PANCASILA
DALAM LINTAS SEJARAH
Makalah ini disusun
guna memenuhi tugas Mata Kuliah
Pancasila
Dosen
Pengampu: Luqman Fahmi, M.H.
Disusun oleh:
Arditia
Widia Putra (33010190132)
Muhammad Ova L.B.H. (33010190142)
Halimatul Muna (33010190144)
Anna Muntadhirotussa’adah (33010190147)
Ami Khofifatul Mardhiyah (33010190149)
Ahmad Haidar Zakiyul Fuad (33010190151)
KELAS HKI D
FAKULTAS SYARIAH
PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kepada Allah Swt. Atas ridho, rahmat, hidayah dan karunia-Nya kepada kita semua
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah dengan judul Pancasila
dalam Lintas Sejarah tepat waktu guna memenuhi tugas Mata Kuliah Pancasila.
Dan tak lupa
penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Luqman Fahmi, M. H. Selaku dosen pengampu Mata Kuliah Pancasila dan
telah memberi bimbingan pada penulis. penulis mengucapkan terimakasih atas
segala partisipasi pihak-pihak yang selama ini telah membantu penulis
menyelesaikan tugas. Baik bantuan berupa moril maupun materiil. Namun, penulis
menyadari bahwasanya masih terdapat banyak sekali kekurangan dalam karya ini.
Oleh sebab itu, penulis memberi kesempatan kepada para pembaca untuk memberikan
kritik dan saran sehingga penulis dapat memperbaiki penulisan karya ini.
Akhirnya,
penulis mengharapkan semoga dengan adanya tugas ini dapat memberi manfaat pada
para pembaca dan menjadi batu loncatan penulis dalam melakukan perkembangan
menuju perbaikan di masa depan.
Salatiga, 19 september 2019
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.......................................................................................... i
KATA PENGANTAR....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah........................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan...................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 3
A.
Sejarah Pancasila....................................................................................... 3
B.
Pancasila Pada Era Kerajaan..................................................................... 4
C.
Pancasila Pada Era Penjajahan.................................................................. 6
D.
Pancasila Pada Era Revolusi..................................................................... 6
E.
Pancasila Pada Era RIS............................................................................. 7
F.
Pancasila Pada Era Liberal........................................................................ 7
G.
Pancasila Pada Era Demokrasi Terpimpin................................................. 7
H.
Pancasila Pada Era Orde Baru.................................................................. 7
I.
Pancasila Pada Era Reformasi................................................................... 7
BAB III PENUTUP............................................................................................ 9
A.
Kesimpulan................................................................................................. 9
B.
Kritik dan Saran......................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pancasila dalam perjalanan bangsa indonesia bukan
sesuatu yang baru, melainkan sudah lama dikenal sebagai bagian dalam
nilai-nilai budaya kehidupan bangsa indonesia yang sekarang ada di dalam Pembukaan
UUD 1945 dan secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945,
kemudian diundangkan dalam berita Republik
Indonesia tahun 11 no. 7 bersama-sama dengan batang tahun UUD 1945.
Pancasila merupakan rumusan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi
seluruh rakyat Indonesia. Lima sandi utama penyusunan pancasila adalah
Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan
Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
dan perwakilan, dan Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum dalam paragraf ke-4 Preambule
(Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945.
Sejarah kelahiran Pancasila pada tanggal 1
Agustus 1945 tidak dapat dibantah, dimana Ir. Soekarno yang diakui sebagai tokoh
nasional yang menggali Pancasila. Nilai-nilai essensial yang terkandung dalam
Pancasila yaitu: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan,
dalam kenyataannya secara objektif telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak
zaman dahulu kala sebelum mendirikan negara. Proses terbentuknya negara dan
bangsa Indonesia melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang yaitu sejak
zaman baku kemudian timbulnya kerajaan-kerajaan pada abad ke IV yaitu kerajaan Kerajaan
Kutai di Kalimantan. Kemudian dasar-dasar kebangsaan Indonesia telah mulai
nampak pada abad ke VII, yaitu ketika timbulnya kerajaan Sriwijaya di bawah
Syailendra di Palembang. Kemudian muncul kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah
dan kerajaan Singosari di Jawa Timur serta kerajaan –kerajaan lainnya.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana nilai pancasila pada Era Kerajaan ?
2.
Bagaimana nilai pancasila pada Era Penjajahan ?
3.
Bagaimana nilai pancasila pada Era Demokrasi Terpimpin ?
4.
Bagaimana nilai pancasila pada Era Orde Baru ?
5.
Bagaimana nilai pancasila pada Era Reformasi?
6.
Bagaimana nilai pancasila pada Era RIS ?
7.
Bagaimana nilai pancasila pada Era Liberal ?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk mendeskripsikan nilai pancasila pada Era Kerajaan.
2.
Untuk mengetahui nilai pancasila pada Era Penjajahan.
3.
Untuk mengetahui nilai pancasila pada Era Demokrasi Terpimpin.
4.
Untuk memahami nilai pancasila pada Era Orde Baru.
5.
Untuk memahami nilai pancasila pada Reformasi.
6.
Untuk memahami nilai pancasila pada Era RIS.
7.
Untuk memahami nilai pancasila pada Era Liberal.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Pancasila
Pancasila berasal dari
bahasa Sanskerta yang bermakna panca artinya lima, dan sila berarti asas atau
dasar. Awal mula Pancasila di kenalkan oleh Mpu Tantular pada zaman Majapahit
dalam tulisannya Sutasoma dan Negarakertagama.[1]
Proses perumusan
Pancasila dimulai dalam sidang BPUPKI pertama pada tanggal 29 Mei 1945 yang di
ketuai oleh Dr. K. R. T. Rajdman Widyodiningrat. Dalam sidang BPUPKI pertama
tersebut membahas masalah tentang rumusan dasar negara. Dalam sidang tersebut
muncul lah tiga orang yang berpendapat mengusulkan rancangan rumusan negara
yaitu:
1.
Mohammad Yamin
Ø Peri kebangsaan
Ø Peri kemanusiaan
Ø Peri ke-Tuhanan
Ø Peri kerakyatan
Ø Kesejahteraan masyarakat
2.
Dr. Soepomo
Ø Persatuan
Ø Kekeluargaan
Ø Keseimbangan lahir dan batin
Ø Musyawarah
Ø Keadilan rakyat
3.
Ir. Soekarno mengusulkan Pancasila, Tri sila dan Eka sila. Setelah
proklamasi terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 terjadi masalah di Indonesia
Timur mengenai sila pertama untuk itu PPKI melakukan sidang pertama pada
tanggal 18 Agustus 1945 dan di sepakati sila pertama yang bermula “ketuhanan
dengan kewajiban menjalankan syariat isalam bagi pemeluknya” menjadi “Ketuhanan
yang Maha Esa”
B. Pancasila pada Era Kerajaan
a.
Masa kerajaan
Kutai Kartanegara
Nilai Pancasila yang terkandung
Ø
Sila pertama : Memeluk agama Hindu
Ø
Sila kedua :
wilayah kekuasaan nya meliputi hampir seluruh kawasan Kalimantan Timur.
Ø
Sila keempat : Rakyatnya hidup sejahtera dan
makmur.
b. Masa kerajaan Sriwijaya[2]
Nilai Pancasila yang terkandung
Ø
Sila pertama : Agama Hindu dan Buddha hidup
berdampingan.
Ø
Sila kedua :
Terjalinnya hubungan antara Sriwijaya dengan India (Dinasti Marsha).
Ø
Sila ketiga :
Sebagai negara Maritim, telah menerapkan konsep negara Kepulauan.
Ø
Sila keempat : Tercermin dalam cita-cita
kesejahteraan bersama.
Ø
Sila kelima : Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan
sehingga rakyatnya makmur.
c. Masa Kerajaan Singasari
Nilai Pancasila yang terkandung
Ø
Sila pertama : Memeluk agama Buddha.
Ø
Sila kedua :
Terbuka dengan kebudayaan yang masuk.
Ø
Sila ketiga :
Ingin mempersatukan nusantara.
Ø
Sila keempat : Rakyat hidup makmur.
Ø
Sila kelima : Tidak membedakan kedudukan.
d. Masa kerajaan Majapahit [3]
Nilai Pancasila yang
terkandung
Ø
Sila Pertama : Terbukti agama Hindu dan Buddha
hidup berdampingan secara damai. Istilah Pancasila terdapat dalam buku Negara
Kertagama karangan Empu Prapanca dan Empu Tantular mengarang buku Sutasoma yang
terdapat sloka persatuan nasional yang berbumyi : “Bhinneka Tunggal Ika Tan
Hara Dharma Mang Sua” yang artinya, walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua
dan tidak ada agama yang memiliki tujuan berbeda.
Ø
Sila kedua : Terwujud hubungan baik pada raja
Hayam Wuruk dengan kerajaan Tiongkok, Ayoda, Charya, dan Kamboja. Di samping
itu juga menjalin persahabatan dengan negara-negara tetangga.
Ø
Sila ketiga :
Terwujudnya keutuhsn kerajaan, khususnya dalam sumpah palapa yang diucapkan
oleh Maha Patih Gajah Mada dalam sidang raja dan menteri-menteri pada tahun
1331.
Ø
Sila keempat : Terdapat semacam penasehat dalam
kota pemerintahan majapahit yang mewujudkan nilai-nilai musyawarah mufakat.
Menurut prasasti kerajaan Brambang (1329) dalam tata pemerintahan kerajaan
Majapahit terdapat semacam penasehat kerajaan. Seperti, Rakryan I Hina, I
Sirikan, dan I Halu yang membisukan nasehat kepada raja kerukunan dan gotong
royong dalam kehidupan masyarakat telah menumbuhkan adat bermusyawarah untuk
mufakat dalam memutuskan masalah bersama.
Ø
Sila kelima : Terwujud dengan berdirinya kerajaan selama
beberapa abad yang ditopang dengan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.
Kedatangan
bangsa Eropa di sisi lain yaitu
mengenalkan akulturasi budaya dan berlomba-lomba memperebutkan kemakmuran
bangsa Indonesia.
a.
Masa
Penjajahan Belanda
Pancasila pada era penjajahan Belanda tercermin dalam kerja rodi dan
kebebasan melakukan ibadah sesuai agama masing-masing.
b.
Masa
Penjajahan Jepang
Pancasila pada era penjajahan Jepang tercermin dalam dispesbol bangsa
Indonesia memperjuangkan kemerdekaan, kebebasan pada pemeluk-pemeluk agama
untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing.
Tercerminkan
dalam kebebasan berdemokrasi yang diawali oleh Budi Utomo, dan pembentukan
BPUPKI dan PPKI. Pada saat perjuangan terjadi beberapa pemberontakan dan
perjanjian seperti contoh Perjanjian Linggar Jati, Perjanjian Renville, dan
Konverensi Meja Bundar. Beberapa kali juga pengkhianatan oleh Belanda seperti
contoh agresi militer 1,2, dan 3.
Sebagai pembalasan, Indonesia melakukan serangan umum 1 Maret ke Yogyakarta.
RIS adalah
negara merdeka yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949 sebagai hasil dari
kesempatan 3 pihak dalam KMB. Pancasila dalam RIS tercermin dalam
pembentukan secara demokratis.
Era liberal
dimulai sejak berlakunya konstitusi RIS pada tanggal 27 Desember 1949. Ketidakstabilan politik Indonesia memunculkan
pemberontakan-pemberontakan yang mengancam kedaulatan RI seperti contoh PRRI
pada tahun 1958. Pancasila era liberal tercermin dalam pemilu yang demokratis
seperti pemberontakan sistem politik yang berparlementer.
Seminggu
setelah keluarnya Dekrit 1959 Soekarno membentuk kabinet baru yang bernama
Kabinet Djuanda. Kabinet Djuanda adalah peralihan dari periode parlementer ke
periode demokrasi terpimpin Pancasila pada era demokrasi tercermin dalam
kebebasan orang-orang memeluk agama.
Orde baru
dimulai pada zaman Soeharto. Pancasila pada orde baru tercermin dalam kebebasan
memeluk agama, jual beli, dan perlindungan manusia.
I.
Pancasila pada Era Reformasi
Era reformasi
ditandai mundurnya presiden Soeharto dan di gantikan BJ. Habibie pancasila pada
era reformasi tercermin dalam kebebasan memeluk agama, pemilihan yang demokrasi
dan perlindungan hak asasi, pemilihan yang demokratis di tandai dengan terpilih nya presiden dan wakil presiden pertama yang di pilih secara
langsung oleh rakyat yaitu Susilo Bambang Yudiono dan wakilnya yang pertama
yang bernama Yusuf Kalla.[10]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna panca artinya lima,
dan sila berarti asas atau dasar. Awal mula Pancasila di kenalkan oleh Mpu
Tantular pada zaman Majapahit dalam tulisannya Sutasoma dan Negarakertagama.
Pancasila ternyata telah ada sejak zaman
kerajaan, dan setelah memasuki era penjajahan nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila masih tetap ada.
B. Kritik dan Saran
Demikian
makalah ini kami buat, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi para
pembaca. Apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini, kami sebagai
penulis memohon maaf sebesar-besarnya. Kami juga mengharapkan kritik dan saran
dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Arbit, Sanit. (1998). Reformasi Politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
2.
Bintang, Pramungkas Sri. (2001). Dari Orde Baru ke INDONESIA BARU lewat Reformasi Total. Jakarta:
Erlangga.
3.
Sudrajat, Ajat.
(2016). Demokrasi Pancasila dalam
Perspektif Sejarah. Mozaik: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora 8(1).
4.
Putri, Sylvia Octa.
(2013). Pancasila dalam Konteks Sejarah
Perjuangan Bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar