Sabtu, 23 November 2019

Makalah Pancasila dalam lintas sejarah SMS1


PANCASILA DALAM LINTAS SEJARAH
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah
Pancasila
Dosen Pengampu: Luqman Fahmi, M.H.


Disusun oleh:
Arditia Widia Putra                (33010190132)
Muhammad Ova L.B.H.         (33010190142)
Halimatul Muna                      (33010190144)
Anna Muntadhirotussa’adah  (33010190147)
Ami Khofifatul Mardhiyah     (33010190149)
Ahmad Haidar Zakiyul Fuad (33010190151)

KELAS HKI D

FAKULTAS SYARIAH
PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2019

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Swt. Atas ridho, rahmat, hidayah dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah dengan judul Pancasila dalam Lintas Sejarah tepat waktu guna memenuhi tugas Mata Kuliah Pancasila.
Dan tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Luqman Fahmi, M. H. Selaku dosen pengampu Mata Kuliah Pancasila dan telah memberi bimbingan pada penulis. penulis mengucapkan terimakasih atas segala partisipasi pihak-pihak yang selama ini telah membantu penulis menyelesaikan tugas. Baik bantuan berupa moril maupun materiil. Namun, penulis menyadari bahwasanya masih terdapat banyak sekali kekurangan dalam karya ini. Oleh sebab itu, penulis memberi kesempatan kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran sehingga penulis dapat memperbaiki penulisan karya ini.
Akhirnya, penulis mengharapkan semoga dengan adanya tugas ini dapat memberi manfaat pada para pembaca dan menjadi batu loncatan penulis dalam melakukan perkembangan menuju perbaikan di masa depan.






Salatiga, 19 september 2019



Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................... i
KATA PENGANTAR....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A.    Latar Belakang Masalah........................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah.................................................................................... 2
C.     Tujuan Penulisan...................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 3
A.    Sejarah Pancasila....................................................................................... 3
B.     Pancasila Pada Era Kerajaan..................................................................... 4
C.     Pancasila Pada Era Penjajahan.................................................................. 6
D.    Pancasila Pada Era Revolusi..................................................................... 6
E.     Pancasila Pada Era RIS............................................................................. 7
F.      Pancasila Pada Era Liberal........................................................................ 7
G.    Pancasila Pada Era Demokrasi Terpimpin................................................. 7
H.    Pancasila Pada Era Orde Baru.................................................................. 7
I.       Pancasila Pada Era Reformasi................................................................... 7
BAB III PENUTUP............................................................................................ 9
A.    Kesimpulan................................................................................................. 9
B.     Kritik dan Saran......................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 10




BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Pancasila dalam perjalanan bangsa indonesia bukan sesuatu yang baru, melainkan sudah lama dikenal sebagai bagian dalam nilai-nilai budaya kehidupan bangsa indonesia yang sekarang ada di dalam Pembukaan UUD 1945 dan secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, kemudian diundangkan dalam berita Republik  Indonesia tahun 11 no. 7 bersama-sama dengan batang tahun UUD 1945. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sandi utama penyusunan pancasila adalah Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan,  dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum dalam paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945.
Sejarah kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Agustus 1945 tidak dapat dibantah, dimana Ir. Soekarno yang diakui sebagai tokoh nasional yang menggali Pancasila. Nilai-nilai essensial yang terkandung dalam Pancasila yaitu: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan, dalam kenyataannya secara objektif telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum mendirikan negara. Proses terbentuknya negara dan bangsa Indonesia melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang yaitu sejak zaman baku kemudian timbulnya kerajaan-kerajaan pada abad ke IV yaitu kerajaan Kerajaan Kutai di Kalimantan. Kemudian dasar-dasar kebangsaan Indonesia telah mulai nampak pada abad ke VII, yaitu ketika timbulnya kerajaan Sriwijaya di bawah Syailendra di Palembang. Kemudian muncul kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah dan kerajaan Singosari di Jawa Timur serta kerajaan –kerajaan lainnya.

B.       Rumusan Masalah
1.      Bagaimana nilai pancasila pada Era Kerajaan ?
2.      Bagaimana nilai pancasila pada Era Penjajahan ?
3.      Bagaimana nilai pancasila pada Era Demokrasi Terpimpin ?
4.      Bagaimana nilai pancasila pada Era Orde Baru ?
5.      Bagaimana nilai pancasila pada Era Reformasi?
6.      Bagaimana nilai pancasila pada Era RIS ?
7.      Bagaimana nilai pancasila pada Era Liberal ?
C.      Tujuan Penulisan
1.      Untuk mendeskripsikan nilai pancasila pada Era Kerajaan.
2.      Untuk mengetahui nilai pancasila pada Era Penjajahan.
3.      Untuk mengetahui nilai pancasila pada Era Demokrasi Terpimpin.
4.      Untuk memahami nilai pancasila pada Era Orde Baru.
5.      Untuk memahami nilai pancasila pada Reformasi.
6.      Untuk memahami nilai pancasila pada Era RIS.
7.      Untuk memahami nilai pancasila pada Era Liberal.















BAB II
PEMBAHASAN


A.    Sejarah Pancasila
Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna panca artinya lima, dan sila berarti asas atau dasar. Awal mula Pancasila di kenalkan oleh Mpu Tantular pada zaman Majapahit dalam tulisannya Sutasoma dan Negarakertagama.[1]
Proses perumusan Pancasila dimulai dalam sidang BPUPKI pertama pada tanggal 29 Mei 1945 yang di ketuai oleh Dr. K. R. T. Rajdman Widyodiningrat. Dalam sidang BPUPKI pertama tersebut membahas masalah tentang rumusan dasar negara. Dalam sidang tersebut muncul lah tiga orang yang berpendapat mengusulkan rancangan rumusan negara yaitu:
1.      Mohammad Yamin
Ø  Peri kebangsaan
Ø  Peri kemanusiaan
Ø  Peri ke-Tuhanan
Ø  Peri kerakyatan
Ø  Kesejahteraan masyarakat
2.      Dr. Soepomo
Ø  Persatuan
Ø  Kekeluargaan
Ø  Keseimbangan lahir dan batin
Ø  Musyawarah
Ø  Keadilan rakyat
3.           Ir. Soekarno mengusulkan Pancasila, Tri sila dan Eka sila. Setelah proklamasi terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 terjadi masalah di Indonesia Timur mengenai sila pertama untuk itu PPKI melakukan sidang pertama pada tanggal 18 Agustus 1945 dan di sepakati sila pertama yang bermula “ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat isalam bagi pemeluknya” menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”

B.     Pancasila pada Era Kerajaan
a.       Masa kerajaan Kutai Kartanegara
Nilai Pancasila yang terkandung
Ø  Sila pertama          : Memeluk agama Hindu
Ø  Sila kedua             : wilayah kekuasaan nya meliputi hampir seluruh kawasan Kalimantan Timur.
Ø  Sila keempat          : Rakyatnya hidup sejahtera dan makmur.
b.      Masa kerajaan Sriwijaya[2]
Nilai Pancasila yang terkandung
Ø  Sila pertama          : Agama Hindu dan Buddha hidup berdampingan.
Ø  Sila kedua             : Terjalinnya hubungan antara Sriwijaya dengan India (Dinasti Marsha).
Ø  Sila ketiga             : Sebagai negara Maritim, telah menerapkan konsep negara Kepulauan.
Ø  Sila keempat          : Tercermin dalam cita-cita kesejahteraan bersama.
Ø  Sila kelima : Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan sehingga rakyatnya makmur.
c.       Masa Kerajaan Singasari
Nilai Pancasila  yang terkandung
Ø  Sila pertama          : Memeluk agama Buddha.
Ø  Sila kedua             : Terbuka dengan kebudayaan yang masuk.
Ø  Sila ketiga             : Ingin mempersatukan nusantara.
Ø  Sila keempat          : Rakyat hidup makmur.
Ø  Sila kelima : Tidak membedakan kedudukan.
d.      Masa kerajaan Majapahit [3]
Nilai Pancasila yang terkandung
Ø  Sila Pertama          : Terbukti agama Hindu dan Buddha hidup berdampingan secara damai. Istilah Pancasila terdapat dalam buku Negara Kertagama karangan Empu Prapanca dan Empu Tantular mengarang buku Sutasoma yang terdapat sloka persatuan nasional yang berbumyi : “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hara Dharma Mang Sua” yang artinya, walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua dan tidak ada agama yang memiliki tujuan berbeda.
Ø   Sila kedua                        : Terwujud hubungan baik pada raja Hayam Wuruk dengan kerajaan Tiongkok, Ayoda, Charya, dan Kamboja. Di samping itu juga menjalin persahabatan dengan negara-negara tetangga.
Ø  Sila ketiga             : Terwujudnya keutuhsn kerajaan, khususnya dalam sumpah palapa yang diucapkan oleh Maha Patih Gajah Mada dalam sidang raja dan menteri-menteri pada tahun 1331.
Ø  Sila keempat          : Terdapat semacam penasehat dalam kota pemerintahan majapahit yang mewujudkan nilai-nilai musyawarah mufakat. Menurut prasasti kerajaan Brambang (1329) dalam tata pemerintahan kerajaan Majapahit terdapat semacam penasehat kerajaan. Seperti, Rakryan I Hina, I Sirikan, dan I Halu yang membisukan nasehat kepada raja kerukunan dan gotong royong dalam kehidupan masyarakat telah menumbuhkan adat bermusyawarah untuk mufakat dalam memutuskan masalah bersama.
Ø  Sila kelima : Terwujud dengan berdirinya kerajaan selama beberapa abad yang ditopang dengan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.


C.    Pancasila pada Era Penjajahan[4]
     Kedatangan bangsa Eropa di sisi lain  yaitu mengenalkan akulturasi budaya dan berlomba-lomba memperebutkan kemakmuran bangsa Indonesia.
a.                   Masa Penjajahan Belanda
     Pancasila pada era penjajahan Belanda tercermin dalam kerja rodi dan kebebasan melakukan ibadah sesuai agama masing-masing.
b.                  Masa Penjajahan Jepang
     Pancasila pada era penjajahan Jepang tercermin dalam dispesbol bangsa Indonesia memperjuangkan kemerdekaan, kebebasan pada pemeluk-pemeluk agama untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing.

D.    Pancasila Era Revolusi[5]
     Tercerminkan dalam kebebasan berdemokrasi yang diawali oleh Budi Utomo, dan pembentukan BPUPKI dan PPKI. Pada saat perjuangan terjadi beberapa pemberontakan dan perjanjian seperti contoh Perjanjian Linggar Jati, Perjanjian Renville, dan Konverensi Meja Bundar. Beberapa kali juga pengkhianatan oleh Belanda seperti contoh agresi militer  1,2, dan 3. Sebagai pembalasan, Indonesia melakukan serangan umum 1 Maret ke Yogyakarta.

E.     Pancasila Era RIS[6]
     RIS adalah negara merdeka yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949 sebagai hasil dari kesempatan 3 pihak dalam KMB. Pancasila dalam RIS tercermin dalam pembentukan  secara demokratis.

F.     Pancasila Era Liberal[7]
     Era liberal dimulai sejak berlakunya konstitusi RIS pada tanggal 27 Desember  1949. Ketidakstabilan politik Indonesia memunculkan pemberontakan-pemberontakan yang mengancam kedaulatan RI seperti contoh PRRI pada tahun 1958. Pancasila era liberal tercermin dalam pemilu yang demokratis seperti pemberontakan sistem politik yang berparlementer.

G.    Pancasila pada Era Demokrasi Terpimpin[8]
     Seminggu setelah keluarnya Dekrit 1959 Soekarno membentuk kabinet baru yang bernama Kabinet Djuanda. Kabinet Djuanda adalah peralihan dari periode parlementer ke periode demokrasi terpimpin Pancasila pada era demokrasi tercermin dalam kebebasan orang-orang memeluk agama.

H.    Pancasila pada Era Orde Baru[9]
     Orde baru dimulai pada zaman Soeharto. Pancasila pada orde baru tercermin dalam kebebasan memeluk agama, jual beli, dan perlindungan manusia.

I.       Pancasila pada Era Reformasi
     Era reformasi ditandai mundurnya presiden Soeharto dan di gantikan BJ. Habibie pancasila pada era reformasi tercermin dalam kebebasan memeluk agama, pemilihan yang demokrasi dan perlindungan hak asasi, pemilihan yang demokratis di tandai dengan terpilih nya presiden dan wakil presiden pertama yang di pilih secara langsung oleh rakyat yaitu Susilo Bambang Yudiono dan wakilnya yang pertama yang bernama  Yusuf  Kalla.[10]























BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
      Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna panca artinya lima, dan sila berarti asas atau dasar. Awal mula Pancasila di kenalkan oleh Mpu Tantular pada zaman Majapahit dalam tulisannya Sutasoma dan Negarakertagama.
      Pancasila ternyata telah ada sejak zaman kerajaan, dan setelah memasuki era penjajahan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila masih tetap ada.

B.     Kritik dan Saran
     Demikian makalah ini kami buat, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca. Apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini, kami sebagai penulis memohon maaf sebesar-besarnya. Kami juga mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.











DAFTAR PUSTAKA


1.      Arbit, Sanit. (1998). Reformasi Politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
2.      Bintang, Pramungkas Sri. (2001). Dari Orde Baru ke INDONESIA BARU lewat Reformasi Total. Jakarta: Erlangga.
3.      Sudrajat, Ajat. (2016). Demokrasi Pancasila dalam Perspektif Sejarah. Mozaik: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora 8(1).
4.      Putri, Sylvia Octa. (2013). Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa.



[1]  Sylvia Octa Putri. (2013). Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa.
[2] Ibid.
[3] Ibid.
[4]  Ibid.
[5]  Ajat Sudrajat. (2016). Demokrasi Pancasila dalam Perspektif Sejarah. Mozaik: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora 8(1).

[6] Ibid.
[7] Ibid.
[8] Ibid.
[9] Ibid.
[10] Ibid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar