MENGORGANISIR PERUMUSAN
KESIMPULAN PENELITIAN, FORMAT LAPORAN PENELITIAN, DAN LAPORAN SKRIPSI
Dibuat guna memenuhi mata kuliah
Metodologi Penelitian
Dosen Pengampu : Muhammad Ulil Abshor,
M.H
Disusun
Oleh :
1. Rohimatul
Ulfa (33020180071)
2. Rafi
Muchammad Nashruddin Umam (33020180170)
JURUSAN
HUKUM EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS SYARIAH
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI SALATIGA
TAHUN AKADEMIK 2019/2020
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
“Mengorganisir Perumusan Kesimpulan Penelitian, Format Laporan, dan Laporan
Skripsi”.
Dengan
ini penulis menghaturkan banyak terima kasih atas segala bantuan baik dari
moril maupun materil kepada semua pihak yang telah membantu sehingga penulisan
makalah ini dapat diselesaikan
Kami
menyadari bahwa makalah ini masihmasih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang berifat membangun sangat kami harapkan
demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata kami ucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang telah berperan serta dalam menyusun makalah inidari awal sampai
akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.
Salatiga, September
2019
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar..................................................................................................................
Daftar Isi...................................................................................................................
BAB I
Pendahuluan.............................................................................................................
A. Latar
Belakang...............................................................................................
B. Rumusan
Masalah..........................................................................................
BAB II Pembahasan..............................................................................................................
A.
Mengorganisir Perumusan Kesimpulan Penelitian........................................
B.
Membuat Laporan Penelitian.........................................................................
C. Laporan
Skripsi..............................................................................................
BAB III Penutup.....................................................................................................................
A. Kesimpulan....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................
BAB
I
Pendahuluan
A.
Latar
Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu
diperhadapkan dengan berbagai persoalan atau permasalahan, ada masalah-masalah
yang bersifat kompleks atau rumit yang pemecahannya menuntut dan memerlukan
pengumpulan sejumlah data pendukung yang dipergunakan untuk membuat keputusan
dan menarik kesimpulan, dari masalah yang dipilih dapat menentukan perumusan
masalah, tujuan, hipotesis, kajian pustaka yang akan digunakan pada suatu
metodologi penilitian.
Olehnya itu makalah ini akan
membahas tata cara membuat laporan, baik itu laporan penelitian maupun skripsi.
Dari teknik dan format penulisan sampai
perumusan kesimpulan penelitian.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
perumusan kesimpulan penelitian?
2. Bagaimana
format laporan penelitian?
3. Bagaimana
format laporan skripsi?
BAB
II
Pembahasan
A.
Perumusan
Kesimpulan Penelitian
Pada bagian kesimpulan
dikemukakan implikasi dari sebuah penelitian dan ada kalanya disarankan
pula penelitian lanjutan. Sifatnya berbeda dengan ikhtisar yang
fungsinya agar pembaca dapat mengetahui dengan cepat hasil penelitian itu
sebagai keseluruhan.[1]
Kita memperoleh suatu
petunjuk bahwa suatu kesimpulan dalam penelitian bukanlah merupakan suatu
karangan atau diambil dari pembicaraan-pembicaraan lain, akan tetapi hasil
suatu proses tertentu yaitu “menarik”, dalam arti “memindahkan” sesuatu dari
suatu tempat ke tempat lain.[2]
Menarik kesimpulan penelitian selalu harus mendasarkan diri atas semua data
yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. Dengan kata lain, penarikan
kesmipulan harus didasarkan atas data, bukan atas angan-angan atau keinginan
peneliti. Adalah salah besar apabila kelompok peneliti membuat kesimpulan yang
bertujuan menyenangkan hati pemesan, dengan cara manipulasi data.
Bagian pokok dan merupakan
pengarah kegiatan penelitian adalah perumusan problematik. Di dalam problematik
ini peneliti mengajukan pertanyaan terhadap dirinya tentang hal-hal yang akan
dicari jawabnya melalui kegiatan penelitian. Sehubungan dengan pertanyaan
inilah maka peneliti mencoba mencari jawaban sementara yang disebut hipotesis,
sedangkan kesimpulan yang ditarik berdasarkan data yang telah dikumpulkan,
adalah merupakan jawaban, benar-benar jawaban yang dicari, walaupun
tidak selalu menyenangkan hatinya.
|
![]() |
Apabila kesimpulan
penelitian merupakan jawaban dari problematik yang dikemukakan, maka isi maupun
banyaknya kesimpulan yang dibuat juga harus sama dengan isi dan banyaknya
problematic.
B.
Format
Laporan Penelitian
Untuk
dapat memulai proses penulisan
dari awal penelitian, maka terlebih dahulu peneliti merancang sebuah garis
besar laporan, bersamaan waktunya dengan pada waktu mengajukan desain
penelitian. Namun demikian, kadang-kadang setiap fakultas atau perguruan tinggi
mempunyai aturan-aturan tersendiri mengenai peraturan format laporannya. Oleh
karena itu, perlu dikumpulkan informasi dari berbagai pihak, dari mana aturan
itu dapat diperoleh.
Apabila
sudah memiliki format yang mantap, maka peneliti mulai menulis apa yang perlu
dituliskan, walaupun masih dalam kertas lepas-lepas. Pada waktu kita berbicara
tentang studi kepustakaan, sudah pula dijelaskan bahwa sistem kartu, akan
sangat membantu pekerjaan penulis laporan, paling tidak unruk mengisi bagian
tinjauan kepustakaan.
Menyediakan
map untuk setiap bab laporan yang akan disusun, adalah suatu cara yang cukup
bijaksana. Dengan demikian, maka peneliti menyediakan map sebanyak bab yang
akan termuat dalam laporan. Dengan cara ini maka begitu terlewati satu proses
penelitian, segera map yang sudah disediakan diisi dengan catatan atau tulisan
yang berkaitan.[4]
Telah
disebutkan bahwa banyak sekali format laporan yang dapatdigunakan, yang
sebenarnya ini yang dicakupnya sama. Yang menyebabkan adanya perbedaan adalah:
a. Urutan
penyajian.
b. Penekanan
materi yang dilaporkan
c. Pandangan
perlu tidaknya suatu bagian disampaikan kepada pembaca.
Sehubung dengan format, Burroughs
mengatakan bahwa perbedaan format bukanlah hal yang begitu penting untuk
dimasalahkan. Yang penting diperhatikan adalah:
a. Bahwa
pembaca dapat memahami dengan jelas apa yang yang telah dilakukan oleh
peneliti, apa tujuannya dan bagaimana hasilnya.
b. Bahwa
langkah dan medannya jelas sehingga pembaca dapat mengulangi proses penelitian
itu apabila ia menghendaki.[5]
Laporan
penelitian yang lengkap tidak hanya menyajikan hasil penelitian tetapi juga
proses penelitian itu sebagai keseluruhan. Dengan demikian, seorang yang
membacanya dapat menempatkannya ke dalam konteks ilmiah secara umum dan menilai
apakah metode, data dan kesimpulannya memadai. Akhirnya pembacalah yang
memberikan penilain terakhir tentang dan
pentingnya hasil oenelitian itu[6].
Tidak
semua pembaca menelaah laporan penelitian dari halaman pertama sampai halaman
terakhir. Pembagian yang baik atas bab-bab dan bagian dari bab akan menolong pembaca
memilih apa yang ingin di bacanya. Pembagian isi laporan itu secara berurutan
dapat sebagi berikut:
a. Judul
laporan
Judul sebaiknya jelas,
ringkas dan menggambarkan isi. Bandingkanlah contoh-contoh berikut: “Suatu
studi tentang Pengetahuan, Sikap, dan Praktek mansyarakat terhadap Keluarga
Berencana di Bengkulu” diganti menjadi
“Pengetahuan, sikap dan praktek keluarga berncan di Bengkulu”. “Media RRI
Surakarta sebagai komplemenpada efek penyebaran luasan gagasan Keluarga
Berencana di Kabupaten Klaten” diganti menjadi “Efek siaran radio terhadap
penyebar luasangagasan Keluarga Berencana; sebuah studi kasus di Kbupaten
Klaten”.
b. Kata
pengantar
Kata pengantar biasanya
pendek, sekitar satu halaman, disitu dikemukakan tujuan penelitian, masalah
yang dihalaman, disitu dikemukakan tujuan penelitian, ,masalah yang di hadapi,
siapa yang mensponsorinya dan ucapan terima kasih kepada yang memberikan
bantuan. Kata pengantar dapat ditulis oleh peneliti atau badan yang
mensponsori.
c. Daftar
isi
Ada kalanya daftar isi terdapat
pada bagian belakang laporan ilmiah tapi kami merasa lebih baik ditempatkan
dibagian depan. Daftar isi ini menunjukan bagian-bagian dari laporan dan disitudapat
dilihat hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya. Untuk tabel,
diagram, peta dan gambar (kalau ada) masing-masing dibuat daftar isi
tersendiri.
d. Pendahuluan
Dalam bagian ini
pembaca diantarkan kepada perumusan masalah, ruang lingkup, kegunaan teoritis
dan praktis dari laporan dan metodologi. Jadi ia mencakup latar belakang
penelitian, metode penelitian, cara pemprosesan
data dan analisis data, termasuk prosedur statistik yang ditempuh.
e. Tubuh
laporan
Bab-babnya merupakan
bagian yang pokok dari laporan tersebut. Melalui berbagai teknik analisa yang
digunakan dilaporan tersebut. Melalui berbagai teknika nalisan yang digunakan
disini terurai apa yang ditemukan dalam penelitian itu. Tiap bab membahas satu
masalah pokok dan bab-bab itu merupakan rangkain yang ketat hubungannya dengan
tema pokok.
f. Kesimpulan
Bab ini membuat
kesimpulan dari hal-hal yang telah dibahas pada bab sebelumnya. Disini
dikemukakan implikasi dari penelitian tersebut dan ada kalanya disarankanpula
penelitian lanjutan. Sifatnya berbeda dengan ikhtisar yang fungsinya agar
pembaca mengetahui dengan cepat hasil penelitian itu sebagai keseluruhan.
g. Lampiran
Lampiran berisi bahan
yang kurang praktis atau mengganggu penyajian bila dimasukka ke dalam teks,
umpamanya contoh yang panjang, peraturan, formulir dan lain-lain.
h. Kepustakaan
Semua bahan
kepustakaan, termasuk dokumen yang belum dipublikasikan, dicantumkan. Perlu
sekali diperhatikan agar cara penulisannya sergam, mengikuti standar yang telah
dipilih. Lampiran satu membicarakan cara menyusundatar kepustakaan[7].
C.
Format
Laporan Skripsi
Sebagai
langkah terakhir dalam penelitian adalah menulis hasil penelitian untuk
dilaporkan kepada pihak lain. Suatu penelitian yang tidak dilaporkan kepada
pihak lain hanya akan berguna bagi si peneliti itu sendiri. Ada yang mengatakan
bahwa suatu penelitian baru dikatakan
selesai apabila penelitian itu telah mencapai hasil yang disajikan dalam suatu
laporan tertulis dalam bentuk tertentu (laporan penelitian/tesis/skripsi). Untuk
bisa komunikatif laporan hendaknya disusun secara logis, sistematis dan dalam
bahasa yang lugas.
Laporan
dikatakan logis apabila segala
keterangan yang disajikan dapat diusut alasan –alasannya atau dasar-dasarnya
yang masuk akal. Laporan dikatakan sistematis apabila segala keterangan yang
disajikan dapat disusun dalam urutan yang memperhatikan pertalian yang saling
menunjang. Dan laporan dikatakan dalam bahasa yang lugas apabila bahasa yang
digunakannya langsung menunjukan persoalan, tidak berbunga-bunga atau
bertele-tele.
Tahap
penulisan laporan ini relatif banyak memakan waktu. Menurut pengalaman sekitar 30 persen dari jadwal
waktu penelitian dignakan untuk analisis data dan penulisan laporan. Waktu
lainnya, 40 persen untuk
merancang perencanaan, 20 persen untuk melakukan pekerjaan, dan 10 persen untuk
pengolahan data[8].
Secara
umum bentuk laporan penelitian/skripsi terdiri dari unsur berikut:
1. Halaman
muka/judul
2. Halaman
kata pengantar
3. Halaman
daftar isi
4. Halaman
daftar tabel/gambar/peta (jika ada)
5. Halaman
daftar lampiran (jika ada )
6. Halaman
pendahuluan, yang berisi bab – mengenai :
Bab I: PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Studi
1.2 Masalah
Penelitian
1.3 Hipotesis
(jika ada)
1.4 Tujuan
Penelitian
1.5 Metode
dan Rancangan Penelitian
1.6 Sistematika
Penulisan
Bab
II: KERANGKA TEORISTIS (atau KERANGKA KONSEPSIONAL (jika ada))
Bab
III: TINJAUAN PUSTAKA
7.
Halaman hasil penelitian yang berisi bab-bab analisa hasil penelitian
8.
Halaman akhir, yang berisi bab mengenai kesimpulan dan jika ada saran-saran
peneliti
9.
Halaman daftar pustaka
10.
Halaman lampiran-lampiran.[9]
TEKNIK DAN FORMAT
PENULISAN
A. Kertas
dan Marjin Ketikan
Pada
umumnya kriteria kertas yang dipakai untuk penulisan laporan penelitian atau
kaya ilmiah yang lain (skripsi, tesis, atau desertasi) adalah sebagi berikut:
1) Ukuran : kuarto (28 x 21 cm)
2) Warna : putih
3) Jenis : ketas HVS
Sedangkan
kritria margin ketikan dan susunannya adalah sebagai berikut:
1) samping
kiri dan kanan atas: 4 (empat) cm
2) samping
kanan dan bawah: 3 (tiga) cm
3) alenia
baru dimulai pada ketukan keenam
4) judul
bab menggunakan (semua) huruf kapital tanpa titik dan garis bawah
5) sub bab diberi garis untuk
masing-masing kata, sedangkan untuk sub-subbab cukup diberi titik saja[10],
contoh:

6) penomoran
subjudul diketik dengan susunan sebagai berikut:
1.1...................
1.1.1...................
1.1.2..........................
7)
Hasil lembaran-lembaran tindasan (ketik
maupun komputer) harus terbaca jelas
8)
Untuk kesalahan kata, kalimat,ragaan, tabel, grafik, dan sebagainya dibuatkan
halaman
ralat khusus atau tersendiri, dengan mencantumkan hal dan letak yang di ralat.
B. Penomoran
Halaman
Untuk
penomoran halaman dibedakan nomor halaman sebagai berikut:
a. Penomoran
halaman awal (sebelum bab pertama) ditulis dengan menggunakan huruf romawi
kecil, misalnya: i, ii, iii, iv, v, vi dan seterusnya
b. Penomoran
halam inti (bab pertamasampai dengan bab terakhir) ditulis dengan angka arab,
misal:1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya[11].
c. Penomoran
tersebut pada point a diletakkan di bagian bawah tengah, sedangkan point b
diletakkan disudut kanan atas atau kanan bawah
d. Penomoran
tabel, grafik, dan sebagainya menggunakan nomor tersebut
C. Sumber
Acuan dan Kutipan
Sumber atau rujukan dan kutipan ditulis langsung
pada alinea yang sama, dan bukan dilakukan pada catatan kaki.
1.
Dikutip Sesuai Aslinya
Dalam hal ini termasuk
kutipan yang diterjemahkan
sendiri
oleh pengutip dicantumkan:
a. Nama
penulis atau nama marga/keluarga penulis dengan tnapa mencantumkan gelar
akademik, berikutnya beri tanda koma (,);
b. Sebutkan
tahun penerbitannya
dan berikutnya beri tanda titik dua
(:)
c. Cantumkan halaman yang dikutip, contoh:
Dari
buku yang ditulis sendiri:
…
Implementasi kebijaksanaan massa mengambang ternyata berakibat pada kemerosotan
partisipasi politik masyarakat di tingkat bawah (Bambang Sunggono, 1992: 108)
Dari
buku terjemahan:
a.
menentukan sasaran
b.
… dan seterusnya.
(Ordiorne, 1979:75)
2.
Tidak
Dikutip Persis Hanya Pokok Pikirannya
Dalam
hal ini cukup dicantumkan nama penulis atau nama marga/keluarganya dan
tahun penerbitan sedangkan nomor halaman yang dikutip tidak perlu dicantumkan.
3.
Kutipan
Langsung
a.
Kutipan langsung
berupa uraian biasa langsung ditulis dalam dua spasi, sedang kutipan yang
jumlahnya maksimal 5 (lima) halaman langsung ditulis dengan atau tanpa
mencantumkan tanda petik (“).
b.
Kutipan langsung
yang jumlahnya lebih 5 (lima) baris ditulis dalam spasi 1 (satu) dan masuk pada
ketukan keempat.
4. Kutipan
Bebas (Tidak Langsung)
Penulisan
kutipan ini tidak perlu ada tanda petik (“) dan atau diketik rapat 1 (satu)
spasi. Kutipan bebas (Tidak Langsung) merupakan bagian dari kalimat biasa.
5. Catatatan
Kaki
Catatan
kaki hanya digunakan sebagai tempat untuk menjelaskan hal-hal yang kurang
sesuai dengan penempatannya apabila dicantumkan dalam uraian, atau dapat juga
berisi suatu “penafsiran”, bandingan pemikiran, atau tambahan informasi baru.
Tentang catatan kaki ini berlaku hal-hal sebagai berikut:
a.
Diketik 1 (satu)
spasi[12].
b.
Diberi nomor
urut untuk setiap bab.
c.
Di atas catatan
kaki diberi garis pembatas sepanjang 20 ketukan.
d.
Diketuk satu
spasi, baris pertama masuk ketukan keenam, baris berikutnya dimulai dari margin
kiri.
e.
Uraian dalam
catatan kaki harus terletak pada halaman yang sama, dan tidak boleh dilanjutkan
pada halaman berikutnya.
f.
Jarak antara
catatan kaki satu dengan yang lain (berikutnya) adalah 11/2 spasi.
Dalam
prakteknya, catatan kaki dibedakan menjadi tiga, yaitu;
a.
op. cit.
singkatan operete citato, dipakai untuk mencatat kaki terhadap
pengarang/penulis yang sama, judul buku/tulisan yang sama, akan tetapi
diantarai oleh pengarang/penulis yang lain. Op. cit. ini digunakan untuk
halaman yang berbeda.
b.
loc. Cit.
singkatan loco citato digunakan sama dengan op. cit. di atas, akan
tetapi untuk halaman yang sama.
c.
ibid. singkatan
dari ibidem, digunakan untuk mencatat kaki pengarang/penulis dengan
buku/tulisan yang sama di atasnya. Dalam hal ini halaman dapat sama atau tidak.
D.
Daftar Pustaka
Daftar pustaka meliputi tulisan-tulisan yang
dipublikasikan untuk digunakan sebagai acuan atau rujukan. Berikut ini
diberikan contoh-contoh penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
1. Dari Buku
a.
Tuliskan nama
pengarang/penulis
b.
Judul buku
digaris bawahi
c.
Terhadap
pengarang yang banyak, cantumkan nama pengarang pertama, sedang yang lain
diganti “dan kawan-kawan” (dkk. Atau et.al)
d.
Bila pengarang
tersebut merupakan editor, dibelakangnya langsung diberi (ed.)
e.
Penerbit dan
tahun penerbitan apabila tidak ada diganti (ttp.) dan (tth.); sedangkan kota
penerbitan apabila tidak ada tidak perlu dicantumkan
f.
Ketikan mulai
dari margin kiri, baris selanjutnya mulai masuk pada ketukan keenam
g.
Terhadap nama
pengarang yang sama, berikutnya diganti dengan garis sepanjang 8 ketukan
h.
Mulai dengan
abjad paling awal, dan seterusnya diurut sesuai abjad
i.
Apabila nama
pengarang tidak ada, diganti dengan anonym
j.
Diketik dalam
satu spasi dan jarak antara daftar pustaka satu dan yang lain ialah 11/2 spasi.
2. Dari
majalah atau Jurnal atau Surat Kabar
a.
Judul tulisan
dibawah tanda petik (“)
b.
Nama majalah,
jurnal, atau surat kabar digaris bawahi
c.
Cantumkan saat
penerbitan, missal: seri, tanggal, bulan dan tahun.
3. Kertas
Kerja (Seminar, Simposium! Diskusi Panel dan Sebagainya)
Sama
dengan tata cara di atas, dengan perbedaan, yaitu kertas kerja atau makalah
digaris bawahi.
4. Dari Penerbitan
Resmi
Contoh:
Direktoral Pembangunan Masyarakat Desa, 1974,
Dasar-dasar Penyusunan Tata Desa, Departemen Dalam Negeri, Jakarta.
5. Peraturan
Perundang-undangan
Untuk
penulisan peraturan perundang-undangan RI yang ada, tuliskan sesuai dengan hierarki
yang dianut.
Contoh:
Undang-Undang
Dasar 1945
Undang-Undang Nomor 14 tahun 1970 tentang
Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman.
6. Putusan
Pengadilan
Contoh:
Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia tanggal 4
Februari 1993, Nomor Reg. 1479 K/Pid/1989.
E. Penyajian Data
Penyajian data dapat dalam bentuk tabel atau grafik.
Tabel dapat berupa tabel referensi atau berupa tabel ringkasan. Sedangkan
grafik dapat terdiri dari diagram (curve); diagram kolom; diagram
lingkar; piktograf atau peta statistic. Satuan pengukuran (Rp.; Kg.; km.; dan
lain-lain) dan sumbernya diletakkan.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada bagian kesimpulan
dikemukakan implikasi dari sebuah penelitian dan sifatnya berbeda dengan
ikhtisar yang fungsinya agar pembaca dapat mengetahui dengan cepat hasil
penelitian itu sebagai keseluruhan.
Untuk
dapat memulai proses penulisan
dari awal penelitian, maka terlebih dahulu peneliti merancang sebuah garis
besar laporan, bersamaan waktunya dengan pada waktu mengajukan desain
penelitian dan juga perlu
dikumpulkannya
informasi dari berbagai pihak, dari mana aturan itu dapat diperoleh.
Ada
yang mengatakan bahwa suatu penelitian baru dikatakan selesai apabila
penelitian itu telah mencapai hasil yang disajikan dalam suatu laporan tertulis
dalam bentuk tertentu (laporan penelitian/tesis/skripsi). Untuk bisa
komunikatif laporan hendaknya disusun secara logis, sistematis dan dalam bahasa
yang lugas. Laporan dikatakan
logis apabila segala keterangan yang disajikan dapat diusut alasan –alasannya
atau dasar-dasarnya yang masuk akal. Laporan dikatakan sistematis apabila
segala keterangan yang disajikan dapat disusun dalam urutan yang memperhatikan
pertalian yang saling menunjang. Dan laporan dikatakan dalam bahasa yang lugas
apabila bahasa yang digunakannya langsung menunjukan persoalan, tidak
berbunga-bunga atau bertele-tele.
DAFTAR PUSTAKA
Singarimbun,
Masri dan Sofian Effendi. 1982. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES
Sunggono,
Bambang. 1997. Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada
Adi,
Rianto. 2005. Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum. Jakarta: Granit
Arikunto,
Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
PT Rineka Cipta
[2] Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Taktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm 385
[5] Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Taktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm 397
[6] Masri Sangarimbun, Metode
Penelitian Survai, (Jakarta:LP3ES, 1983), hlm 248
[8] Rianto Adi, Metodologi
Penelitian Sosial dan Hukum, (Jakarta: GRANIT, 2004) hlm 152
[10] Bambang Sugono, Metodologi
Penelitian Hukum, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006), hlm135


Tidak ada komentar:
Posting Komentar