MAKALAH
“Hidup Indah Dengan Akhlakul
Karimah (Silaturahmi)”
Disusun
dalam rangka memenuhi salah satu Tugas kelompok pada
Mata
Kuliah Hadits
Dosen
Pengampu : Eko Setyo Ary Wibowo, M.H.I.
DI
SUSUN OLEH :
1. Muhammad
Ova L.B.H (33010190142)
2. Joni
Dwi Purwanto
(33010190143)
3. Halimatul
Muna
(33010190144)
FAKULTAS SYARI’AH
PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM
KELAS D
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SALATIGA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah
S.W.T yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga kami masih
tetap bisa menikmati indahnya alam semesta-Nya. Sholawat serta salam tak lupa
kami curahkan kepada baginda Nabi Muhammad S.A.W yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang
lurus berupa ajaran agama yang sempurna.
Dengan rahmat dan pertolongannya
Alhamdulillah makalah yang berjudul “Hidup
Indah Dengan Akhlakul Karimah (Silaturahmi)” dapat kami selesaikan dengan
baik. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat di makalah
ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar
makalah ini bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya. Kami selaku penyusun
makalah ini memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan makalah
ini masih terdapat banyak kesalahan.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak khususnya, dosen mata kuliah Hadits yang senantiasa memberikan
ilmunya kepada kami.
Demikian semoga makalah ini dapat
bermanfaat dengan baik.
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................................................
KATA PENGANTAR..............................................................................................................
DAFTAR ISI..............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................
A. Latar
Belakang.................................................................................................................
B. Rumusan
Masalah............................................................................................................
C. Tujuan..............................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................
1. Pengertian
Akhlakul Karimah..........................................................................................
2. Pengertian
Silaturahmi.....................................................................................................
3. Dalil
Tentang Akhlakul Karimah.....................................................................................
4. Dalil
Tentang Silaturahmi................................................................................................
5. Pentingnya
Menyambung Tali Silaturahmi......................................................................
6. Larangan
Memutuskan Silaturahmi.................................................................................
7. Manfaat
Silaturahmi........................................................................................................
BAB III PENUTUP...................................................................................................................
A. Kesimpulan......................................................................................................................
B. Kritik
dan Saran...............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari antar umat
manusia tentu tidak akan lepas dari kesalahan pahaman yang menimbulkan
permasalahan atau pertikaian. Agar hubungan sosial manusia berjalan dengan baik
tentunya memerlukan sebuah metode agar terhindar dari permasalahan. Salah
satunya ialah melakukan pergaulan yang sesuai dengan aturan yang sudah
tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an. Salah satu cara yang dapat digunakan
ialah dengan membekali diri kita dengan Akhlakul Karimah atau yang sering kita
sebut dengan Perbuatan Terpuji.
Dalam kesempatan kali ini kami akan
menerangkan pengertian Perbuatan terpuji khususnya dalam hal silaturahmi.
Semoga dengan makalah kali ini dapat dijadikan
sebagai rujukan dalam kehidupan sehari-hari.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
Pengertian Akhlakul Karimah?
2. Apa
Pengertian Silaturahmi?
3. Sebutkan
Dalil tentang Akhlakul Karimah.
4. Sebutkan
Dalil tentang Silaturahmi.
5. Alasan
Pentingnya menyambung tali Silaturahmi.
6. Alasan
Larangan memutuskan Silaturahmi.
7. Apa
saja Manfaat Silaturahmi.
C.
Tujuan
Diharapkan pembaca setelah membaca makalah
ini menjadi lebih mengetahui apa yang dimaksud dengan Akhlakul Karimah
khususnya Silaturahmi. Dan mengetahui betapa pentingnya menyambung Silaturahmi.
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Akhlakul Karimah
Akhlak berasal dari bahasa arab yang
berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku (tabiat) adat kebiasaan. Sedangkan
karimah bermakna mulia, terpuji, atau baik.
Menurut istilah beberapa ahli
mendefinisikannya sebagai berikut:
a. Menurut
Al-Ghazali, segala sifat yang tertanam dalam hati yang menimbulka
kegiatan-kegiatan dengan ringan dan mudah tanpa memerlukan pemikiran tanpa
pertimbangan.
b. Menurut
Abdul Karim Zaidan, nilai dan sifat yang tertanam dalam jiwa sehingga seseorang
dapat menilai perbuatan baik atau buruk, kemudian memilih melakukan atau
meninggalkan perbuatan tersebut.
