.
4. Ingkar Janji
Orang yang munafik biasanya
menggunakan lisannya untuk berdusta, mengaku dirinya telah beriman padahal
tidak. Mencoba tampil manis di depan orang-orang agar mereka terkecoh dengan
pencitraan. Padahal pada akhirnya Allahb yang akan mengecoh kaum munafik. Oleh
sebab itu, berikut ini cara agar terhindar dari sifat munafik:
Ø
Shalat
berjamaah
Ø
Perbanyak
sedekah.
Ø
Memperbanyak
zikir.
Ø
Membiasakan
akhlak terpuji.
Ø
Biasakan
membantu orang lain.
Ø
Banyak membaca
ilmu agama.
Ø
Menjauhi sifat
kikir.
Ø
Jihad di jalan
Allah
Ø
Banyak
mengingat Allah.
Ø
Ikhlas atas
apa yang diberikan Allah.
Ø
Mohon
perlindungan dari godaan setan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Akhlak buruk atau tercela merupakan suatu sikap
serta perbuatan yang dilakukan jauh dari apa yang dilarang agama. Di dalam agama, hendaklah kita menjauhi akhlak tercela, karena sangatlah
berdampak negatif untuk diri sendiri dan orang lain. Dalam hal ini, kita harus
menjauhi 4 akhlak tercela yaitu sombong, ghibah, adu domba, dan ingkar janji.
DAFTAR PUSTAKA
.
Al Jamal, M Ibrahim. (1995). Penyakit-Penyakit Hati. Bandung:
PUSTAKA INDAH
Syalabi, Yaasir. (2003). 25 Penyebab Kesulitan Hidup. Jakarta: GEMA
INSANI PRESS.
Hamid, Warno. (1995). Janji & Ancaman Allah Dalam Al Quran. Surabaya:
APOLLO.
Al Adnani, Abu Fatiah. (2016). 400 Hadits Akhir Zaman. Surakarta:
Granada Mediatama
[1] https://www.duniapelajar.com/2014/07/06/pengertian-akhlak-tercela-menurut-bahasa-dan-istilah/
[2] https://maritugas.blogspot.com/2017/04/pengeetian-macam-macam-dan-penanggulangan.html?m=1
[3] Syalabi Yasiir, 25 Penyebab Kesulitan Hidup, (Jakarta: Gema
Insani Press, 2003) hlm 62-63
[4] Al Jamal M Ibrahim, Penyakit-Penyakit Hati, (Bandung: Pustaka
Hidayah, 1995) hlm 60-62
[5] Syalabi Yasiir, 25 Penyebab Kesulitan Hidup, (Jakarta: Gema
Insani Press, 2003) hlm 135
[6] Sudaroji M, Janji & Ancaman Allah Dalam Al Quran,
(Surabaya: APOLLO LESTARI, 1995), hlm 84

Tidak ada komentar:
Posting Komentar