Sabtu, 23 November 2019

Makalah Akhlakul Karimah (Silaturahmi) SMS1


MAKALAH
“Hidup Indah Dengan Akhlakul Karimah (Silaturahmi)”
Disusun dalam rangka memenuhi salah satu Tugas kelompok pada
Mata Kuliah Hadits
Dosen Pengampu : Eko Setyo Ary Wibowo, M.H.I.
DI SUSUN OLEH :
1.      Muhammad Ova L.B.H                (33010190142)
2.      Joni Dwi Purwanto                       (33010190143)
3.      Halimatul Muna                            (33010190144)


FAKULTAS SYARI’AH
PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM
KELAS D
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2019

KATA PENGANTAR

     Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga kami masih tetap bisa menikmati indahnya alam semesta-Nya. Sholawat serta salam tak lupa kami curahkan kepada baginda Nabi Muhammad S.A.W  yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama yang sempurna.
     Dengan rahmat dan pertolongannya Alhamdulillah makalah yang berjudul “Hidup Indah Dengan Akhlakul Karimah (Silaturahmi)” dapat kami selesaikan dengan baik. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat di makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar makalah ini bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya. Kami selaku penyusun makalah ini memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan.
     Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya, dosen mata kuliah Hadits yang senantiasa memberikan ilmunya kepada kami.
     Demikian semoga makalah ini dapat bermanfaat dengan baik.














DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................................
KATA PENGANTAR..............................................................................................................
DAFTAR ISI..............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................
A.    Latar Belakang.................................................................................................................
B.     Rumusan Masalah............................................................................................................
C.     Tujuan..............................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................
1.      Pengertian Akhlakul Karimah..........................................................................................
2.      Pengertian Silaturahmi.....................................................................................................
3.      Dalil Tentang Akhlakul Karimah.....................................................................................
4.      Dalil Tentang Silaturahmi................................................................................................
5.      Pentingnya Menyambung Tali Silaturahmi......................................................................
6.      Larangan Memutuskan Silaturahmi.................................................................................
7.      Manfaat Silaturahmi........................................................................................................
BAB III PENUTUP...................................................................................................................
A.    Kesimpulan......................................................................................................................
B.     Kritik dan Saran...............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
     Dalam kehidupan sehari-hari antar umat manusia tentu tidak akan lepas dari kesalahan pahaman yang menimbulkan permasalahan atau pertikaian. Agar hubungan sosial manusia berjalan dengan baik tentunya memerlukan sebuah metode agar terhindar dari permasalahan. Salah satunya ialah melakukan pergaulan yang sesuai dengan aturan yang sudah tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an. Salah satu cara yang dapat digunakan ialah dengan membekali diri kita dengan Akhlakul Karimah atau yang sering kita sebut dengan Perbuatan Terpuji.
     Dalam kesempatan kali ini kami akan menerangkan pengertian Perbuatan terpuji khususnya dalam hal silaturahmi.
     Semoga dengan makalah kali ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam kehidupan sehari-hari.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Akhlakul Karimah?
2.      Apa Pengertian Silaturahmi?
3.      Sebutkan Dalil tentang Akhlakul Karimah.
4.      Sebutkan Dalil tentang Silaturahmi.
5.      Alasan Pentingnya menyambung tali Silaturahmi.
6.      Alasan Larangan memutuskan Silaturahmi.
7.      Apa saja Manfaat Silaturahmi.

C.    Tujuan
     Diharapkan pembaca setelah membaca makalah ini menjadi lebih mengetahui apa yang dimaksud dengan Akhlakul Karimah khususnya Silaturahmi. Dan mengetahui betapa pentingnya menyambung Silaturahmi.



BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Akhlakul Karimah
     Akhlak berasal dari bahasa arab yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku (tabiat) adat kebiasaan. Sedangkan karimah bermakna mulia, terpuji, atau baik.
     Menurut istilah beberapa ahli mendefinisikannya sebagai berikut:
a.       Menurut Al-Ghazali, segala sifat yang tertanam dalam hati yang menimbulka kegiatan-kegiatan dengan ringan dan mudah tanpa memerlukan pemikiran tanpa pertimbangan.
b.      Menurut Abdul Karim Zaidan, nilai dan sifat yang tertanam dalam jiwa sehingga seseorang dapat menilai perbuatan baik atau buruk, kemudian memilih melakukan atau meninggalkan perbuatan tersebut.

2.      Pengertian Silaturahmi
     Silaturahmi berasal dari bahasa arab yang terdiri dari dua kata yaitu silat dan rahim yang bermakna hubungan atau menghubungkan dan rahim yang bermakna rahim atau peranakan perempuan atau kerabat. Asal katanya dari ar-rahmah (kasih saying). Kata ini digunakan untuk menyebut rahim atau kerabat karena dengan adanya hubungan rahim atau kekerabatan itu, orang-orang berkasih sayang.[1]
     Disamping itu pengertian Silaturahmi dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian yang lebih luas, karena penggunaan istilah ini tidak hanya terbatas pada hubungan kasih sayang antara sesame karib kerabat, akan tetapi juga mencakup pengertian masyarakat yang lebih luas.[2]
     Kemudian Silaturahmi dapat diaplikasikan dengan mendatangi family atau teman dengan memberikan kebaikan baik berupa ucapan maupun perbuatan.[3]

3.      Dalil Tentang Akhlakul Karimah
Allah SWT berfirman:
خُذِ ٱلعَفوَ وَأمُر بِٱلعُرفِ وَأَعرِضعَنِ ٱلجَٰهِلِينَ
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma´ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199).
     Ayat ini singkat namun padat dan mengandung arti yang begitu luas, dengan kalimatnya yang singkat ia sudah mencakup seluruh aspek akhlaqul karimah.
     Dalam sebuah hadits disebutkan
Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang mulia” (HR. Tirmidzi, shahih).[4]

4.      Dalil Tentang Silaturahmi
     Dalam Al-Quran ALLAH SWT berfirman sebagai berikut : يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (١)
     Artinya: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.(Q.S An-Nisa’:1)
     Dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa betapa pentingnya Silaturahmi sebagai contoh ialah:
     Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya.” (HR. Ahmad 1/194, shahih lighoirihi). مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ Artinya:“Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari ).[5]

5.      Pentingnya Menyambung Tali Silaturahmi
     Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain, dan tidak dipungkiri lagi bahwa manusia membutuhkan orang lin. Walaupun seseorang bisa melakukannya seorang diri, namun ada ketentuan berjamaah dengan orang lain orang lain yang membuat nilai salatnya jauh lebih tinggi derajatnya. Begitupun dengan sadaqah, zakat, dan amalan-amalan lainnya yang tak dapat dipisahkan dengan orang lain.
     Karena pentingnya keberadaan orang lain bagi seseorang, Islam tidak mengecilkan pola hubungan simbiosis mutualisme antar manusia. Hubungan itu diatur demikian indahnya sehingga satu sama lain seperti mata rantai yang saling berkaitan.
     Jalinan silaturahmi bukanlah hal yang sepele dalam Islam. Banyak petunjuk-petunjuk dalam Islam mengatur hubungan persaudaraan antar manusia, misalnya, jual beli tidak boleh ada yang dirugikan, utang piutang tidak boleh ada unsur riba, dan banyak lagi bentuk hubungan yang diatur dengan baik dalam Islam. Semuanya memiliki tujuan agar bentuk hubungan antar manusia tidak berakhir dengan putusnya hubungan silaturahmi di antara sesama. [6]

6.      Larangan Memutus Silaturahmi
     Menjalin silaturahmi antar sesama sangatlah penting dalam kehidupan manusia, sehingga Rasulullah SAW, melarang umatnya memutuskan silaturahmi. Sebab, memutuskan hubungan silaturahmi dapat menimbulkan masalah-masalah dalam kehidupan manusia. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yaitu: “Tidak ada suatu dosa yang lebih layak dipercepat hukumannya didunia oleh Allah kepada pelakunya di samping (adzab) yang disimpan baginya di akhirat daripada zina dan memutus silaturahmi”.
     Jika terlanjur terjadi keretakan atau kerenggangan hubungan dengan kerabat atau siapapun, maka segeralah rekatkan atau perbaiki dengan mengadakan silaturahmi. Oleh karena itu Rasulullah Muhammad SAW, menganjurkan menjalin silaturahm, apalagi jika hubungan tersebut telah melewati tiga hari. Bahkan Rasulullah SAW, menekankan ketidak-bolehannya memutus hubungan silaturahmi terutama setelah melewati waktu maksimal yaitu tiga hari. Selanjutnya nabi menyatakan tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga malam, (jika bertemu) yang ini berpaling dan yang itu juga berpaling, dan sebaik-baik dari keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam.[7]

7.      Manfaat Silaturahmi
Ø  Meminimalisir stress dan rasa cemas
Ø  Memecahkan masalah
Ø  Membuat umur lebih panjang
Ø  Meningkatkan sistem imun
Ø  Meminimalisir resiko terjadinya demensia
Ø  Baik untuk kesehatan mental[8]







BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
     Akhlakul karimah diambil dari bahasa Arab yang berarti budi pekerti yang mulia. Silaturahmi juga diambil dari bahasa Arab yang bermakna hubungan atau menghubungkan peranakan perempuan atau kerabat. Banyak sekali dalil-dalil yang berkaitan dengan silaturahmi seperti contoh yag sudah tertera di atas. Rasulullah juga sangat menekankan agar selalu menyambung tali silaturahmi dan apabila sudah terjadi retakan diperintahkan untuk segera merekatkannya dalam jangka waktu tiga hari.


B.     Kritik dan Saran
     Demikian makalah ini kami buat, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca. Apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini, kami sebagai penulis memohon maaf sebesar-besarnya. Kami juga mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


















DAFTAR PUSTAKA


1.      Al-Qur’an al-Karim.
2.      Habibillah, Muhammad. 2013. Raih Berkah Harta Dengan Sedekah dan Silaturahmi. Jogjakarta: Sabil.
3.      Fatihuddin. 2010. Dahsyatnya Silaturahmi. Jogjakarta: Delta Prima Press.
4.      Bahresi, Hussein. Hadits Shahih Bukhari-Muslim. Surabaya: Karya Utama.
5.      Google chrome.
6.      Darussalam, Andi. 2019. Wawasan Hadits Tentang Silaturahmi. Jurnal Tahdis. 8(2).



  


[1] Muhammad Habibilah, Raih Berkah Harta Dengan Sedekah dan Silaturrahmi (Jogjakarta: Sabil, 2013), hlm 123.
[2] Fatihuddin, Dahsyatnya Silaturrahmi (Jogjakarta: Delta Prima Press, 2010), hlm 13.
[3] Hussein Bahresi, Hadits Shahih Bukhari-Muslim (Surabaya: Karya Utama), hlm 140.
[4] Google chrome (https://www.gurupendidikan.co.id/akhlakul-karimah-adalah/) diakses pada tanggal 19 September 2019, pada pukul 22.25 WIB.
[5] Google chrome (https://assajidin.com/2018/06/06/kumpulan-ayat-alquran-dan-hadist-nabi-betapa-dahsyat-berkah-silaturrahim/) diakses pada tanggal 19 September 2019, pada pukul 22. 40 WIB.
[6] Muhammad Habibilah, Raih Berkah Harta Dengan Sedekah dan Silaturrahmi (Jogjakarta: Sabil, 2013), hlm 133.
[7] Andi Darussalam, Wawasan Hadis Tentang Silaturahmi, Jurnal Tahdis, 2019, 8(2).

  1. [8] Google chrome (https://kumparan.com/go-dok-indonesia/luar-biasa-ini-dia-manfaat-silaturahmi-bagi-kesehatan-jiwa) diakses pada tanggal 19 September 2019, pada pukul 23.00 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar