Minggu, 24 November 2019

Sejarah Masjid Nurul Huda desa Kismo Budoyo, Banaran SMS1

 "SEJARAH BERDIRINYA MASJID NURUL HUDA DI DESA KISMO BUDOYO,BANARAN,BOYOLALI"

    "Di susun guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah sejarah peradaban islam"

Dosen pengampu :
Khoirul Anwar, M.Ag.
Disusun oleh :
Latif nafi'udin aamsyar(33010190160)

                                                     HUKUM KELUARGA ISLAM
                                                          FAKULTAS SSYARIAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI SALATIGA 2019


Sejarah Berdirinya Masjid Nurul Huda di Desa Kismo Budoyo

 masjid nurul huda di bangun pada tahun 1966 di desa Kismo budoyo,banaran,boyolali. pada tahun ini awal mulanya masjid nurul huda di musyawarah kan dan di dirikan, masjid nurul huda awalnya adalah rumah masyarakat setempat yang bernama"pak Wiro"rumah beliau yang di bongkar kemudian di jadikan masjid di tahun 1966.
       kemudian pada tahun 1967 baru terbentuk bangunan yang berupa rumah (masjid). rumah tersebut menghadap sebelah utara yang berbentuk persegi panjang, yaitu seperti rumah orang jawa di waktu itu, waktu itu panjangnya kira-kira 8 persegi dan lebar nya kira-kira 4 persegi, inilah panjang dan lebar ruangan di dalam masjid, lalu letak pengimamanya berada di sebalah barat, pada waktu itu pengimaman tanahnya masih mengikuti tanah warga sekitar yang bernama"mbah bani".
setelah itu barulah di kasih kubah, pada waktu itu masih beralaskan keloso mendong(tikar anyaman) biasanya suka di makan oleh rayap(hewan sejenis semut) jadinya orang-orang di waktu itu ketika sujud terdengar suara rayap memakan keloso mendong: kritik kritik kritik suara rayap memakan kelosomendong.

Pada waktu itu masjid masih di urusi oleh mbah muspan dan mbah bani, pada waktu itu mbah muspan masih mengurusi di dalam bidang ke uangan yang setiap 1 kali di hari jumat memberikan ke pada istrinya mbah Wiro, dan di jumat lain di masukan di dalam kas masjid inilah keuangan dalam 1 bulan di masjid tersebut.
   
lalu pada tahun 1995 barulah di tegeel (sejenis dengan di kramik), pada waktu itu tegel di ambil dari lungsuran masjid karang kepoh di desa sebelah,setelah itu beberapa hari kemudian barulah tegeel di ganti dengan kramik.
setelah itu pergantian generasi, dari generasi tua di ganti generasi muda yaitu marjudi dan kawan-kawan. marjudi dan kawan-kawan pada tahun 1999 membangun depan masjid yang berupa emperan (serambi). pada waktu itu serambi masjid kira-kira lebar nya masih 1 m dan panjangnya 8 m persegi
pada waktu itu pak Wiro masih hidup, setelah pak Wiro meninggal dunia serambi pun di perluas kira kira selebar 2 m,karena tanah tersebut aslinya adalah milik pak Wiro yaitu tanah yang di waqofkan untuk di jadikan tempat untuk beribadah(masjid).

setelah beberapa hari kemudian jadilah sebuah masjid yang indah dan bagus, lalu setelah masjid sudah selesai di bangun, barulah diadakan kumpulan yang beranggotakan: pak taril, mbah bani, kang pauzan, pak biono, pak parno,pak sarno, dll. pada waktu itu datanglah sebuah ide dari pak biono untuk menamai masjid tersebut dengan nama masjid attakwa tetapi ada pendapat lain yaitu dari mbah basor, yang mengusul kan nama masjid nurul huda.

kemudian mbah basor menjelaskan bahwa nama at-taqwa tidak cocok dengan keadaan masyarakat sekitar yang masih suka melaksanakan maksiat berupa berjudi,beliau beranggapan bahwa nama At-Taqwa itu tidak pas dengan masyarakat sekitar yang masih suka berjdi tapi kalau di namakan dengan nurul huda beliau berharap masyarakat mendapatkan petunjuk terlebih dahulu baru taqwa kepada Allah.swt.
setelah penjelasan dari mbah basor selesai barulah kesepakatan nama nurul huda disahkan, di situlah awal mula penamaan masjid nurul huda di desa Kismo budoyo, banaran, boyolali.
       pada waktu itu masjid masih di imami oleh mbah dirjo,dan di masjid terdapat pengajian rutinan yang dipimpin oleh mbah basor,dan salah satu tokoh besar pendiri masjid nurul huda mempunyai ide akan di adakan pengajian,dengan di adakan ide tersebut beliau berharap semoga ide beliau dapat berjalan hinga sekarang,pengajian itu dulu nya di rutin kan pada malam ahad legi setelah berjalan beberapa bulan ternyata pengajian di malam ahad legi bertabrakan dengan pengajian yang ada di sebelah desa,lalu pengajian rutinan tersebut di ganti pada malam ahad pon sampai sekarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar