Sabtu, 23 November 2019

Makalah tentang iman kepada sifat Allah SMS1


IMAN KEPADA SIFAT ALLAH
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah
Ilmu Tauhid
Dosen Pengampu: Bapak. Islachuddin Almubarrok, LC., M.H.




Disusun oleh:
Ihsan Mimbarino         (33010190129)
Desti Arista                 (33010190130)
Ilva Safriyati               (33010190131)
KELAS HKI D

FAKULTAS SYARIAH
PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2019



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, yang selalu melimpahkan karunia-Nya, kepada seluruh umat manusia, yang atas izin-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Iman Kepada Sifat Allah” dapat selesai tepat pada waktunya.
Sejalan dengan dinamika bangsa ini masih terus mencari cara yang lebih efektif untuk menghasilkan generasi baru yang cerdas, maka dari itu kami mendukung semua itu dengan cara mencari sesuatu yang jarang ditampilkan dan banyak dipertanyakan salah satunya dengan membuat makalah ini, yang dapat bermanfaat dengan berbagai pokok masalah.
 Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang kami peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Pancasila. Dengan adanya makalah ini, mudah-mudahan dapat mengembangkan wawasan kebangsaan khususnya mengenai Pengertian Pancasila para kaum pelajar untuk lebih maju dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian tak lupa kami tuturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing kami, kepada Pembimbing kami,
Kami sadar bahwa makalah yang kami buat ini, masih banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan isi penelitian ini, kami sambut  dengan senang hati.

                                                                                    Salatiga, 16 September 2017



                                                                                                Penulis





DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ...........................................................................................   1

DAFTAR ISI ........................................................................................................  2


BAB I   PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang.................................................................................................... 3   

B.   Rumusan Masalah .............................................................................................. 3  

C.   Manfaat ................................................................................................................ 3


BAB II  PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sifat-sifat Allah swt?

B.     Bagaimana Ciri Orang yang Beriman Kepada Sifat Allah?


BAB III  PENUTUP

A.   Kesimpulan ........................................................................................................... 9

B.   Saran .................................................................................................................... 9

Lampiran ............................................................................................................ 10


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Nama atau dalam bahasa arabnya ‘Asma’ biasanya digunakan untuk menyebutkan sebuah inisial. Dalam pembahasan Nama-nama Allah atau “Asmaul-Husna (Nama-nama yang baik)” tentunya kita sudah tahu bahkan hafal dengan Asmaul-Husna yang berjumlah 99. Ketika kita berma’rifat, kita hendaknya mengimani “Asmaul-Husna (Nama-nama yang baik)” dalam hati kita, dari semua nama lain dari Allahu ahad yang semuanya berarti baik(husna). Secara global,Allah itu bersifat dengan segala macam sifat-sifat kesempurnaan. Karena  itulah mustahil ia mempunyai kekurangan. Oleh karena itu, para cendekiawan memnagi sifat-sifat Allah menjadi Tiga:
1.      Sifat yang wajib ada
2.      Sifat yang mustahil ada
3.      Sifat yang Jaiz (boleh ada)
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan sifat Allah?
2.      Bagaimana ciri orang yang beriman kepada sifat Allah?

C.    Manfaat
Dengan disusunnya makalah ini, maka diharapakan akan diperoleh manfaat sebagai berikut:
1.      Takut kepada Allah dengan berusaha mengerjakan perintah dan menjauhi larangaNya
2.      Tawadhu, merendahka diri kepada Allah dan tidak sombong
3.      Peduli terhadap kesusahan orang lain dan siap memberikan bantuan
4.      Bersemangat dalam belajar dan bekerja










BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sifat – Sifat Allah
Sifat adalah kualitas yang melekat pada dzat. Sifat tidak memiliki arti tanpa adanya dzat. Sifat Allah yang terkandung dalam asma-Nya sebagaimana tercantum dalam Al-Quran, secara keseluruhan menggambarkan kesempurnaan mutlak bagi Allah dan tidak ada satu pun yang menyamai-Nya. karena itu, selain Allah, tidak ada yang boleh di lekati sifat-sifat ke-Tuhanan. Adapun sifat Allah diklasifikasikan menjadi tiga, yakni sifat Wajib, sifat Mustahil, dan sifat Jaiz bagi Allah.
1.      Sifat Wajib Allah
Adalah sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah swt. Yang sesuai dengan keagunganya sebagai pencipta alam seisinya. Dalam ilmu aqa’id, disebutkan bahwa sifat wajib Allah swt ada tiga belas yaitu:
a.       Wujud (ada)
b.      Qidam (terdahulu)
c.       Baqa’ (kekal)
d.      Mukhalafatu lil Hawadisi (Berbeda dengan ciptaan-nya
e.       QiyamuhuBinafsihi (Berdiri dengan sendirinya)
f.       Wahdaniyah (Maha Esa)
g.      Qudrah (Mahakuasa)
h.      Iradah (Berkehendak)
i.        ‘Alim (Maha Mengetahui)
j.        Hayat (Hidup)
k.      Sama’(Maha Mendengar)
l.        Basar (Maha Melihat)
m.    Kalam (Berfirman)
Ada sebagian ulama yang menambahkan dengan tujuh sifat allahswt, sehingga menjadi dua puluh,yaitu:
a.       Qadiran (Maha Kuasa)
b.      Muridan (Maha Berkehendak)
c.       Aliman (Maha Mengetahui)
d.      Hayyan (Maha Hidup)
e.       Sami’an (Maha Mendengar)
f.       Basiran (Maha Melihat)
g.      Mutakalliman (Maha Berbicara)



2.      Sifat Mustahil Allah swt
Yaitu sifat-sifat yang secara akal tidak mungkin dimiliki allah swt. Dalam ilmu tauhid dinyatakan bahwasifat Mustahil Allah swt ada tiga belas, yaitu:
a.       ‘adam, tidak ada
b.      Hudus, permulaan
c.       Fana’, rusak
d.      Mumasalatu lil-hawadisi, menyerupai makhluk
e.       Qiyamuhubigairihi, membutuhkan sesuatu selain dirinya
f.       Ta’adud, lebih dari satu
g.      A’jzun, lemah
h.      Karahah, terpaksa
i.        Jahlun, bodoh
j.        Mautun, mati
k.      Summun, tuli
l.        ‘umyun, buta
m.    Bukmun, bisu

3.      Sifat Jaiz Allah swt
Berarti sifat kebebasan Allah swt, yakni kebebasan yang dimilikinya sebagai tuhan semesta alam untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendaknya yang mutlak.
B.     Ciri Orang yang Beriman Terhadap Sifat-sifat Allah
1.      Ciri orang yang beriman terhadap sifat wajib Allah
a.       Bersyukur
Manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang paling sempurna. Oleh karena itu pemberian Allah wajib digunakan dengan baik untuk beribadah kepadaNya. Contoh: mulut digunakan untuk berkata yang baik dan bermanfaat.
b.      Ikhlas
Orang yang beriman kepada Allah senantiasa ikhlas dalam segala perbuatannya. Ibadah     yang dilaksanakan karena mengharap ridla Allah.
c.       Sabar
Sabar artinya tabah, tahan menghadapi cobaan, menyerah kepada Allah dengan ridla dan lapang dada.
d.      Amanah
Anugerah yang diberikan Allah kepda kita perlu kita pelihara. Orang yang mendapat suatu jabatan tertentu wajib digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Jabatan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawa, jujur dan amanah.
e.       Tidak sombong
Kekayaan atau kepandaian yang Allah berikan kepada kita seharusnya tidak menjadikan diri kita sombong. Adanya kekayaan dan kepandaian yang kita miliki menjadikan diri kita rendah diri.
2.      Ciri-ciri orang yang beriman terhadap sifat mustahil Allah
a.       Senantiasa mengagungkan asma Allah yang memiliki maha kesempurnaan, zat yang tidak mungkin memiliki sifat-sifat yang mustahil bagi-Nya.
b.      Takut kepada Allah dengan berusaha mengerjakan perintah dan menjauhi larangaNya.
c.       Berssukur atas segala nikmat yang diberikan Allah.
d.      Bersabar atas segala musibah dan kesusahan yang dialami, karena semua itu merupakan ujian dari Allah.
e.       Ikhlas dalam belajar, bekerja dan beramal.
f.       Ikhlas dalam menerima kehendak atau ketentuan Allah.
g.      Tawadhu, merendahka diri kepada Allah dan tidak sombong.
h.      Bersemangat dalam belajar dan bekerja.
i.        Peduli terhadap kesusahan orang lain dan siap memberikan bantuan.
j.        Sopan dan santun dalam perkataan dan perbuatan.

3.      Ciri-ciri orang yang beriman terhadap sifat jaiz Allah adalah
a.       Rajin mengerjakan badah yang pokok seperti shalat 5 waktu, puasa
b.      Rajin bekerja
c.       Rajin belajar
d.      Ikhlas dalam beramal
e.       Bersyukur ketika mendapat kenikmatan atau kebahagiaan
f.       Bersabar ketika mendapat musibah.













BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Sifat adalah kualitas yang melekat pada dzat. Sifat Allah yang terkandung dalam asma-Nya sebagaimana tercantum dalam Al-Quran, secara keseluruhan menggambarkan kesempurnaan mutlak bagi Allah dan tidak ada satu pun yang menyamai-Nya. karena itu, selain Allah, tidak ada yang boleh di lekati sifat-sifat ke-Tuhanan. Adapun sifat Allah diklasifikasikan menjadi tiga, yakni sifat Wajib, sifat Mustahil, dan sifat Jaiz bagi Allah.
Ciri Orang yang Beriman terhadap Sifat – sifat Allah SWT diantaranya yaitu : Bersyukur, Ikhlas, sabar, sopan dalam perbuatan santun dalam berkata, tidak sombong, amanah, senantiasa mengagungkan asma Allah yang memiliki maha kesempurnaan, zat yang tidak mungkin memiliki sifat-sifat yang mustahil bagi-Nya takut kepada Allah dengan berusaha mengerjakan perintah dan menjauhi larangaNya, tawadhu, merendahka diri kepada Allah dan tidak sombong, Peduli terhadap kesusahan orang lain dan siap memberikan bantuan, bersemangat dalam belajar dan bekerja, rajin mengerjakan badah yang pokok seperti shalat 5 waktu, puasa, bersabar ketika mendapat musibah, rajin belajar, dan rajin bekerja.
B.     Saran
Demikian makalah ini kami susun,semoga bermanfaat bagi kita semua.Mohon maaf bila ada kesalahan baik dalam materi maupun penulisan.















DAFTAR PUSTAKA

Mustafa, Ahmad Aziz. 2007. Pendar Mahabbatullah : Sepuluh Jurus Sakti Menggapai Cinta        Allah. Jakarta : Grafindo Khasanah Ilmu.
girisha.blogspot.com/2013/01/modul-pendidikanagama-islam-imankepada_6520.html







Tidak ada komentar:

Posting Komentar