2.
Pengertian
Silaturahmi
Silaturahmi berasal dari bahasa arab yang
terdiri dari dua kata yaitu silat dan
rahim yang bermakna hubungan atau
menghubungkan dan rahim yang bermakna rahim atau peranakan perempuan atau
kerabat. Asal katanya dari ar-rahmah
(kasih saying). Kata ini digunakan untuk menyebut rahim atau kerabat karena
dengan adanya hubungan rahim atau kekerabatan itu, orang-orang berkasih sayang.[1]
Disamping itu pengertian Silaturahmi dalam
bahasa Indonesia memiliki pengertian yang lebih luas, karena penggunaan istilah
ini tidak hanya terbatas pada hubungan kasih sayang antara sesame karib
kerabat, akan tetapi juga mencakup pengertian masyarakat yang lebih luas.[2]
Kemudian Silaturahmi dapat diaplikasikan
dengan mendatangi family atau teman dengan memberikan kebaikan baik berupa
ucapan maupun perbuatan.[3]
3. Dalil Tentang Akhlakul Karimah
Allah SWT
berfirman:
خُذِ ٱلعَفوَ وَأمُر
بِٱلعُرفِ وَأَعرِضعَنِ ٱلجَٰهِلِينَ
“Jadilah
engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma´ruf, serta berpalinglah
dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199).
Ayat ini singkat
namun padat dan mengandung arti yang begitu luas, dengan kalimatnya yang
singkat ia sudah mencakup seluruh aspek akhlaqul karimah.
Dalam sebuah hadits disebutkan
“Tidak ada
sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat
daripada akhlak yang mulia” (HR. Tirmidzi, shahih).[4]
4.
Dalil
Tentang Silaturahmi
Dalam Al-Quran ALLAH SWT berfirman sebagai
berikut : يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ
نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا
وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ
اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (١)
Artinya: Hai sekalian manusia, bertakwalah
kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya
Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan
laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah)
hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi
kamu.(Q.S An-Nisa’:1)
Dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa
betapa pentingnya Silaturahmi sebagai contoh ialah:
Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan
menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya.”
(HR. Ahmad 1/194, shahih lighoirihi). مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ،
نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ Artinya:“Siapa yang
bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan
diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan
mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari ).[5]
5.
Pentingnya
Menyambung Tali Silaturahmi
Manusia adalah makhluk sosial yang
membutuhkan interaksi dengan orang lain, dan tidak dipungkiri lagi bahwa
manusia membutuhkan orang lin. Walaupun seseorang bisa melakukannya seorang
diri, namun ada ketentuan berjamaah dengan orang lain orang lain yang membuat
nilai salatnya jauh lebih tinggi derajatnya. Begitupun dengan sadaqah, zakat,
dan amalan-amalan lainnya yang tak dapat dipisahkan dengan orang lain.
Karena pentingnya keberadaan orang lain
bagi seseorang, Islam tidak mengecilkan pola hubungan simbiosis mutualisme
antar manusia. Hubungan itu diatur demikian indahnya sehingga satu sama lain
seperti mata rantai yang saling berkaitan.
Jalinan silaturahmi bukanlah hal yang
sepele dalam Islam. Banyak petunjuk-petunjuk dalam Islam mengatur hubungan
persaudaraan antar manusia, misalnya, jual beli tidak boleh ada yang dirugikan,
utang piutang tidak boleh ada unsur riba, dan banyak lagi bentuk hubungan yang
diatur dengan baik dalam Islam. Semuanya memiliki tujuan agar bentuk hubungan
antar manusia tidak berakhir dengan putusnya hubungan silaturahmi di antara
sesama. [6]
6.
Larangan
Memutus Silaturahmi
Menjalin silaturahmi antar sesama
sangatlah penting dalam kehidupan manusia, sehingga Rasulullah SAW, melarang
umatnya memutuskan silaturahmi. Sebab, memutuskan hubungan silaturahmi dapat
menimbulkan masalah-masalah dalam kehidupan manusia. Hal ini sesuai dengan
sabda Rasulullah SAW yaitu: “Tidak ada
suatu dosa yang lebih layak dipercepat hukumannya didunia oleh Allah kepada
pelakunya di samping (adzab) yang disimpan baginya di akhirat daripada zina dan
memutus silaturahmi”.
Jika terlanjur terjadi keretakan atau
kerenggangan hubungan dengan kerabat atau siapapun, maka segeralah rekatkan
atau perbaiki dengan mengadakan silaturahmi. Oleh karena itu Rasulullah
Muhammad SAW, menganjurkan menjalin silaturahm, apalagi jika hubungan tersebut
telah melewati tiga hari. Bahkan Rasulullah SAW, menekankan ketidak-bolehannya
memutus hubungan silaturahmi terutama setelah melewati waktu maksimal yaitu
tiga hari. Selanjutnya nabi menyatakan tidak halal bagi seorang muslim
mendiamkan saudaranya melebihi tiga malam, (jika bertemu) yang ini berpaling
dan yang itu juga berpaling, dan sebaik-baik dari keduanya adalah yang memulai
mengucapkan salam.[7]
7.
Manfaat
Silaturahmi
Ø Meminimalisir
stress dan rasa cemas
Ø Memecahkan
masalah
Ø Membuat
umur lebih panjang
Ø Meningkatkan
sistem imun
Ø Meminimalisir
resiko terjadinya demensia
Ø Baik
untuk kesehatan mental[8]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Akhlakul karimah diambil dari bahasa Arab yang berarti budi pekerti yang
mulia. Silaturahmi juga diambil dari bahasa Arab yang bermakna hubungan atau
menghubungkan peranakan perempuan atau kerabat. Banyak sekali dalil-dalil yang
berkaitan dengan silaturahmi seperti contoh yag sudah tertera di atas.
Rasulullah juga sangat menekankan agar selalu menyambung tali silaturahmi dan
apabila sudah terjadi retakan diperintahkan untuk segera merekatkannya dalam
jangka waktu tiga hari.
B.
Kritik
dan Saran
Demikian makalah ini kami buat, semoga bermanfaat
dan menambah wawasan bagi para pembaca. Apabila ada kesalahan dalam penyusunan
makalah ini, kami sebagai penulis memohon maaf sebesar-besarnya. Kami juga
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Al-Qur’an
al-Karim.
2. Habibillah,
Muhammad. 2013. Raih Berkah Harta Dengan
Sedekah dan Silaturahmi. Jogjakarta: Sabil.
3. Fatihuddin.
2010. Dahsyatnya Silaturahmi. Jogjakarta:
Delta Prima Press.
4. Bahresi,
Hussein. Hadits Shahih Bukhari-Muslim. Surabaya:
Karya Utama.
5. Google
chrome.
6. Darussalam,
Andi. 2019. Wawasan Hadits Tentang
Silaturahmi. Jurnal Tahdis. 8(2).
[1] Muhammad Habibilah, Raih Berkah Harta Dengan Sedekah dan
Silaturrahmi (Jogjakarta: Sabil, 2013), hlm 123.
[2] Fatihuddin, Dahsyatnya Silaturrahmi (Jogjakarta: Delta Prima Press, 2010), hlm
13.
[3] Hussein Bahresi, Hadits Shahih Bukhari-Muslim (Surabaya:
Karya Utama), hlm 140.
[4] Google chrome (https://www.gurupendidikan.co.id/akhlakul-karimah-adalah/) diakses pada tanggal 19
September 2019, pada pukul 22.25 WIB.
[5] Google chrome (https://assajidin.com/2018/06/06/kumpulan-ayat-alquran-dan-hadist-nabi-betapa-dahsyat-berkah-silaturrahim/) diakses pada tanggal 19
September 2019, pada pukul 22. 40 WIB.
[6] Muhammad Habibilah, Raih Berkah Harta Dengan Sedekah dan
Silaturrahmi (Jogjakarta: Sabil, 2013), hlm 133.
[7]
Andi Darussalam, Wawasan Hadis Tentang Silaturahmi, Jurnal
Tahdis, 2019, 8(2).
- [8] Google chrome (https://kumparan.com/go-dok-indonesia/luar-biasa-ini-dia-manfaat-silaturahmi-bagi-kesehatan-jiwa) diakses pada tanggal 19 September 2019, pada pukul 23.00 WIB.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar