Sabtu, 23 November 2019

Makalah tentang perumusan penelitian, format laporan penelitian, dan laporan skripsi SMS1


MENGORGANISIR PERUMUSAN KESIMPULAN PENELITIAN, FORMAT LAPORAN PENELITIAN, DAN LAPORAN SKRIPSI
Dibuat guna memenuhi mata kuliah Metodologi Penelitian
Dosen Pengampu : Muhammad Ulil Abshor, M.H

Disusun Oleh :
1.      Rohimatul Ulfa                                         (33020180071)
2.      Rafi Muchammad Nashruddin  Umam    (33020180170)

JURUSAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS SYARIAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
TAHUN AKADEMIK 2019/2020



KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Mengorganisir Perumusan Kesimpulan Penelitian, Format Laporan, dan Laporan Skripsi”.
Dengan ini penulis menghaturkan banyak terima kasih atas segala bantuan baik dari moril maupun materil kepada semua pihak yang telah membantu sehingga penulisan makalah ini dapat diselesaikan
Kami menyadari bahwa makalah ini masihmasih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang berifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam menyusun makalah inidari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.


Salatiga, September 2019

     Penulis



DAFTAR ISI
Kata Pengantar..................................................................................................................
Daftar Isi...................................................................................................................
BAB    I Pendahuluan.............................................................................................................
A.    Latar Belakang...............................................................................................
B.     Rumusan Masalah..........................................................................................
BAB    II Pembahasan..............................................................................................................
A.    Mengorganisir Perumusan Kesimpulan Penelitian........................................
B.     Membuat Laporan Penelitian.........................................................................
C.     Laporan Skripsi..............................................................................................
BAB    III Penutup.....................................................................................................................
A.    Kesimpulan....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................



BAB I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu diperhadapkan dengan berbagai persoalan atau permasalahan, ada masalah-masalah yang bersifat kompleks atau rumit yang pemecahannya menuntut dan memerlukan pengumpulan sejumlah data pendukung yang dipergunakan untuk membuat keputusan dan menarik kesimpulan, dari masalah yang dipilih dapat menentukan perumusan masalah, tujuan, hipotesis, kajian pustaka yang akan digunakan pada suatu metodologi penilitian.
Olehnya itu makalah ini akan membahas tata cara membuat laporan, baik itu laporan penelitian maupun skripsi. Dari teknik dan format penulisan  sampai perumusan kesimpulan penelitian.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana perumusan kesimpulan penelitian?
2.      Bagaimana format laporan penelitian?
3.      Bagaimana format laporan skripsi?











BAB II
Pembahasan
A.    Perumusan Kesimpulan Penelitian
Pada bagian kesimpulan dikemukakan implikasi dari sebuah penelitian dan ada kalanya disarankan pula penelitian lanjutan. Sifatnya berbeda dengan ikhtisar yang fungsinya agar pembaca dapat mengetahui dengan cepat hasil penelitian itu sebagai keseluruhan.[1]
Kita memperoleh suatu petunjuk bahwa suatu kesimpulan dalam penelitian bukanlah merupakan suatu karangan atau diambil dari pembicaraan-pembicaraan lain, akan tetapi hasil suatu proses tertentu yaitu “menarik”, dalam arti “memindahkan” sesuatu dari suatu tempat ke tempat lain.[2] Menarik kesimpulan penelitian selalu harus mendasarkan diri atas semua data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. Dengan kata lain, penarikan kesmipulan harus didasarkan atas data, bukan atas angan-angan atau keinginan peneliti. Adalah salah besar apabila kelompok peneliti membuat kesimpulan yang bertujuan menyenangkan hati pemesan, dengan cara manipulasi data.
Bagian pokok dan merupakan pengarah kegiatan penelitian adalah perumusan problematik. Di dalam problematik ini peneliti mengajukan pertanyaan terhadap dirinya tentang hal-hal yang akan dicari jawabnya melalui kegiatan penelitian. Sehubungan dengan pertanyaan inilah maka peneliti mencoba mencari jawaban sementara yang disebut hipotesis, sedangkan kesimpulan yang ditarik berdasarkan data yang telah dikumpulkan, adalah merupakan jawaban, benar-benar jawaban yang dicari, walaupun tidak selalu menyenangkan hatinya.
Problematik Rumus Masalah
 
Oleh karena itu, harus tampak jelas hubungan antara problematik, hipostesis, dan kesimpulan.[3]



 






Apabila kesimpulan penelitian merupakan jawaban dari problematik yang dikemukakan, maka isi maupun banyaknya kesimpulan yang dibuat juga harus sama dengan isi dan banyaknya problematic.
B.     Format Laporan Penelitian
Untuk dapat memulai proses penulisan dari awal penelitian, maka terlebih dahulu peneliti merancang sebuah garis besar laporan, bersamaan waktunya dengan pada waktu mengajukan desain penelitian. Namun demikian, kadang-kadang setiap fakultas atau perguruan tinggi mempunyai aturan-aturan tersendiri mengenai peraturan format laporannya. Oleh karena itu, perlu dikumpulkan informasi dari berbagai pihak, dari mana aturan itu dapat diperoleh.
Apabila sudah memiliki format yang mantap, maka peneliti mulai menulis apa yang perlu dituliskan, walaupun masih dalam kertas lepas-lepas. Pada waktu kita berbicara tentang studi kepustakaan, sudah pula dijelaskan bahwa sistem kartu, akan sangat membantu pekerjaan penulis laporan, paling tidak unruk mengisi bagian tinjauan kepustakaan.
Menyediakan map untuk setiap bab laporan yang akan disusun, adalah suatu cara yang cukup bijaksana. Dengan demikian, maka peneliti menyediakan map sebanyak bab yang akan termuat dalam laporan. Dengan cara ini maka begitu terlewati satu proses penelitian, segera map yang sudah disediakan diisi dengan catatan atau tulisan yang berkaitan.[4]
Telah disebutkan bahwa banyak sekali format laporan yang dapatdigunakan, yang sebenarnya ini yang dicakupnya sama. Yang menyebabkan adanya perbedaan adalah:
a.       Urutan penyajian.
b.      Penekanan materi yang dilaporkan
c.       Pandangan perlu tidaknya suatu bagian disampaikan kepada pembaca.
Sehubung dengan format, Burroughs mengatakan bahwa perbedaan format bukanlah hal yang begitu penting untuk dimasalahkan. Yang penting diperhatikan adalah:
a.       Bahwa pembaca dapat memahami dengan jelas apa yang yang telah dilakukan oleh peneliti, apa tujuannya dan bagaimana hasilnya.
b.      Bahwa langkah dan medannya jelas sehingga pembaca dapat mengulangi proses penelitian itu apabila ia menghendaki.[5]
Laporan penelitian yang lengkap tidak hanya menyajikan hasil penelitian tetapi juga proses penelitian itu sebagai keseluruhan. Dengan demikian, seorang yang membacanya dapat menempatkannya ke dalam konteks ilmiah secara umum dan menilai apakah metode, data dan kesimpulannya memadai. Akhirnya pembacalah yang memberikan penilain terakhir tentang  dan pentingnya hasil oenelitian itu[6].





Tidak semua pembaca menelaah laporan penelitian dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Pembagian yang baik atas bab-bab dan bagian dari bab akan menolong pembaca memilih apa yang ingin di bacanya. Pembagian isi laporan itu secara berurutan dapat sebagi berikut:
a.       Judul laporan
Judul sebaiknya jelas, ringkas dan menggambarkan isi. Bandingkanlah contoh-contoh berikut: “Suatu studi tentang Pengetahuan, Sikap, dan Praktek mansyarakat terhadap Keluarga Berencana  di Bengkulu” diganti menjadi “Pengetahuan, sikap dan praktek keluarga berncan di Bengkulu”. “Media RRI Surakarta sebagai komplemenpada efek penyebaran luasan gagasan Keluarga Berencana di Kabupaten Klaten” diganti menjadi “Efek siaran radio terhadap penyebar luasangagasan Keluarga Berencana; sebuah studi kasus di Kbupaten Klaten”.
b.      Kata pengantar
Kata pengantar biasanya pendek, sekitar satu halaman, disitu dikemukakan tujuan penelitian, masalah yang dihalaman, disitu dikemukakan tujuan penelitian, ,masalah yang di hadapi, siapa yang mensponsorinya dan ucapan terima kasih kepada yang memberikan bantuan. Kata pengantar dapat ditulis oleh peneliti atau badan yang mensponsori.
c.       Daftar isi
Ada kalanya daftar isi terdapat pada bagian belakang laporan ilmiah tapi kami merasa lebih baik ditempatkan dibagian depan. Daftar isi ini menunjukan bagian-bagian dari laporan dan disitudapat dilihat hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya. Untuk tabel, diagram, peta dan gambar (kalau ada) masing-masing dibuat daftar isi tersendiri.
d.      Pendahuluan
Dalam bagian ini pembaca diantarkan kepada perumusan masalah, ruang lingkup, kegunaan teoritis dan praktis dari laporan dan metodologi. Jadi ia mencakup latar belakang penelitian, metode penelitian, cara pemprosesan data dan analisis data, termasuk prosedur statistik yang ditempuh.
e.       Tubuh laporan
Bab-babnya merupakan bagian yang pokok dari laporan tersebut. Melalui berbagai teknik analisa yang digunakan dilaporan tersebut. Melalui berbagai teknika nalisan yang digunakan disini terurai apa yang ditemukan dalam penelitian itu. Tiap bab membahas satu masalah pokok dan bab-bab itu merupakan rangkain yang ketat hubungannya dengan tema pokok.
f.       Kesimpulan
Bab ini membuat kesimpulan dari hal-hal yang telah dibahas pada bab sebelumnya. Disini dikemukakan implikasi dari penelitian tersebut dan ada kalanya disarankanpula penelitian lanjutan. Sifatnya berbeda dengan ikhtisar yang fungsinya agar pembaca mengetahui dengan cepat hasil penelitian itu sebagai keseluruhan.
g.      Lampiran
Lampiran berisi bahan yang kurang praktis atau mengganggu penyajian bila dimasukka ke dalam teks, umpamanya contoh yang panjang, peraturan, formulir dan lain-lain.
h.      Kepustakaan
Semua bahan kepustakaan, termasuk dokumen yang belum dipublikasikan, dicantumkan. Perlu sekali diperhatikan agar cara penulisannya sergam, mengikuti standar yang telah dipilih. Lampiran satu membicarakan cara menyusundatar kepustakaan[7].



C.    Format Laporan Skripsi
Sebagai langkah terakhir dalam penelitian adalah menulis hasil penelitian untuk dilaporkan kepada pihak lain. Suatu penelitian yang tidak dilaporkan kepada pihak lain hanya akan berguna bagi si peneliti itu sendiri. Ada yang mengatakan bahwa suatu penelitian baru dikatakan selesai apabila penelitian itu telah mencapai hasil yang disajikan dalam suatu laporan tertulis dalam bentuk tertentu (laporan penelitian/tesis/skripsi). Untuk bisa komunikatif laporan hendaknya disusun secara logis, sistematis dan dalam bahasa yang lugas.
Laporan dikatakan logis apabila segala keterangan yang disajikan dapat diusut alasan –alasannya atau dasar-dasarnya yang masuk akal. Laporan dikatakan sistematis apabila segala keterangan yang disajikan dapat disusun dalam urutan yang memperhatikan pertalian yang saling menunjang. Dan laporan dikatakan dalam bahasa yang lugas apabila bahasa yang digunakannya langsung menunjukan persoalan, tidak berbunga-bunga atau bertele-tele.
Tahap penulisan laporan ini relatif banyak memakan waktu. Menurut pengalaman sekitar 30 persen dari jadwal waktu penelitian dignakan untuk analisis data dan penulisan laporan. Waktu lainnya, 40 persen untuk merancang perencanaan, 20 persen untuk melakukan pekerjaan, dan 10 persen untuk pengolahan data[8].
Secara umum bentuk laporan penelitian/skripsi terdiri dari  unsur berikut:
1.      Halaman muka/judul
2.      Halaman kata pengantar
3.      Halaman daftar isi
4.      Halaman daftar tabel/gambar/peta (jika ada)
5.      Halaman daftar lampiran (jika ada )
6.      Halaman pendahuluan, yang berisi bab – mengenai :
Bab I: PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Studi
1.2  Masalah Penelitian
1.3  Hipotesis (jika ada)
1.4  Tujuan Penelitian
1.5  Metode dan Rancangan Penelitian
1.6  Sistematika Penulisan
Bab II: KERANGKA TEORISTIS (atau KERANGKA KONSEPSIONAL (jika ada))
Bab III: TINJAUAN PUSTAKA
7. Halaman hasil penelitian yang berisi bab-bab analisa hasil penelitian
8. Halaman akhir, yang berisi bab mengenai kesimpulan dan jika ada saran-saran peneliti
9. Halaman daftar pustaka
10. Halaman lampiran-lampiran.[9]
TEKNIK DAN FORMAT PENULISAN
A.    Kertas dan Marjin Ketikan
Pada umumnya kriteria kertas yang dipakai untuk penulisan laporan penelitian atau kaya ilmiah yang lain (skripsi, tesis, atau desertasi) adalah sebagi berikut:
1)      Ukuran      : kuarto (28 x 21 cm)
2)      Warna        : putih
3)      Jenis          : ketas  HVS
Sedangkan kritria margin ketikan dan susunannya adalah sebagai berikut:
1)      samping kiri dan kanan atas: 4 (empat) cm
2)      samping kanan dan bawah: 3 (tiga) cm
3)      alenia baru dimulai pada ketukan keenam
4)      judul bab menggunakan (semua) huruf kapital tanpa titik dan garis bawah
5)      sub bab diberi garis untuk masing-masing kata, sedangkan untuk sub-subbab cukup diberi titik saja[10], contoh:
6)      penomoran subjudul diketik dengan susunan sebagai berikut:
1.1...................
1.1.1...................
1.1.2..........................
7)  Hasil lembaran-lembaran tindasan (ketik maupun komputer) harus terbaca jelas
8) Untuk kesalahan kata, kalimat,ragaan, tabel, grafik, dan sebagainya dibuatkan
halaman ralat khusus atau tersendiri, dengan mencantumkan hal dan letak yang di ralat.
B.     Penomoran Halaman
Untuk penomoran halaman dibedakan nomor halaman sebagai berikut:
a.       Penomoran halaman awal (sebelum bab pertama) ditulis dengan menggunakan huruf romawi kecil, misalnya: i, ii, iii, iv, v, vi dan seterusnya
b.      Penomoran halam inti (bab pertamasampai dengan bab terakhir) ditulis dengan angka arab, misal:1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya[11].
c.       Penomoran tersebut pada point a diletakkan di bagian bawah tengah, sedangkan point b diletakkan disudut kanan atas atau kanan bawah
d.      Penomoran tabel, grafik, dan sebagainya menggunakan nomor tersebut
C.     Sumber Acuan dan Kutipan
Sumber  atau rujukan dan kutipan ditulis langsung pada alinea yang sama, dan bukan dilakukan pada catatan kaki.
1.      Dikutip Sesuai Aslinya
Dalam hal ini termasuk kutipan yang diterjemahkan sendiri oleh pengutip dicantumkan:
a.       Nama penulis atau nama marga/keluarga penulis dengan tnapa mencantumkan gelar akademik, berikutnya beri tanda koma (,);
b.      Sebutkan tahun penerbitannya dan berikutnya beri tanda titik dua (:)
c.       Cantumkan halaman yang dikutip, contoh:
Dari buku yang ditulis sendiri:
… Implementasi kebijaksanaan massa mengambang ternyata berakibat pada kemerosotan partisipasi politik masyarakat di tingkat bawah (Bambang Sunggono, 1992: 108)
Dari buku terjemahan:
       a.  menentukan sasaran
       b.  … dan seterusnya.
            (Ordiorne, 1979:75)
2.      Tidak Dikutip Persis Hanya Pokok Pikirannya
Dalam hal ini cukup dicantumkan nama penulis atau nama marga/keluarganya dan tahun penerbitan sedangkan nomor halaman yang dikutip tidak perlu dicantumkan.



3.      Kutipan Langsung
a.       Kutipan langsung berupa uraian biasa langsung ditulis dalam dua spasi, sedang kutipan yang jumlahnya maksimal 5 (lima) halaman langsung ditulis dengan atau tanpa mencantumkan tanda petik (“).
b.      Kutipan langsung yang jumlahnya lebih 5 (lima) baris ditulis dalam spasi 1 (satu) dan masuk pada ketukan keempat.
4.   Kutipan Bebas (Tidak Langsung)
Penulisan kutipan ini tidak perlu ada tanda petik (“) dan atau diketik rapat 1 (satu) spasi. Kutipan bebas (Tidak Langsung) merupakan bagian dari kalimat biasa.
5.   Catatatan Kaki
Catatan kaki hanya digunakan sebagai tempat untuk menjelaskan hal-hal yang kurang sesuai dengan penempatannya apabila dicantumkan dalam uraian, atau dapat juga berisi suatu “penafsiran”, bandingan pemikiran, atau tambahan informasi baru. Tentang catatan kaki ini berlaku hal-hal sebagai berikut:
a.       Diketik 1 (satu) spasi[12].
b.      Diberi nomor urut untuk setiap bab.
c.       Di atas catatan kaki diberi garis pembatas sepanjang 20 ketukan.
d.      Diketuk satu spasi, baris pertama masuk ketukan keenam, baris berikutnya dimulai dari margin kiri.
e.       Uraian dalam catatan kaki harus terletak pada halaman yang sama, dan tidak boleh dilanjutkan pada halaman berikutnya.
f.       Jarak antara catatan kaki satu dengan yang lain (berikutnya) adalah 11/2 spasi.
Dalam prakteknya, catatan kaki dibedakan menjadi tiga, yaitu;
a.       op. cit. singkatan operete citato, dipakai untuk mencatat kaki terhadap pengarang/penulis yang sama, judul buku/tulisan yang sama, akan tetapi diantarai oleh pengarang/penulis yang lain. Op. cit. ini digunakan untuk halaman yang berbeda.
b.      loc. Cit. singkatan loco citato digunakan sama dengan op. cit. di atas, akan tetapi untuk halaman yang sama.
c.       ibid. singkatan dari ibidem, digunakan untuk mencatat kaki pengarang/penulis dengan buku/tulisan yang sama di atasnya. Dalam hal ini halaman dapat sama atau tidak.
D.    Daftar Pustaka
Daftar pustaka meliputi tulisan-tulisan yang dipublikasikan untuk digunakan sebagai acuan atau rujukan. Berikut ini diberikan contoh-contoh penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
1.   Dari Buku
a.       Tuliskan nama pengarang/penulis
b.      Judul buku digaris bawahi
c.       Terhadap pengarang yang banyak, cantumkan nama pengarang pertama, sedang yang lain diganti “dan kawan-kawan” (dkk. Atau et.al)
d.      Bila pengarang tersebut merupakan editor, dibelakangnya langsung diberi (ed.)
e.       Penerbit dan tahun penerbitan apabila tidak ada diganti (ttp.) dan (tth.); sedangkan kota penerbitan apabila tidak ada tidak perlu dicantumkan
f.       Ketikan mulai dari margin kiri, baris selanjutnya mulai masuk pada ketukan keenam
g.      Terhadap nama pengarang yang sama, berikutnya diganti dengan garis sepanjang 8 ketukan
h.      Mulai dengan abjad paling awal, dan seterusnya diurut sesuai abjad
i.        Apabila nama pengarang tidak ada, diganti dengan anonym
j.        Diketik dalam satu spasi dan jarak antara daftar pustaka satu dan yang lain ialah 11/2 spasi.



2.   Dari majalah atau Jurnal atau Surat Kabar
a.       Judul tulisan dibawah tanda petik (“)
b.      Nama majalah, jurnal, atau surat kabar digaris bawahi
c.       Cantumkan saat penerbitan, missal: seri, tanggal, bulan dan tahun.
3.   Kertas Kerja (Seminar, Simposium! Diskusi Panel dan Sebagainya)
Sama dengan tata cara di atas, dengan perbedaan, yaitu kertas kerja atau makalah digaris bawahi.
4.   Dari Penerbitan Resmi
Contoh:
Direktoral Pembangunan Masyarakat Desa, 1974, Dasar-dasar Penyusunan Tata Desa, Departemen Dalam Negeri, Jakarta.
5.   Peraturan Perundang-undangan
Untuk penulisan peraturan perundang-undangan RI yang ada, tuliskan sesuai dengan hierarki yang dianut.
Contoh:
Undang-Undang Dasar 1945
Undang-Undang Nomor 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman.
6.   Putusan Pengadilan
Contoh:
Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia tanggal 4 Februari 1993, Nomor Reg. 1479 K/Pid/1989.









E.   Penyajian Data
Penyajian data dapat dalam bentuk tabel atau grafik. Tabel dapat berupa tabel referensi atau berupa tabel ringkasan. Sedangkan grafik dapat terdiri dari diagram (curve); diagram kolom; diagram lingkar; piktograf atau peta statistic. Satuan pengukuran (Rp.; Kg.; km.; dan lain-lain) dan sumbernya diletakkan.












BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Pada bagian kesimpulan dikemukakan implikasi dari sebuah penelitian dan sifatnya berbeda dengan ikhtisar yang fungsinya agar pembaca dapat mengetahui dengan cepat hasil penelitian itu sebagai keseluruhan.
Untuk dapat memulai proses penulisan dari awal penelitian, maka terlebih dahulu peneliti merancang sebuah garis besar laporan, bersamaan waktunya dengan pada waktu mengajukan desain penelitian dan juga perlu dikumpulkannya informasi dari berbagai pihak, dari mana aturan itu dapat diperoleh.
Ada yang mengatakan bahwa suatu penelitian baru dikatakan selesai apabila penelitian itu telah mencapai hasil yang disajikan dalam suatu laporan tertulis dalam bentuk tertentu (laporan penelitian/tesis/skripsi). Untuk bisa komunikatif laporan hendaknya disusun secara logis, sistematis dan dalam bahasa yang lugas. Laporan dikatakan logis apabila segala keterangan yang disajikan dapat diusut alasan –alasannya atau dasar-dasarnya yang masuk akal. Laporan dikatakan sistematis apabila segala keterangan yang disajikan dapat disusun dalam urutan yang memperhatikan pertalian yang saling menunjang. Dan laporan dikatakan dalam bahasa yang lugas apabila bahasa yang digunakannya langsung menunjukan persoalan, tidak berbunga-bunga atau bertele-tele.









DAFTAR PUSTAKA
Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 1982. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES
Sunggono, Bambang. 1997. Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Adi, Rianto. 2005. Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum. Jakarta: Granit
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta



[1] Masri Singarimbun, Metode Penelitian Survai, (Jakarta:LP3ES, 1983), hlm 249
[2] Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Taktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm 385
[3] Ibid.
[4] Ibid., hlm. 396.
[5] Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Taktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm 397
[6] Masri Sangarimbun, Metode Penelitian Survai, (Jakarta:LP3ES, 1983), hlm 248
[7] Ibid., hlm. 249.
[8] Rianto Adi, Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum, (Jakarta: GRANIT, 2004) hlm 152
[9] Ibid., hlm. 154.
[10] Bambang Sugono, Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006), hlm135
[11] Ibid., hlm. 136.
[12] Ibid., hlm. 141.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar