Sabtu, 23 November 2019

Makalah tentang Paragraf SMS1


 “PARAGRAF”
“Makalah ini di susun dalam rangka memenuhi salah satu Tugas kelompok pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Nisa Afifah, S.S.M.Hum.
DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK III
1.      Muhammad Ova L.B.H           (33010190142)
2.      Vina Indras Arviana                 (33010190121)
3.      Niken Ayu Widowati               (33010190158)
4.      Anna Muntadhirotussa’adah    (33010190147)
5.      Lu’luil Maknun                        (33010190125)
6.      Aufa Nuha Ikhsani                   (33010190128)
7.      Tedi Bayu Andika                    (33010190127)

FAKULTAS SYARI’AH
PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM KELAS D
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2019

i
 

KATA PENGANTAR


     Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T, atas segala rahmat dan karunia-Nya, tak lupa sholawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Besar Muhammad S.A.W atas petunjuk dan risalah-Nya. Sehingga, makalah bejudul “PARAGRAF” ini dapat kami selesaikan dengan lancar dan rapi pada mata kuliah Bahasa Indonesia.  Dan tak lupa  kami ucapkan atas doa restu juga dorongan dari berbagai pihak yang telah membantu kami dalam menyusun makalah ini. Terutama kepada beliau guru pembimbing kami yang senantiasa memberikan dukungan serta bimbingannya.

     Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu, kami memohon maaf sebesar-besarnya dan kami sangat menghargai atas akan saran dan kritik untuk membangun makalah ini menjadi lebih baik. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga melalui makalah ini dapat memberikan manfaat dan wawasan bagi kita semua.














ii
 

DAFTAR ISI

1, HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………..….i
2. KATA PENGANTAR……………………………………………………………………...ii
3. DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….iii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………..1
A.    Latar Belakang…………………………………………………………………….1
B.     Rumusan Masalah…………………………………………………………………1
C.     Tujuan……………………………………………………………………………...1
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………2
A.    Definisi Paragraf…………………………………………………………………2
B.     Ciri-ciri Paragraf…………………………………………………………………...2
C.     Syarat-syarat Pembentukan Paragraf……………………………………………....3
D.    Pola Pengembangan Paragraf……………………………………………………...5
E.     Jenis-jenis Paragraf………………………………………………………………...6
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………..10
A.    Kesimpulan……………………………………………………………………...10
B.     Kritik dan Saran…………………………………………………………………..10
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………...11
LAMPIRAN………………………………………………………………………………….12


iii
 

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
     Biasanya kesulitan yang kita hadapi dalam menuangkan sebuah pikiran adalah mengungkapkannya menjadi kalimat dalam bahasa ilmiah. Sering sekali kita menjumpai kesalahan dalam membedakan antara kalimat dan paragraf. Padahal, gabungan antara kalimatlah yang membentuk suatu paragraf.

     Dalam kenyataannya kadang-kadang kita menemukan sebuah paragraf yang hanya terdiri dari satu kalimat, yang sebenarnya itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan kali ini wujud paragraf seperti itu dianggap sebagai pengecualian karena paragraf semacam itu jarang dipakai dalam karya tulis ilmiah.

B.     Rumusan Masalah
-          Apakah yang dimaksud dengan paragraf?
-          Bagaimanakah ciri-ciri sebuah paragraf?
-          Apa sajakah syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menyusun sebuah paragraf?
-          Ada berapakah cara untuk mengembangkan sebuah paragraf?
-          Apa sajakah jenis-jenis paragraf yang ada?

C.    Tujuan
     Adapun tujuan pembahasan materi ini adalah untuk memahami apa itu paragraf, mulai dari pengertian, ciri-ciri, syarat-syarat pembentukan paragraf, pola pengembangan paragraf, serta jenis-jenis paragraf.



1
 

BAB II
PEMBAHASAN


A.    Definisi Paragraf

     Dalam KBBI, paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru).

     Sedangkan menurut Akhaidah dan kawan-kawan (1999:144) paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan.

      Sedangkan definisi paragraf menurut kami adalah gabungan dari beberapa kalimat yang mengandung suatu ide pokok atau gagasan utama, dan biasanya diawali dengan garis baru yang letaknya menjorok kedalam.

B.     Ciri-ciri Paragraf

     Dilihat dari segi penulisan umumnya diawali dengan garis baru yang letaknya menjorok kedalam. Sedangkan dilihat dari strukturnya, paragraf memiliki delapan kemungkinan. Yaitu :
-          Paragraf terdiri dari transisi kalimat, kalimat topik, kalimat pengembang, dan kalimat penegas.
-          Paragraf terdiri dari transisi berupa kata, kalimat topik, kalimat pengembang, dan kalimat penegas.
-          Paragraf terdiri dari kalimat topik, kalimat pengembang, dan kalimat penegas
-          Paragraf terdiri dari transisi berupa kata, kalimat topik, dan kalimat pengembang.


2

-          Paragraf terdiri dari transisi berupa kalimat, kalimat topik, dan kalimat pengembang.
-          Paragraf terdiri dari kalimat topik dan kalimat pengembang.
-          Paragraf terdiri dari kalimat pengembang dan kalimat topik1

C.    Syarat-syarat Pembentukan Paragraf

      Syarat-syarat dalam membuat sebuah paragraf yang baik ada tiga. Yaitu : Kelengkapan paragraf, Kesatuan paragraf, Kepaduan paragraf.

1.      Kelengkapan Paragraf
      Menurut Akhadiah (1992 : 152), suatu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat perincian yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat topik atau kalimat utama. Sebaliknya, suatu paragraf dikatakan tidak lengkap jika tidak dikembangkan atau hanya diperluas dengan pengulangan-pengulangan.1

2.      Kesatuan Paragraf
      Kesatuan paragraf ditandai dengan adanya satu pokok pikiran dalam setiap paragraf. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat pembentuk paragraf perlu ditata secara cermat agar tidak ada satupun kalimat yang menyimpang dari ide pokok paragraf tersebut.2

3.      Kepaduan Paragraf
      Kepaduan paragraf ditandai dengan adanya penyusunan kalimat secara logis melalui ungkapan pengait antar kalimat. Urutan yang logis dapat diketahui melalui susunan kalimat. Untuk membuat paragraf menjadi padu kita harus memperhatikan urutan isi paragraf dan masalah kebahasaan.3
     
3
1Retno Purwandari, Buku Pintar Bahasa Indonesia (Yogyakarta: Istana Media, 2017),  hal 88
2Ainia Prihantini, Master Bahasa Indonesia (Yogyakarta: B-First, 2015), hal 84
3op.cit

     Pertama, yang dimaksud dengan pemerincian atau urutan isi paragraf adalah bagaimana pengembangan sebuah gagasan utama dan bagaimana
hubungan antara gagasan-gasan bawahan yang menunjang gagasan utama tadi. Penulis dapat menjamin kepaduan dengan mengemukakan perincian isi berdasarkan urutan ruang (spasial), urutan waktu (kronologis), urutan logis (sebab-akibat, akibat-sebab, umum-khusus, khusus-umum), urutan proses, atau sudut pandang satu kesudut pandang yang lain.
     Kedua, untuk masalah kebahasaan kita dapat mengamankannya dengan beberapa cara yaitu :
1.      Repetisi
     Kepaduan sebuah paragraf dapat diamankan dengan mengulang kata-kata kunci. Yaitu, kata-kata yang dianggap penting dalam paragraf.
2.      Kata Ganti
     Untuk menghindari segi-segi negatif  dari pengulangan kata, setiap bahasa di dunia ini memiliki sebuah alat yang dinamakan kata ganti. Kata ganti itu timbul untuk menghindari pengulangan kata atau biasa yang disebut anteseden (dalam (bidang) linguistik (tata bahasa, khususnya sintaksis) anteseden bermakna ungkapan atau unsur (kata, frasa, klausa, kalimat) pendahulu atau sebelumnya yang ditunjukkan oleh suatu ungkapan (kata, frasa, klausa, kalimat)) dalam kalimat-kalimat berikutnya.
3.      Kata transisi
     Kata transisi berfungsi sebagai jalan tengah antara repetisi dan kata ganti. Oleh karena itu, diperlukan bantuan, dalam hal ini bantuan kata-kata atau frasa-frasa transisi sebagai penghubung antara klausa dengan klausa (intra kalimat), kalimat dengan kalimat (antar kalimat), paragraf dengan paragraf (antar paragraf), Ada bermacam-macam kata transisi yang bisa digunakan dalam tulisan karya-karya ilmiah sesuai dengan jenis hubungannya. Diantaranya yaitu :



4
- Hubungan yang menyatakan tambahan kepada sesuatu yang telah disebut sebelumnya (lebih lagi, seperti halnya, kedua, juga).
- Hubungan yang menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang telah disebut dahulu (tetapi, namun, meskipun, sebaliknya).
- Hubungan yang menyatakan perbandingan (seperti, sama halnya, sebagaimana).
- Hubungan yang menyatakan akibat atau hasil (jadi, oleh sebab itu, oleh karena itu).
- Hubungan yang menyatakan tujuan (supaya, untuk maksud itu).
- Hubungan yang menyatakan singkatan, contoh, dan intensifikasi (singkatnya, ringkasnya, pendeknya, yakni, yaitu).
- Hubungan yang menyatakan waktu (sementara itu, segera, sesudah, kemudian).
- Hubungan yang menyatakan tempat (disini, disitu, diseberang).4


D.    Pola Pengembangan Paragraf
  Dalam mengembangkan paragraf, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Yaitu :

1.      Secara alamiah
     Terdiri atas dua cara, yaitu urutan ruang (spasial) dan urutan waktu (kronologis).
2.      Klimaks-Antiklimaks
     Gagasan utama mula-mula diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya dan berangsur-angsur menuju ke gagasan yang paling tinggi kedudukannya. Hal itulah yang disebut klimaks, sedangkan variasinya adalah antiklimaks.
3.      Secara logis
     Pengembangan paragraf secara logis dapat dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya adalah pemaparan sebab-akibat, akibat-sebab, umum-khusus, dan khusus-umum.

5
4Retno Purwandari, Buku Pintar Bahasa Indonesia (Yogyakarta: Istana Media, 2017), hal 89

4.      Perbandingan atau Pertentangan
     Penulis berusaha membandingkan atau mempertentangkan dengan cara menunjukkan persamaan dan perbedaan antara dua hal atau lebih.
5.      Analogi
     Digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah dikenal umum dengan yang belum atau kurang dikenal umum, Kegunaannya untuk membantu kejelasan dari apa yang ingin dipaparkan penulis.
6.      Proses atau Langkah-langkah
     Paragraf ini berusaha memaparkan langkah-langkah atau suatu proses tentang sesuatu hal.
7.      Contoh-contoh
     Sebuah generalisasi yang terlalu umum sifatnya agar dapat memberikan penjelasan kepada pembaca, kadang-kadang memerlukan contoh yang konkret.
8.      Definisi luas
     Untuk memberikan batasan tentang sesuatu, penulis harus menguraikan dengan beberapa kalimat, bahkan beberapa paragraf. Hal ini dapat dipelajari dalam hal definisi.
9.      Klasifikasi
     Dalam pengembangan paragraf, kadang-kadang kita mengelompokkan hal-hal yang mempunyai persamaan. Pengelompokan ini biasanya diperinci lagi kedalam kelompok-kelompok yang lebih kecil.5

E.     Jenis-jenis Paragraf
       Ada tiga macam jenis-jenis paragaraf. Yaitu :




6
5ibid, hal 90
1.      Pembagian paragraf berdasarkan fungsi:
a.       Paragraf Pembuka
Paragraf pembuka atau paragraf pendahuluan berfungsi sebagai pembuka atau pengantar pokok pembicaraan untuk sampai kepada masalah yang diuraikan dalam karangan, paragraf jenis ini harus mampu mengundang minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui seluruh isi uraian. Paragraf pembuka umumnya ditulis untuk memancing rasa keingintahuan pembaca terhadap isi artikel secara keseluruhan. Contoh paragraf jenis ini adalah:
“Kali ini kita akan membahas manfaat kelapa untuk kesehatan. Kelapa banyak kita jumpai di pedesaan khususnya daerah pesisir. Namun tidak menutup kemungkinan di daerah pedalaman bahkan dataran tinggi juga masih dapat dijumpai pohon kelapa.
a.       Paragraf Penghubung
Paragraf penghubung adalah paragraf-paragraf yang berfungsi mengemukakan inti persoalan, juga memberi ilustrasi atau contoh. Semua masalah yang akan diuraikan dimuat dalam paragraf-paragraf ini yang secara teknis ditempatkan di antara karangan satu ke karangan lainnya. Dengan demikian paragraf ini berisikan pembahasan inti persoalan yang dikemukakan. Contoh paragraf jenis ini adalah:
“Beberapa manfaat kelapa di antarannya, dapat menetralisir racun. Menghilangkan cairan tubuh yang hilang dan bisa menggantikan infus.”
b.      Paragraf Penutup
Paragraf penutup adalah paragraf yang berada pada bagian akhir tulisan yang berisikan simpulan dari semua uraian sebelumnya dengan fungsinya sebagai penutup. Paragraf ini merupakan pernyataan atau penegasan kembali mengenai masalah-masalah yang dianggap penting dalam paragraf penghubung. Kalimat-kalimat yang menyusunnya diusahakan dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pembaca. Seperti halnya paragraf pembuka, paragraf ini tidak boleh terlalu banyak atau terlalu panjang. Paragraf ini biasanya berisi kesimpulan, saran,

7

harapan, ringkasan, dan penekanan kembali hal-hal penting yang terdapat dalam setiap karangan. Contoh paragraf jenis ini adalah:
“Demikian beberapa manfaat dari buah kelapa yang saya bagikan, semoga bisa bermanfaat”(Alwi, 2001:33).

1.      Pembagian paragraf berdasarkan pola penalarannya :
a.       Paragraf Ineratif
     Paragraf ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di tengah paragraf. Dalam sebuah paragraf ada kalimat penjelas/pendukung dan kalimat utama. Di paragraf ineratif, kalimat utama justru diletakkan di tengah paragraf.
b.      Paragraf Deduktif
     Paragraf  deduktif adalah  paragraf  yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf. Pengertian awal paragraf ini tidak harus pada kalimat pertama. Sebab, banyak paragraf yang kalimat pertamanya berupa kalimat transisi. Paragraf yang mengandung kalimat transisi, kalimat utamanya berada dalam posisi kalimat kedua.
c.       Paragraf Induktif
     Paragraf Induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir  paragraf. Biasanya kalimat utama pada paragraf induktif menggunakan konjungsi penyimpulan antarkalimat, seperti jadi, maka, dengan demikian, akhirnya, karena itu, dan lainnya.
d.      Paragraf Deduktif-Induktif
     Paragraf Deduktif-Induktif adalah paragraf  yang kalimat utamanya berada di awal dan sekaligus di akhir paragraf. Kalimat utama yang berada di akhir paragraf itu merupakan pengulangan atau penegasan kalimat utama  pada awal paragraf. Sebagai pengulangan atau penegasan , wujud kalimat utama yang berada di akhir paragraf itu tidak selalu sama dengan kalimat utama yang berada di awal paragraf (Alwi, 2001:40).6


8
 

6Asul Wiyanto, Kitab Bahasa Indonesia (Yogyakarta: Galang Press, 2012), hal 110

2.      Pembagian paragraf berdasarkan isinya:
a.       Paragraf Persuasi
     Paragraf ini berisi bujukan untuk para pembaca agar menerima gagasan ataupun ide yang disampaikan oleh penulis. Selain itu, paragraf persuasi juga menggunakan sejumlah unsur untuk menjadikan pembaca tertarik membaca paragraf ini, yaitu:
Adanya penggunaan bahasa yang menarik, adanya kata-kata ajakan (ayo, mari, dsb nya), adanya partikel –lah yang terdapat pada kata-kata tertentu
b.      Paragraf Argumentasi
     Paragraf ini berisi pendapat penulis yang disertai dengan bukti dan alasannya. Paragraf ini ditunjukkan untuk mengemukakan gagasan berdasarkan fakta dan alasan kuat, sehingga pembaca pun yakin dan setuju atas gagasan tersebut.
c.       Paragraf eksposisi
     Paragraf ini berisi tentang uraian sebuah gagasan yang memiliki tujuan untuk menjelaskan sesuatu. Urain tersebut tentu didukung sejumlah fakta agar para pembaca bisa mempercayainnya.
d.      Paragraf Narasi
     Isi dari paragraf ini adalah kisah tentang suatu peristiwa atau kejadian yang didasari oleh data dan fakta yang ada.
e.       Paragraf Deskripsi
     Merupakan paragraf yang berisi penggambaran sebuah objek secara detail, sehingga pembaca pun seolah dapat melihat atau merasakan objek tersebut. Berisi penggambaran objek atau benda, banyak menggunakan jenis-jenis kata sifat di dalamnya (Alwi, 2001:44).








9
BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
     Paragraf atau alinea merupakan kumpulan suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi dan lebih luas daripada kalimat atau kumpulan dari beberapa kalimat yang berhubungan antara yang satu dengan yang lain dalam satu rangkaian yang membentuk suatu paragraf. Umumnya sebuah paragraf diawali dengan garis baru yang letaknya menjorok kedalam.

B.     Kritik dan Saran
 Dalam membuat suatu paragraf yang terdiri dari beberapa kalimat harus mengetahui dahulu kalimat yang akan disusun menjadi sebuah paragraf tersebut.
  Demikian makalah ini kami buat, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca. Apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini, kami sebagai penulis memohon maaf sebesar-besarnya. Kami juga mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.









10

DAFTAR PUSTAKA


1.      Prihantini, Ainia. 2015. Master Bahasa Indonesia. Yogyakarta: B-First.
2.      Purwandari, Retno. 2017. Buku Pintar Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Istana Media.
3.      Wiyanto, Asul. 2012. Kitab Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Galang Press.
4.      Akhadiah, Sabarti, dkk. 1992. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
5.      Suyatno. 2004. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya: SIC.
6.      Alwi, Hasan. 2001. Paragraf. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.


















11

LAMPIRAN

IMG-20190904-WA0038.jpg
IMG-20190904-WA0043.jpg
IMG-20190904-WA0032.jpg



                                     
12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar